Jumat, 26 Juni 2026

Walikota dan Dandim Medan Panen Perdana Padi Varietas Kartika I-82

Selasa, 08 Maret 2016 21:15 WIB
Walikota dan Dandim Medan Panen Perdana Padi Varietas Kartika I-82
Istimewa
Panen perdana.
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp beritasumut.com
+ Gabung
Beritasumut.com - Walikota Medan Dzulmi Eldin bersama Dandim 0201 BS Medan Kolonel Inf Maulana Ridwan melakukan panen perdana padi varietas Kartika I-82 dengan pola tanam jajar legowo binaan Kodim 0201 BS bekerjasama dengan  Dinas Pertanian dan Kelautan (Distanla) Pemko Medan di Komplek Pamen Jalan Gaperta VIII dan XIII, Kelurahan Helvetia Tengah, Kecamatan Medan Helvetia, Selasa (8/3/2016). Kegiatan ini dilakukan dalam rangka meningkat swasembada pangan di wilayah Kota Medan/Kodim 0201 BS.

Eldin dalam sambutannya mengatakan, panen perdana ini merupakan momentum atau bentuk dukungan semua pihak terhadap perwujudan program Bapak Presiden Joko Widodo dalam hal  swasembada pangan. Meski demikian lebih dari itu, Walikota menganggap kegiatan ini lebih kepada peningkatan hasil produksi Kota Medan menuju pemenuhan kebutuhan pokok masyarakat secara lebih mandiri.

"Saya bertekad kota yang kita cintai bersama ini harus mampu menciptakan berbagai peluang serta dapat mensejahterakan warganya. Tidak hanya itu  kegiatan ini juga merupakan peningkatan produksi dan produktivitas yang nantinya diharapkan dapat meningkatkan pendapatan petani sehingga kedepannya kehidupan yang dapat hidup lebih sejahtera," kata Walikota.

Menurut Eldin, kerjasama antara Pemko Medan dengan Kodim 0201 BS ini akan terus berlangsung dan nantinya dia berharap semua dapat terus berdiskusi tentang berbagai hal dalam meningkatkan produktivitas pangan Kota Medan. Walikota yakin swasembada pangan merupakan cita-cita bersama dapat diwujudkan dengan bersama-sama.

"Jika Medan dan daerah-daerah lain lebih cepat merealisasikan swasembada pangan dengan sendirinya, maka swasembada pangan secara nasional akan terwujud. Negara yang swasembada  sudah barang tentu akan menjadi negara yang bermartabat, mandiri dan memiliki posisi tawar yang tinggi dalam pergaulan internasional," ungkapnya.

Walikota kemudian menjelaskan, Pemko Medan ke depannya akan mengaktifkan kembali lahan-lahan yang kosong untuk dikerjasamakan dengan Kodim 0201 BS, guna ditanami padi. Selain itu Pemko Medan juga memahami kendala yang dialami kelompok tani, seperti gangguan burung. Untuk itu perlu dijaga agar butir padi yang sudah baik itu dimakan burung.

"Saya berharap dengan padi yang telah dihasilkan oleh kelompok tani ini, Bulog dapat mengantisipasinya dengan menjaga harga baik itu harga padi maupun gabah. Harga gabah yang dibeli dari petani harus sesuai ketentuan, jangan sampai mengurangi minat petani untuk bertanam," harapnya.

Sementara itu, Dandim 0201 BS Medan Letkol Inf Maulana Ridwan mengatakan, pihaknya bersama Pemko Medan telah membuat deplot padi seluas 9 hektar, dan tahap pertama yang dipanen ini seluas kurang lebih 1 hektar. Lalu 4 hektar lagi sudah ditanam dan berumur 3 pekan. Kemudian akan dilanjutkan dengan penanaman di lahan seluas lebih kurang 4 hektar lagi.

"Deplot padi ini menerapkan pola tanam padi varietas Kartika I-82 semi organik. Artinya pola ini banyak menggunakan bahan-bahan organik, baik pada saat persemaian benih, persiapan lahan dan pada saat pemupukan. Diharapkan dengan pola tanam ini dapat lebih meningkatkan hasil panen," kata Dandim.

Untuk mendorong para petani gemar menggunakan pupuk organik dan secara bertahap mengurangi ketergantungan kepada pupuk kimia bersubsidi.  Dandim meminta Dinas Pertanian memberikan pelatihan serta pendampingan kepada para kelompok tani. Selain itu juga secara selektif memfasilitasi alat pengolah sampah organik menjadi pupuk organik untuk dapat dimanfaatkan oleh kelompok tani.

"Peningkatan produksi tanaman  pangan perlu tetap ditingkatkan setiap tahunnya baik dari segi kuantitas maupun kualitas, mengingat dari tahun ke tahun kebutuhan pangan mengalami peningkatan sejalan dengan pertumbuhan penduduk," ungkapnya.

Setelah panen perdana, lanjut Maulana, diharapkan diharapkan diperoleh bibit terbaik hasil dari gabah yang didapat pada musim pertama ini. Artinya, hasil panen perdana ini. dapat menjadi bahan evaluasi, 

"Jika kurang banyak apa yang menjadi kendalanya, sebaliknya jika sudah cukup maka akan dikembangkan. Kita juga akan salurkan kepada poktan agar dapat menanam dengan jenis varietas I-82 ini. karena akan dua kali lipat lebih besar dari pada tanaman padi biasa," terangnya. (BS-001)

Tags
beritaTerkait
komentar
beritaTerbaru
hit tracker