Kamis, 07 Mei 2026

Inilah Nama Korban Banjir Bandang Sibolangit dari Stikes Flora, Kampus UMSU dan Kampus Dharma Wangsa

Senin, 16 Mei 2016 21:13 WIB
Inilah Nama Korban Banjir Bandang Sibolangit dari Stikes Flora, Kampus UMSU dan Kampus Dharma Wangsa
Beritasumut.com/BS04
Banjir Sungai Sembahe yang meluap hingga ke jalan raya
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp beritasumut.com
+ Gabung

Beritasumut.com-Petugas berhasil mengevakuasi korban banjir bandang di Air Terjun Dua Warna di Desa Ujung Deleng, Kecamatan Sibolangit, Kabupaten Deli Serdang di ke RS Bhayangkara Jalan KH Wahid Hasyim Medan, Senin (16/05/2016). Adapun identitas korban mahasiswa Stikes Flora Sunggal di antaranya Julhamdi Sakdi, Alhakim, Ningsih, Dora Safitri, Dedek Sihombing, Ira, Mehda, Rafli, Iqbal, Agam, Gusti, Mirza, Dian, Mordang, Kiki, Dwi dan Ayu.

Sedangkan mahasiswa dari Kampus UMSU yakni, Gunawan dan Siti serta dari Kampus Dharma Wangsa adalah Eka.Di antara korban yang ditemukan tewas, ada yang selamat yakni Mordang Harahap (18). Dia menyebut, peristiwa banjir bandang yang telah merenggut sebagian nyawa teman-temannya itu, tidak memberi tanda-tanda datangnya air."Tiba-tiba saja kejadiannya. Pas kami di air terjun dua warna, dari atas air datang sangat deras dan langsung menghantam kami," katanya.

Mordang berhasil selamat karena begitu melihat datangnya air langsung bergegas menyelamatkan diri dengan memegang ranting pepohonan di sekitar lokasi."Tuhan masih memberikanku keselamatan. Pas air datang aku berhasil selamat dengan memegang ranting pohon," ungkapnya.

Baca Juga:

Pemuda yang mengaku berasal dari Batang Toru tersebut, menuturkan ia mengujungi kawasan air terjun dua warna bersama rekan-rekannya mengisi waktu liburan."Kami berangkat sebanyak 16 orang. Nah, saat ini aku tidak tahu keberadaan mereka. Sebab saat air datang kami menyelamatkan diri masing-masing," ujar Mordang.

Pantauan di RS Bhayangkara Medan, banyak keluarga korban banjir bandang mendatangi Rumah Sakit Bhayangkara Jalan Wahid Hasyim untuk memberikan data-data anaknya yang menjadi korban musibah tersebut.

Baca Juga:

Hingga kemarin petang, sudah sekira tujuh korban tewas dievakuasi ke RS Bhayangkara. Informasi diperoleh juga menyebutkan, Eka Ramadhani (23) yang kos di Jalan Kol Yos Sudarso juga ikut menjadi korban banjir bandang. Dugaan itu disampaikan Uli Simanjuntak (22) teman satu kos Eka Ramadhani di posko antem mortem RS Bhayangkara.

Uli mengaku sempat diajak Eka untuk ikut bersamanya menikmati keindahan air terjun Dua Warna. Namun, Uli menolaknya hingga Eka pergi bergabung dengan rekannya dari Kampus UMSU.

"Si Eka mahasiswa di Kampus Dharma Wangsa semester 4 jurusan Ekonomi Akuntansi. Dia satu kos sama saya. Saya sempat diajak sama dia tapi saya enggak mau. Terakhir dia pergi sama kawannya dari Kampus UMSU. Ya, rupanya ada yang kasih kabar kalau di air terjun dua warna kena banjir bandang," kata Uli Simanjuntak didampingi paman Eka Ramadahani, Abdul Haris.

Kata Uli lagi, hingga saat ini belum ada yang bisa memastikan apakah Eka Ramadhani selamat atau tidak dalam musibah banjir bandang tersebut."Ya itulah bang belum bisa kami pastikan apakah si Eka ini selamat atau tidak. Tadi kami hanya memberikan ciri-cirnya kepada petugas medis di posko antem mortem," pungkasnya.

Sementara, warga yang melapor kehilangan anggota keluarganya di Posko Antem Mortem RS Bhayangkara Medan, masing-masing menyebut nama (diduga korban) Gusti Dwi Prasetyo warg Jalan Abdullah Lubis Kecamatan Medan Baru, M Iqbal mahasiswa UMSU warga Jalan Matahari V Lingkungan VII Medan Helvetia.

Kemudian, Gustinaris Dyah Pratiwi, Mirjano, Dwi Astuti Ningsih warga Sosa Stikes Helvetia, Eka Rahmadani (20) warga Sabang, Aceh mahasiswi Universitas Dharmawangsa dan berangkat bersama rombongan mahasiswa UMSU.Berikutnya, Rafky (21) mahasiswa Stikes Flora, Ade Riana Sihombing (21) mahasiswi STIKES Flora, dilaporkan sepupunya. Eka Nurul Rahmania mahasiswi Dharmawangsa (20) alamat Sabang/Jalan Yos Sudarso depan Universitas Dharmawangsa, dilaporkan oleh Abdul Haris paman korban.

"Anak (Eka Nuruh Rahmania) itu kalau pergi tidak pernah izin. Informasi dari ibu kosnya, dia berangkat bersama Mapala UMSU," kata Abdul. Menurut dia, keluarga Eka di Sabang juga sudah diberitahu. Mahasiswa semester 4 jurusan perkantoran itu merupakan anak pertama dari empat bersaudara.

Kepala Rumah Sakit (Karumkit) Bhayangkara Medan, Kombes Pol Farid Alamsyah mengatakan, pihak masih melakukan identifikasi terhadap para korban."Korban masih didata dan diidentifikasi guna dicocokkan dengan keterangan keluarga korban di posko antem.(BS04)

Tags
beritaTerkait
K9 Polda Sumut Berhasil Temukan Dua Korban Longsor di Desa Martelu Sibolangit
Pj Gubernur Sumut Fatoni dan Pj Ketua PKK Tyas Fatoni Tinjau Banjir dan Berikan Bantuan
Medan-Berastagi Lumpuh Akibat Longsor, Ditlantas Polda Sumut Imbau Pengendara Gunakan Jalur Alternatif
Enam Titik di Sibolangit Dihantam Longsor, Tiga Orang Meninggal Dunia
Sat Reskrim Polrestabes Medan Ungkap Penjualan Kulit Harimau di Sibolangit
Sambangi Cagar Alam Sibolangit, Bhabinkamtibmas Polsek Pancur Batu Larang Pembakaran Hutan
komentar
beritaTerbaru
hit tracker