Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp beritasumut.com
+ Gabung
Beritasumut.com-Tim gabungan Badan SAR Nasional (Basarnas) terus melakukan pencarian terhadap lima korban yang terseret banjir bandang dan longsor di lokasi wisata Air Terjun Dua Warna di Desa Durin Sirugun, Kecamatan Sibolangit Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara (Sumut). Pencarian korban yang hilang dilakukan tak hanya di lokasi air terjun, namun juga menyusuri sungai dan hutan.
"Lima korban yang masih berstatus hilang. Saat ini kita masih melakukan pencarian. Ada tiga tim gabungan yang diturunkan untuk melakukan penyisiran ke lokasi air terjun, lalu tim lainnya akan turun ke jembatan menyusuri hilir sungai," ujar Humas Basarnas Medan Hisar Turnip kepada wartawan, Selasa (17/05/2016).
Hisar mengatakan, pencarian korban akan dihentikan sementara jika kondisi cuaca tak memungkinkan. Pasalnya cuaca di Kawasan Sibolangit berubah setiap saat sehingga menjadi kendala bagi tim melakukan pencarian. "Cuaca di Sibolangit berubah setiap saat. Saat ini di hulu sungai mendung, kondisinya gelap dan hujan gerimis. Tentunya cukup sulit mencari korban. Ditambah lagi medannya sulit dijangkau, terlalu banyak bebatuan dan jurang. Yang terpenting pencarian korban ini jangan sampai malah menambah korban," tegasnya.
Baca Juga:
Sebagaimana informasi dari korban yang selamat, banjir bandang dan longsor terjadi di kawasan wisata Air Terjun Dua Warna, Sibolangit, Sumut pada Minggu (15/05/2016). Hujan deras yang mengakibatkan longsornya tanah di sekitar lokasi dan hempasan banjir bandang menghantam para wisatawan yang berada di sana pada pukul 14.00 WIB siang.
Dalam kasus ini, ada 78 orang yang terkena bencana itu dan ada 56 orang selamat, sedangkan 1 orang luka sedang. Tercatat 16 orang meninggal dan sudah dievakuasi ke RS Bhayangkara Medan. Sementara ada lima korban lagi yang belum ditemukan karena diperkirakan tertimbun longsor dan terjepit di antara bebatuan.
Baca Juga:
Di Rumah Sakit (RS) Bhayangkara sendiri, diketahui sebanyak 6 dari 16 jenazah korban sudah teridentifikasi oleh tim Disaster Victim Identification (DVI) Polda Sumut.Ke-enam korban yang sudah diketahui identitasnya itu yakni M Riyantio Fandi (26) warga Jalan Pelajar Lorong Mestika Medan, Rafki (23) warga Kampung Bukit Pasir Pangarayan Rokan Hulu, Riau, M Gusti Dwi Prasetyo (22) warga Jalan Kemuning V Helvetia Medan, M Iqbal (22) warga Jalan Matahari 5 Helvetia, Rizki Ayu Zahra Nasution (19) warga Desa Sigalapung Kecamatan Kutaraja Tinggi, Padang Padang Lawas dan Dwi Hastuti Ningsih (21) warga Jalan Teladan Makam Pahlawan Medan.
"Hari ini enam diantaranya sudah berhasil diidentifikasi tim DVI Polda Sumut. Seluruh korban diketahui setelah peroses rekonsiliasi di Pos Mortem RS Bhayangkara Medan," ungkap Kepala Rumah Sakit Bhayangkara Polda Sumut, Kombes Pol Farid Amansyah. Dijelaskan Farid, identifikasi dilakukan melalui sidik jari, gigi, DNA, serta lainnya. Untuk keluraga korban lain, dihimbau agar membawa data pembanding seperti ijazah asli agar proses identifikasi dapat lebih cepat dilakukan.
Dalam proses identifikasi itu, lanjutnya, ada 75 personel yang dibagi dibeberapa tempat. Diantaranya adalah pos mortem, TKP, dan ante mortem. 6 korban yang teridentifikasi, diketahui baru M Riyantio Fandy yang sudah dikebumikan pihak keluarga. Sedangkan 5 lainnya masih menunggu pelepasan dari RS Bhayangkara. Sementara itu, puluhan keluarga dan kerabat korban, terlihat masih berkumpul di RS Bhayangkara tersebut. Mereka masih menanti waktu kepulangan jenazah, serta ingin mengetahui apakah diantara korban yang sudah dievakuasi merupakan bagian dari keluarganya. (BS02)
Tags
beritaTerkait
komentar