Rabu, 06 Mei 2026

Menunggu Kepastian Informasi, Warga Silalahi Ragu Tabur Benih Ikan di KJA

Kamis, 16 Juni 2016 17:26 WIB
Menunggu Kepastian Informasi, Warga Silalahi Ragu Tabur Benih Ikan di KJA
Beritasumut.com/BS03
Ikan mati diperiksa tim ahli dari Dinas Perikanan Pemprov Sumut
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp beritasumut.com
+ Gabung

Beritasumut.com-Kecemasan para petani yang beternak ikan Keramba Jaring Apung (KJA) di Desa Silalahi dan Paropo, semakin memuncak. Hingga saat ini, mereka menantikan hasil penelitian dari pihak pemerintah. Informasi sementara tentang penyebab kematian ratusan ton ikan nila dan ikan mas yang terjadi beberapa waktu lalu di daerah itu, masih belum menjawab keingintahuan mereka.

Salah seorang petani dari desa Silalahi I, Rudy Sidebang (43) mengungkapkan, petugas dari Kementerian Kelautan dan Perikanan serta Kabid Perikanan Dinas Pertanian, Lamhot Silalahi sudah mengambil sampel. "Hasilnya, masih mengambang. Ketika petugas butuh data, petani bolak-balik ditelepon. Sesudah disajikan, diteleponpun tak diangkat," ungkap Rudy kepada wartawan, pertengahan pekan ini.

Ketidakpastian itu membuat warga enggan menabur benih. Sebagian besar kotak keramba terlihat masih kosong. Hal ini juga dibenarkan oleh Ketua Komisi B DPRD Dairi, Rukyatno Naingggolan, dalam kunjungannya ke Desa Silalahi, pertengahan pekan lalu.

Baca Juga:

"Para petani KJA di sana, hingga saat ini musibah kejadian luar biasa (KLB) hingga kini belum terjawab," ujar Rukyatno kepada warga.

Sementara itu, Kepala Dinas Perikanan dan Kelautan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumatera Utara (Sumut), Jhonny Waldi, saat dikonfirmasi wartawan pada Kamis (16/06/2016) mengatakan kalau petani Silalahi sebenarnya tak perlu khawatir menebar ikan di KJA, asalkan tidak berlebihan.

Baca Juga:

"Saat ini kalau sesuai dengan aturan dan anjuran, saya pikir tidak ada masalah petani menebar benih ikan sekarang. Yang penting ikuti aturan seperti menebar 5000 ekor bibit untuk KJA ukuran 5x5 meter, pemberian pakan tidak berlebihan, panen ikan jangan ditunda-tunda," pungkasnya. (BS03)

Tags
beritaTerkait
Kualitas Pendidikan di Sumatera Utara Masih Timpang, Akademisi Tawarkan Solusi Strategis
Guru Hebat, Indonesia Kuat! Peringatan HGN ke-80 di MAS Proyek Univa Medan Penuh Makna dan Kebersamaan
Dari Pesisir Sunyi ke Panggung Negeri: Kisah Patimah MPd Bawa Wanita Pantai Labu Berdaya
Kapolres Pematangsiantar Kunjungi Yayasan Rumah Ramah Anak Berkebutuhan Khusus
Walikota Medan Minta Dinas SDABMBK Petakan Jalan Rusak dan Drainase Yang Perlu Diremajakan
Wujudkan Tanam Padi Tiga Kali Setahun, Gubernur Sumut Minta Bantuan ke Presiden untuk Perbaikan Tanggul
komentar
beritaTerbaru
hit tracker