Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp beritasumut.com
+ Gabung
Beritasumut.com - Berdasarkan informasi dari Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana, erupsi Gunung Sinabung, Kabupaten Karo, akan berlangsung terus kurang lebih lima tahun ke depan atau Tahun 2020 meski tidak dalam skala besar.
Karena itu, diperlukan pola baru dalam penanganan, sehingga korban bencana erupsi Sinabung betul-betul merasa diselesaikan masalahnya.
Hal itu dikatakan Presiden Joko Widodo (Jokowi) saat memberikan pengantar dalam rapat terbatas di Kantor Kepresidenan, Jakarta, Kamis (2/7/2015) siang. Demikian dikutip dari laman Setkab RI.
"Saya sudah mengirim beberapa tim ke sana. Yang kita baca di lapangan sekarang masyarakat sudah nggak mau lagi menerima kunjungan, dikunjang-kunjungi, dikunjang-kunjungi, tapi tidak menyelesaikan masalah untuk apa," kata Jokowi dalam rapat yang dihadiri Bupati Karo Terkelin Brahmana itu.
Diakui Presiden, pada saat terakhir ia ke Sinabung, masalah relokasi lahan sudah dieksekusi. Bahkan pembangunan rumah untuk para pengungsi dari 370 yang direncanakan sudah diselesaikan 130-an. Namun Jokowi menilai, penanganan secara permanen dalam menyelesaikan masalah pengungsi Sinabung itu belum diselesaikan.
Presiden berharap, pada saat ia akan berkunjung kembali ke Sinabung penyelesaian masalah secara permanen itu sudah ditemukan. "Kalau belum, hanya membawa bantuan, saya rasa Menteri Sosial bisa melakukan itu," pungkasnya.
Rapat terbatas yang membahas masalah penanganan korban erupsi Gunung Sinabung itu dihadiri Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa, Mensesneg Pratikno, Sekretaris Kabinet Andi Widjajanto, Kepala Staf Presiden Luhut B Pandjaitan, Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Siti Nurbaya, Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono, Mendikbud Anies Baswedan, serta Menristik dan Dikti M Nasir. (BS-001)
Tags
beritaTerkait
komentar