Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp beritasumut.com
+ Gabung
Beritasumut.com-Kepala Dinas Perikanan dan Kelautan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumatera Utara (Sumut), Jhonny Waldi, memastikan penyebab kematian ratusan ton ikan di kawasan Danau Silalahi akibat kekurangan oksigen.
Hal ini diperkuat dengan kesimpulan dari Badan Penelitian dan Pengembang Kementerian Perikanan dan kelautan yang dipimpin Profesor Krismono. Berdasarkan hasil penelitian, diketahui kematian ikan-ikan tersebut diakibatkan kadar oksigen di sekitar perairan Keramba Jaring Apung (KJA) berkurang, sebab adanya kematian massal Plankton Danau.
"Jadi memang tidak ada kaitannya dengan proses vulkano atau adanya kadar Belerang. Kematian ikan disana karena kekurangan oksigen akibat kematian massal plankton. Akibatnya terjadi proses Dekomposisi atau pembusukan. Proses ini memerlukan banyak oksigen sehingga oksigen disekitar KJA itu drop dan berdampak kepada ikan-ikan disana hingga tewas karena kekurangan oksigen," ungkap Jhonny saat dihubungi melalui telepon selulernya, Kamis (16/06/2016).
Menurut Jhonny setelah proses Dekomposisi tersebut, air disekitar KJA akan langsung jernih dan diyakini tidak lagi berbahaya terhadap ikan-ikan. Kepada para petani KJA, Jhonny mengimbau agar mereka tetap mematuhi aturan penyebaran benih ikan dengan tidak melakukan padat tebar. (BS03)
Baca Juga:
Tags
beritaTerkait
komentar