Jumat, 03 Juli 2026

Sumatera dan Kalimantan Terkepung 966 Titik Api

Kamis, 20 Agustus 2015 20:59 WIB
Sumatera dan Kalimantan Terkepung 966 Titik Api
Dokumentasi
Sutopo Purwo Nugroho.
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp beritasumut.com
+ Gabung
Beritasumut.com - Jumlah titik api (hotspot) kembali merebak di Sumatera dan Kalimantan dalam beberapa hari terakhir. Berdasarkan data BMKG dari pantauan satelit Modis (Terra-Aqua), terdapat 966 hotspot yaitu 720 hotspot di Sumatera dan 246 hotspot di Kalimantan pada Kamis (20/8/2015). 

Demikian disampaikan Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho dalam keterangan tertulisnya, Kamis (20/8/2015).

Dari 720 hotspot di Sumatera tersebar di Sumsel 317, Jambi 247, Riau 94, Lampung 21, Bengkulu 7, Babel 26, Sumbar 4, Kepri 1, dan Sumut 3. Bertiupnya angin dari Selatan ke Utara menyebabkan Riau makin tertutup asap kiriman dari Jambi dan Sumsel, selain juga asap produk dari Riau sendiri. Jarak pandang di Kota Pekanbaru hanya 3 km, Pelalawan 2 km, dan Rengat 3 km akibat tertutup asap. Gubernur Riau, Sumsel, Kalbar, Kalsel dan Kalteng telah menyatakan Status Siaga Darurat Bencana Asap akibat Karhutla. Sedangkan untuk Jambi hingga saat ini belum ada pernyataan darurat bencana dari gubernur, padahal karhutla sudah meluas dengan 247 hotspot.
 
Upaya pemadaman karhutla terus dilakukan saat ini oleh tim gabungan dari Manggala Agni, BPBD, TNI, Polri, BNPB, BPPT, MPA dan lainnya. BNPB mengerahkan 3 pesawat terbang untuk operasi hujan buatan dan 6 helicopter pemboman air. Hujan buatan di Riau dilakukan sejak 22-6-2015 hingga saat ini telah menaburkan garam 100 ton di awan-awan potensial dengan pesawat CN 295 TNI AU. Di Sumsel, hujan buatan telah menaburkan 45 ton garam dengan Casa 212, sedangkan di Kalbar dengan pesawat Hercules C-130 TNI AU.
 
Satgas udara melakukan pemboman air dari udara dengan helikopter. Di Riau dioperasikan 2 helikopter jenis Sikorsky dan Kamov untuk pemboman air. Sekitar 10,4 juta liter air dijatuhkan dari udara pada lokasi karhutla. Di Sumsel dengan helikopter Bell telah menjatuhkan 5,5 juta liter air. Sedangkan di Kalbar dengan helikopter Kamov, dan di Kalteng dengan Bell yang sekali terbang membawa 4.500 liter air.
 
“Ancaman karhutla akan makin mengancam seiring dengan kemarau yang makin kering,” pungkas Sutopo. (BS-001)

Tags
beritaTerkait
Kadin Sumut Jalin Kerja Sama dengan Kamar Dagang Belarus, Bidik Pasar Eropa Timur
PSMS vs PSPS Berakhir Imbang, Suporter Meraung di Stadion Utama Sumut
Badan Legislasi DPR RI Kunjungi Kadin Sumatera Utara Bahas Penyusunan RUU Kadin
Hari Pahlawan, PLN Dorong Guru SMK Jadi Pelopor Konversi Motor Listrik di Kota Medan
Astindo Travel Fair 2025 Digelar di Medan, Wadah Strategis Bagi Pelaku Usaha Pariwisata
Hutama Karya Terapkan Pembatasan Angkutan Barang di Sejumlah Ruas Tol Trans Sumatera Selama Arus Mudik Lebaran 2025
komentar
beritaTerbaru
hit tracker