Senin, 02 November 2026

BPRPI Minta Polresta Medan Tangkap Mafia Perampok Tanah Masyarakat

Minggu, 05 Juni 2016 17:04 WIB
BPRPI Minta Polresta Medan Tangkap Mafia Perampok Tanah Masyarakat
Beritasumut.com/BS04
BPRPI demo di depan kantor Polresta Medan
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp beritasumut.com
+ Gabung

Beritasumut.com-Puluhan massa yang mengaku dari Badan Perjuangan Rakyat Penunggu Indonesia (BPRPI), Kampung Jati Rejo Deli, Kecamatan Percut Seituan, mendatangi Kantor Kepolisian Resor Kota (Polresta) Medan, pertengahan pekan ini. Warga meminta Petugas Polresta Medan segera menangkap mafia tanah yang merampok hak atas tanah masyarakat Kampung Jati Rejo Deli, Kecamatan Percut Seituan.

"Soalnya kami capek diintimidasi orang-orang suruhan mafia tanah perampok tanah kami. Tanah kami itu selama ini kami gunakan untuk menanam sayur-sayuran. Kami juga punya bukti-bukti kepemilikan tanah kami," ujar salah seorang warga yang ikut mendatangi Polresta medan, Hendra Syahputra, Minggu (5/6/2016).

Dikatakan Hendra dalam orasinya di depan Mako Polresta Medan, BPRPI meminta agar polisi melakukan penangkapan terhadap pelaku pengerusakan pembangunan sarana ibadah, Mesjid Afnawi Noeh di pasar 7 dan 8 wilayah tanah adat Kampung Jati Rejo Deli, Sumatera Utara.

Baca Juga:

"Kami sudah tidak nyaman tinggal di tanah kami sendiri. Apalagi kami sering diintimidasi orang-orang suruhan mafia tanah yang ingin merampas tanah kami, pak polisi," demikian bunyi orasi warga Kampung Jati Rejo, Kecamatan Percut Seituan.

Menanggapi hal ini, Kasat Reskrim Polresta Medan, Kompol Fahrizal, sempat kewalahan. Pasalnya, warga yang terbakar emosi melakukan orasi dengan berteriak-teriak di depan kantor Polresta Medan. "Tolong jangan ribut di kantor Polresta Medan ini. Bila ada yang mau disampaikan, tolong sampaikan dengan tata krama dan sopan santun. Kalian tidak punya izin orasi di sini," ujar Kompol Fahrizal. Mendengar hal itu, barulah warga mulai teratur melakukan orasinya.

Baca Juga:

Ketua BPRPI, Fery mengakui orasi yang dilakukan di depan Polresta Medan didominasi kaum perempuan. "Kita sudah diterima Polresta Medan, setelah itu kita langsung membubarkan diri," tuturnya. (BS04)

Tags
beritaTerkait
Masyarakat Adat Harus Punya Perwakilan di Legislatif
Gubsu dan Pangdam Layat Korban Tewas Bentrok di Karo
TPS dan PKL Penyebab Kota Medan Gagal Meraih Adipura
Pemerintah Pusat Beri Perhatian Besar di Sumut, Masyarakat Diminta Jaga Stabilitas Keamanan
Pasca Kerusuhan Tanjung Balai, Gubsu Imbau Perkuat Koordinasi Lintas Agama
Diteror Bunuh OTK, Rajudin Minta Kecurangan Dunia Pendidikan di Medan Direspon Semua Pihak
komentar
beritaTerbaru
hit tracker