Selasa, 01 September 2026

Di Era Modernisasi Ini, Ternyata Masih Ada Ibu Merebus Batu Untuk Menenteramkan Anaknya Yang Kelaparan Seperti Zaman Khalifah Umar Bin Khattab

Kamis, 05 November 2015 00:18 WIB
Di Era Modernisasi Ini, Ternyata Masih Ada Ibu Merebus Batu Untuk Menenteramkan Anaknya Yang Kelaparan Seperti Zaman Khalifah Umar Bin Khattab
Facebook
Kapolres Cianjur AKBP Asep Guntur Rahayu saat meninjau gubuk Andun.
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp beritasumut.com
+ Gabung
Beritasumut.com - Di era modernisasi ini, ternyata masih ada ibu yang merebus batu untuk menenteramkan anaknya yang kelaparan. Kisah ini persis seperti yang terjadi di zaman kepemimpinan Khalifah Umar Bin Khattab RA.

Peristiwa yang cukup memprihatinkan ini terjadi di sebuah desa kecil di Kecamatan Cilaku, Kabupaten Cianjur, Provinsi Jawa Barat.

Pasangan suami istri Andun Suherman (45) dan Iyah (33), sengaja merebus batu karena anak-anak mereka yang tinggal di gubuk reyot merintih tak sanggup menahan lapar.

Dikutip dari merdeka.com, Kamis (5/11/2015), Iyah lantas berpikir keras untuk memenuhi keinginan anaknya. Iyah kemudian mengambil sebongkah batu dan merebusnya. Lalu dia mengatakan kepada anaknya sedang memasak telur. Anaknya pun senang. Saat menunggu, anak-anak Iyah akhirnya terlelap dan lupa dengan rasa lapar.

Kabar yang cukup menyedihkan itu ternyata sampai ke telinga Kapolres Cianjur AKBP Asep Guntur Rahayu. Kapolres yang penasaran lantas mencari tahu soal kehidupan Andun dan Iyah, serta anak-anaknya. Asep kemudian menggagas pembangunan rumah Andun supaya lebih layak ditinggali.

"Jadi awal mulanya empat bulan lalu, ada teman saya yang menceritakan hal tersebut ke saya. Katanya ibunya sampai rebus batu sampai anaknya tidur, teman saya juga bilang gubuknya sudah reyot, kaya mau rubuh," beber Asep.

Lalu terlintas di benak Asep ide merenovasi rumah milik Andun. Kapolres ini lantas melobi beberapa pihak untuk ikut membantu kondisi pasutri yang dikaruniai tujuh anak itu.

"Di situ ada semacam dana untuk urunan dari enam orang. Kita di situ ada Kepala BPN Cianjur, Perumnas, saya sendiri, dan sisanya donatur," cerita Asep.

Sekitar sebulan mengurus izin dan lainnya, lahan milik warga setempat bernama Kilin akhirnya dihibahkan. Namun dengan imbalan tanahnya diterbitkan sertifikat.

Pembangunan rumah Andun berlangsung sekitar 35 hari, dari rencana semula 40 hari. Setelah selesai, betapa bahagianya keluarga Andun dan Iyah yang mendapatkan bantuan cuma-cuma.

"Mereka tentu bahagia karena sekarang lebih layak tinggalnya," lanjut Asep.

Asep mengatakan, hal itu ia lakukan semata-mata dengan niat memberi kebaikan kepada sesama bukan ingin cari muka. 

"Enggak ada media yang tahu. Media baru tahu setelah beberapa hari penyerahan," ujar Asep merendah.

Asep berharap rumah yang berdiri di atas lahan 72 meter persegi itu bisa membawa kebaikan buat keluarga Andun.

"Semoga hidup keluarga mereka bisa lebih layak. Karena kalau lihat rumah sebelumnya sudah sangat mengkhawatirkan," pungkas Asep. (BS-001)

Tags
beritaTerkait
komentar
beritaTerbaru
hit tracker