Jumat, 08 Mei 2026

Tragis! Putrinya Dicabuli Ayah Tiri, Parmohonan Pulungan Bunuh Diri

Selasa, 13 Januari 2015 01:39 WIB
Tragis! Putrinya Dicabuli Ayah Tiri, Parmohonan Pulungan Bunuh Diri
Mayat korban di Kamar Jenazah RSUD Panyabungan, Senin (12/1/2015). (M Saima Putra)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp beritasumut.com
+ Gabung
Beritasumut.com – Parmohonan Pulungan (35) nekat mengakhiri hidupnya dengan menggorok lehernya sendiri hingga hampir putus dengan sebilah pisau dapur. Hal ini dilakukannya diduga akibat stres gara-gara putri kandungnya dicabuli ayah tirinya.

Mayat Parmohonan ditemukan warga setempat di kebun yang tak jauh dari rumahnya di Desa Simalagi, Kecamatan Hutabargot, Kabupaten Mandailing Natal (Madina), Sumatera Utara (Sumut), Senin (12/1/2015) siang.

Informasi dihimpun wartawan, mayat ditemukan dengan kondisi mengenaskan oleh Bisman (54) warga setempat sekira pukul 13.30 WIB. Bisman lalu melaporkan penemuan mayat Parmohonan kepada warga selanjutnya dilaporkan ke Polres Madina, lalu dibawa ke Rumah Sakit Umum Daerah Panyabungan.

Pantauan di kamar mayat, terlihat luka sobek di leher Parmohonan. Perkiraan polisi, Parmohonan bunuh diri pada Ahad (11/1/2015) sore kemarin.

Kapolres Madina AKBP Bony JS Sirait melalui Kasatreskrim AKP Wira Prayatna mengatakan, mayat Parmohonan ditemukan di kebun yang tak jauh dari rumah tempat tinggal korban.

Korban ditemukan dengan leher tergorok dan diketahui oleh warga yang kebetulan lewat mencium bau busuk serta melihat sosok orang tergeletak.

"Korban ditemukan dengan kondisi bersimbah darah dan luka gorok di leher. Di sekitar tubuh korban ditemukan sebilah pisau, dan setelah diidentifikasi, pisau yang diduga kuat digunakan korban bunuh diri adalah pisau dapur," ujar Wira.

Menurut Wira, korban nekat bunuh diri diduga karena tak sanggup menanggung beban mental karena putri kandungnya, RS (13) dicabuli oleh ayah tirinya SL (40) yang tinggal di Pal Sabolas, Kecamatan Angkola Timur, Kabupaten Tapanuli Selatan.

Kasusnya sudah dilaporkan Parmohonan ke Polres Madina belum lama ini. Lalu Polres Madina melimpahkan kasus itu ke Polres Tapsel.

"Dari perkiraan sementara, korban bunuh diri akibat stres, tidak sanggup menanggung beban mental. Korban ini cerai dari istrinya, dan anak kandungnya ikut istrinya yang menikah lagi dan menetap di Angkola Timur. Kemudian putri kandungnya itu dicabuli oleh ayah tiri RS," ungkap Wira.

Disebutkan perwira pertama itu, sebelumnya, korban Parmohonan masih berangkat ke Gunung Tor Sihayo untuk mencari biji emas buat biaya berangkat ke Polres Tapsel memberikan keterangan sebagai saksi, sekaligus menjemput anaknya yang akan jadi saksi atas kasus pencabulan RS. Sepulangnya dari gunung, Parmohonan membawa batu untuk digalundung, dan ternyata batu yang digalundung itu tidak membuahkan hasil.

"Mungkin karena sudah tidak sanggup lagi menahan beban pikiran, korban nekat bunuh diri. Untuk memastikan motif kasus ini, kami akan mengembangkan kasus ini," pungkasnya. (BS-026)

Tags
beritaTerkait
Diperkosa Tetangga, Siswa SMP Kelas 2 di Namorambe Bunuh Diri Minum Racun
Padagang Bumbu di Binjai Tewas Gantung Diri
Tak Mau Tinggal Bersama Ayah Tiri, Bocah Ini Dua Bulan Tak Pulang
Mayat Tanpa Identitas Ditemukan Mengambang di Sungai Deli
Usai Tikam Istri, Suami Tewas Bunuh Diri
Dor! Iptu Syahrir Perdana Lubis Tewas Bunuh Diri
komentar
beritaTerbaru
hit tracker