Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp beritasumut.com
+ Gabung
Beritasumut.com-Matinya ratusan ton ikan yang dibudidayakan petani Keramba Jaring Apung (KJA) di Desa Bandar Purba, Kecamatan Haranggaol, Kabupaten Simalungun, sebelumnya sudah diprediksi Badan Lingkungan Hidup Pemprov Sumut.
Menurut Kepala Badan Lingkungan Hidup Pemprov Sumut Dr Ir Hj Hidayati MSi, pihaknya telah mengambil sample air dari lokasi ikan mati tersebut. Diharapkan dalam waktu d ekat ini akan diketahui secara pasti apa penyebab sebenarnya dari kematian mendadak ikan-ikan tersebut.
Terkait ancaman pencemaran lingkungan Danau Toba, lanjut Hidayati, pihaknya sudah lama meprediksi kalau hal ini dapat terjadi jika pertumbuhan KJA terus melaju dan telah melebih daya dukung dan daya tampung.
"Kita sudah menyurati dan meminta agar Pemerintah Kabupaten Kota tidak mengeluarkan ijin baru untuk KJA. Sedangkan KJA yang legal harus dikurangai karena daya dukungnya sudah di atas 44 persen. Fosfornya juga sudah di atas ambang batas. Bahkan sejak 2014 secara ekstrim menolak orang membuat AMDAL. Bukan saya tidak pro dengan pembangunan tapi ini Danau Toba yang perlu tetap dilestarikan," tegasnya. (BS03)
Tags
beritaTerkait
komentar