Rabu, 26 Agustus 2026
Refleksi 10 Tahun Tsunami

Tengku Rizal Nurdin Pahlawan Kemanusiaan Tsunami

Rabu, 24 Desember 2014 01:25 WIB
Tengku Rizal Nurdin Pahlawan Kemanusiaan Tsunami
Wagub Sumut Tengku Erry Nuardi menyaksikan penyerahan plakat penghargaan kepada Konjen Amerika Serikat untuk Medan Y Robert Ewing. (Ist)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp beritasumut.com
+ Gabung
Medan, (beritasumut.com) – Ketua DPP Aceh Sepakat M Husni Mustafa SE menyatakan apresiasinya atas pengabdian mantan Gubernur Sumatera Utara (Sumut) almarhum Mayjen TNI (Purn) Tengku Rizal Nurdin dalam penanganan bencana tsunami yang meluluhlantakkan Aceh-Nias pada 26 Desember 2004 lalu. Tidak berlebihan jika almarhum Tengku Rizal Nurdin merupakan pahlawan kemanusiaan bagi masyarakat Aceh.
 
Pengakuan itu disampaikan M Husni Mustafa dalam acara Refleksi 10 Tahun Bencana Tsunami yang digelar Aceh Sepakat dengan Konjen Amerika Serikat untuk Medan di Balai Raya Aceh Sepakat, Jalan Mengkara, Medan, Sumatera Utara (Sumut), Senin (22/12/2014) malam.
 
Hadir dalam acara tersebut Wakil Gubernur (Wagub) Sumut Tengku Erry Nuradi, Wali Kota Medan Dzulmi Eldin, Konjen Amerika Serikat untuk Medan Y Robert Ewing, Konsul Singapura, Konsul Malaysia, Ketua Panitia Zulkifli Huesin, pemuka dan tokoh masyarakat Aceh dan keluarga korban tsunami yang tinggal di Medan.
 
Dalam kesempatan itu, Husni menyatakan almarhum Tengku Rizal Nurdin sangat berperan dalam penanganan dan penanggulangan bencana tsunami, tidak hanya untuk Nias, tetapi juga bagi korban bencana di Aceh.
 
"Saya masih ingat saat itu, almarhum langsung melakukan reaksi cepat tanggap darurat dengan membentuk posko penanganan di Lanud Soewondo Medan. Semua koordinasi penanganan bencana dikendalikan dari Medan oleh almarhum," kenang Husni.
 
Hal yang sangat menyentuh dari kebijakan almarhum yang saat itu menjabat Satuan Koordinasi Pelaksana (Satkorlak) Tanggap Darurat Tsunami Aceh-Nias, sebut Husni, saat almarhum menegaskan korban tsunami dari berbagai darerah di Aceh, boleh datang ke Sumut untuk perlindungan dan proses perawatan.
 
"Saya sangat ingat kalimat almarhum saat itu. Sumut urusan saya. Silahkan datang ke Sumut. Orang Aceh adalah saudara kami," ujar Husni menurutkan ucapan Tengku Rizal Nurdin.
 
Dalam menjalankan perannya, almarhum melakukan koordinasi dengan sejumlah negara tetangga, bahkan dunia internasional, dalam arus lalulintas pendistribusian bantuan, sembako dan relawan.
 
"Bagi masyarakat Aceh, jasa almarhum akan dikenang sebagai pahlawan kemanusiaan," ujar Husni.
 
Dalam kesempatan yang sama, Husni juga menyampaikan apresiasinya kepada dunia intenasional, termasuk pemerintah Amerika Serikat yang telah memberikan dukungan dalam tanggap darurat tsunami, masa rekonstruksi dan rehabilitasi hingga mendorong pertumbuhan ekonomi pasca bencana.
 
"Beberapa hari pasca bencana, Pemerintah Amerika langsung menurunkan kapal USNS Mer-C yang dilengkapi peralatan medis komprehensif di lepas pantai Banda Aceh, kapal induk USS John F Kennedy dalam misi kemanusian. Bencana tsunami menyatukan dunia intenasional dalam kebersamaan," sebut Husni.
 
Begitu juga dengan Singapura yang turut mengirimkan tenaga medis, dokter spesialis lengkap dengan peralatan medis lainnya guna membantu korban tsunami yang membutuhkan perawatan.
 
"Masyarakat Aceh juga tidak dapat melupakan jasa dunia internasional dalam membantu tanggap darurat bencana di Aceh dan Nias. Ternyata kita tidak sendiri. Dunia internasional turut merasakan apa yang kita rasakan," sebut Husni.
 
Tidak lupa Husni menyatakan terima kasih kepada Pemko Medan yang menyediakan penampungan bagi pengungsi tsunami Aceh di sejumlah titik. Tidak peduli dengan identitas korban tsunami yang hanya memegang KTP Merah Putih, semua ditampung dengan kemampuan yang ada, papar Husni.

Sementara Konjen Amerika Serikat untuk Medan Y Robert Ewing mengatakan, gempa bumi 8,9 Skala Richter dari pergeseran Lempengan Hindia di daratan Burma memicu bencana tsunami dan menewaskan 228.000 jiwa di 14 negara, termasuk Thailand, Srilangka dan India. Hampir 170 ribu merupakan masyarakat Aceh atau sekitar 70 persen dari keseluruhan korban.
 
"Refleksi 10 tahun tsunami menguatkan semangat kemanusian. Ini kisah sukses yang harus memberikan inspirasi untuk terus bangkit kepada korban tsunami," harap Robert.
 
Dalam misi kemanusiaan, pemerintah Amerika Serikat telah menyalurkan bantuan mencapai US$400 juta dengan total penerima manfaat mencapai 580 ribu orang.
 
"Pemerintah Amerika berharap dapat melanjutkan bantuan pembangunan pasca tsunami di Aceh," ujar Robert.

Selain itu, dalam masa rekonstruksi dan rehabilitasi, Pemerintah Amerika Serikat juga mengucurkan bantuan perbaikan dan pembangunan sarana jalan raya yang menghubungkan sejumlah kota di Aceh agar akses dari satu kota ke kota lain jauh lebih mudah dengan biaya mencapai US$280 juta. Perintah Amerika juga memberikan bantuan pemasangan alat pendeteksi dini tsunami di Samudera Hindia.

"Tsunami mengajari kita berbagai hal, kebersamaan, kemitraan dan mengedepankan kepentingan global antarabangsa," ujar Robert.

Wagub Sumut Tengku Erry Nuradi menyatakan, banyak hikmah yang diperoleh dari tragedi maha dahsyat tsnumai pada 26 Desember 2004 lalu, diantaranya menciptakan kebersamaan, solidaritas tanpa membedakan, suku, agama, etnis dan negara. Semuanya melebur dalam satu tujuan demi misi kemanusiaan.
 
"Satu hal lagi yang sangat besar artinya bagi kita semua adalah, tsunami menciptakan perdamaian di bumi Aceh. Semua pihak menyatu dalam kebersamaan, saling bantu demi misi kemanusiaan," ujar Erry.
 
Erry yang merupakan adik kandung almarhum Tengku Rizal Nurdin ini, tidak lupa mengucapkan terima kasih atas apresiasi yang diberikan Aceh Sepakat atas peran dan kinerja Almarhum saat menjabat Satkorlak Tanggap Darurat Tsunami.

"Sebagai keluarga bangga, semasa hidupnya, almarhum berperan dan bermanfaat bagi masyarakat, tidak hanya untuk Sumut, tetapi juga bagi masyarakat Aceh. Untuk itu, pada momentum Refleksi 10 Tahun Tsunami ini, korban tsunami jangan lagi bersedih, tetapi terus semangat untuk bangkit lebih baik lagi," harap Erry.
 
Ketua Panitia Refleksi 10 Tahun Tsunami yang juga sebagai Anggota DPRD Sumut, Zulkifli Husein mengatakan, tsunami juga menciptakan situasi sosial politik cenderung membaik, termasuk pembangunan struktur dan infrastruktur di Aceh.
 
"Belajar dari musibah tsunami, Aceh harus bangkit. Kehidupan masyarakat harus lebih baik dari tahun ke tahun," harap Zulkifli.
 
Dalam acara Refleksi 10 Tahun Tsunami, DPP Aceh Sepakat menyerahkan plakat penghargaan kepada Amerika Serikat yang diterima oleh Konjen Amerika Serikat untuk Medan, Y Robert Ewing. Sebelum acara berakhir, para undangan juga menyaksikan pemutaran film yang memaparkan semangat bangkit masyarakat Aceh pasca tsunami.
 
Tsunami menyapu sejumlah wilayah di Aceh dengan ketinggian mencapai 20 meter berkecepatan mencapai 800 kilometer perjam. Sementara gelombang tsunami di Maladewa tercatat setinggi 2 meter. (BS-001)

Tags
beritaTerkait
BBMKG Imbau Warga di Sumut Terkait Potensi Bencana
Gempa 5,1 SR di Nias Hari Ini, BBMKG Prediksi Tidak Ada Potensi Tsunami
Gempa 5,3 SR di Tenggara Mentawai Dirasakan Kuat Selama 20 Detik
Gempa 5 Skala Richter Guncang Nias Barat, Tidak Berpotensi Tsunami
Pengabdian Tengku Rizal Nurdin Layak Menjadi Teladan
Mendagri Ziarah ke Makam Tengku Rizal Nurdin
komentar
beritaTerbaru
hit tracker