Selasa, 13 Oktober 2026

2 Penumpang KM Kelud Jatuh ke Laut

Senin, 13 April 2015 17:47 WIB
2 Penumpang KM Kelud Jatuh ke Laut
Ilustrasi. (Google)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp beritasumut.com
+ Gabung
Beritasumut.com - Dua penumpang Kapal Motor (KM) Kelud dikabarkan jatuh ke laut. Keduanya jatuh di Selat Malaka, perairan sekitar Pulau Berhala. 

Kepala Kantor SAR Medan Rochmali yang dikonfirmasi melalui telepon, Senin (13/4/2015), menjelaskan berdasarkan laporan yang diterima dari Syahbandar yang mendapat laporan dari nakhoda kapal, yang satu tercebur pada Ahad (12/4/2015) sekitar pukul 17.45 WIB, dan satu lagi sekitar 18.00 WIB.

KM Kelud berlayar dari Tanjung Priok menuju Pelabuhan Belawan, singgah di Batam dan Tanjung Balai Karimun. 

Kapal yang membawa hampir 1.000 penumpang itu tiba di Pelabuhan Belawan, Ahad (12/4/2015) malam sekitar pukul 21.30 WIB.

Menurut Rochmali, kedua penumpang yang jatuh itu belum diketahui identitas dan jenis kelaminnya. Namun, sejumlah saksi mata memastikan keduanya tercebur ke laut. 

"Ini seperti menjari jarum di tumpukan jerami. Kalau identitasnya ada, tentu akan memudahkan kami. Begitu pun, karena ini manusia, kami tetap melakukan pencarian," jelas Rochmali.

Lamanya pencarian terhadap kedua penumpang ini belum bisa dipastikan. Hal itu akan ditentukan evaluasi yang dilakukan pihak SAR terhadap tim yang melakukan pencarian pada hari ini.

Informasi dihimpun, penumpang itu tercebur di sekitar Perairan Pulau Berhala. "Kejadiannya di belakang. Begitu melompat, sempat melambaikan tangan minta tolong. Petugas sempat menurunkan sekoci, tapi macet. Lama-lama tangannya yang melambai itu hilang. Jenis kelaminnya sepertinya laki-laki, tapi saya tidak pasti karena saya hanya melihat tangannya," ucap Amrizal seorang penumpang.

Dia memaparkan, penumpang yang hilang sempat dicari, bahkan ada tugboat dan nelayan yang ikut membantu. Tapi upaya itu tetap tidak membuahkan hasil.

Penyebab jatuhnya kedua penumpang itu belum diketahui. Informasi yang beredar masih bersifat desas-desus. 

"Kurang tahu kita penyebabnya. Ada yang bilang stres, tapi nggak tahu kita," ucap Amrizal. (BS-001)

Tags
beritaTerkait
komentar
beritaTerbaru
hit tracker