Selasa, 05 Mei 2026

Terkait Matinya Ikan di Danau Toba Sudah Diprediksi BLH Pemprov Sumut

Senin, 09 Mei 2016 18:42 WIB
Terkait Matinya Ikan di Danau Toba Sudah Diprediksi BLH Pemprov Sumut
Beritasumut.com/BS09
 Petugas sedang memeriksa ikan yang mati di Danau Toba
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp beritasumut.com
+ Gabung
Beritasumut.com-Matinya ratusan ton ikan yang dibudidayakan petani Keramba Jaring Apung (KJA) di Desa Bandar Purba, Kecamatan Haranggaol, Kabupaten Simalungun, sebelumnya sudah diprediksi Badan Lingkungan Hidup Pemprov Sumut.

Menurut Kepala Badan Lingkungan Hidup Pemprov Sumut Dr Ir Hj Hidayati MSi, pihaknya telah mengambil sample air dari lokasi ikan mati tersebut. Diharapkan dalam waktu  d ekat ini akan diketahui secara pasti apa penyebab sebenarnya dari kematian mendadak ikan-ikan tersebut. 

Terkait ancaman pencemaran lingkungan Danau Toba, lanjut Hidayati, pihaknya sudah lama meprediksi kalau hal ini dapat terjadi jika pertumbuhan KJA terus melaju dan telah melebih daya dukung dan daya tampung.
 
"Kita sudah menyurati dan meminta agar Pemerintah Kabupaten Kota tidak mengeluarkan ijin baru untuk KJA. Sedangkan KJA yang legal harus dikurangai karena daya dukungnya sudah di atas 44 persen. Fosfornya juga sudah di atas ambang batas. Bahkan sejak 2014 secara ekstrim menolak orang membuat AMDAL. Bukan saya tidak pro dengan pembangunan tapi ini Danau Toba yang perlu tetap dilestarikan," tegasnya. (BS03)

Tags
beritaTerkait
Kualitas Pendidikan di Sumatera Utara Masih Timpang, Akademisi Tawarkan Solusi Strategis
Guru Hebat, Indonesia Kuat! Peringatan HGN ke-80 di MAS Proyek Univa Medan Penuh Makna dan Kebersamaan
Dari Pesisir Sunyi ke Panggung Negeri: Kisah Patimah MPd Bawa Wanita Pantai Labu Berdaya
Kapolres Pematangsiantar Kunjungi Yayasan Rumah Ramah Anak Berkebutuhan Khusus
Walikota Medan Minta Dinas SDABMBK Petakan Jalan Rusak dan Drainase Yang Perlu Diremajakan
Wujudkan Tanam Padi Tiga Kali Setahun, Gubernur Sumut Minta Bantuan ke Presiden untuk Perbaikan Tanggul
komentar
beritaTerbaru
hit tracker