Kamis, 20 Agustus 2026

Wildlife Reserves Singapore Rayakan Kelahiran Hewan Langka

Kamis, 02 Oktober 2014 15:22 WIB
Wildlife Reserves Singapore Rayakan Kelahiran Hewan Langka
Radin, bayi Trenggiling Sunda yang baru lahir di Night Safari, terlihat berlindung di pelukan induknya. Trenggiling Sunda yang dapat ditemukan di hutan primer dan sekunder di Asia Tenggara ini juga dikenal dengan sebutan Trenggiling Malayan. Hewan i
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp beritasumut.com
+ Gabung
Medan, (beritasumut.com) – Untuk merayakan Hari Hewan Sedunia 2014, Wildlife Reserves Singapore mengumumkan kelahiran beberapa hewan langka di dunia, salah satunya adalah kelahiran Trenggiling Sunda yang merupakan hewan asli Singapura.

Dalam siaran pers yang diterima, Kamis (2/10/2014) disebutkan, selama periode Januari-Agustus 2014, lebih dari 400 ekor bayi hewan telah lahir di Jurong Bird Park, Night Safari, River Safari dan Singapore Zoo.

Di antara jumlah itu, satu dari empat kelahiran adalah hewan yang terancam punah berdasarkan daftar spesies hewan langka yang dikeluarkan oleh IUCN (International Union for Conservation of Nature). Di dalam daftar tersebut terdapat Jalak Bali (Leucopsar rothschildi), Lutung Budeng (Trachypithecus auratus), Bekantan (Nasalis larvatus) dan juga trenggiling raksasa.

Kelahiran Trenggiling Sunda yang terancam punah di Night Safari merupakan salah satu kelahiran ikonik yang sukses bagi Wildlife Reserves Singapore sebagai spesies asli Singapura. Sebagai bentuk apresiasi, hewan ini juga dijadikan logo untuk Lembaga Konservasi Wildlife Reserves Singapore.

Night Safari adalah institusi kehewanan pertama di dunia yang menampung hewan nokturnal yang sulit ditangkap karena hidup di tempat terpencil di mana dalam beberapa tahun belakangan ini terancam punah karena perdagangan hewan liar, habitat yang rusak dan perburuan liar yang tidak terkontrol. Kelahiran Trenggiling Sunda kali ini merupakan kelahiran ketiga yang sukses dilakukan di Wildlife Reserves Singapore sejak 2011.

Perkembangan menarik lainnya datang dari berang-berang raksasa yang langka di mana hewan ini berhasil ditampilkan pertama kali di Asia, tepatnya di River Safari. Pernah gagal dalam menyelamatkan hidup anak-anaknya di tahun 2013, Carlos dan Carmen, kedua orang tua berang-berang raksasaitu, kini berhasil melahirkan dua bayi yang sehar. Carlos dan Carmen kini terlihat lebih berpengalaman dalam membesarkan anak-anaknya yang tengah belajar berenang.

Sedangkan di Jurong Bird Park, Kakaktua Goliath (Probosciger aterrimus) berhasil dibiakkan untuk pertama kalinya. Kakaktua Goliath merupakan salah satu hewan yang paling sulit untuk dibiakkan di antara spesies kakaktua yang lain karena pola makan mereka yang khusus. Jurong Bird Park juga berhasil membiakkan delapan ekor Jalak Bali.

Usaha konservasi untuk mengembangbiakkan berbagai jenis spesies mulai digalakkan sejak 2010 - tahun yang menandai kerjasama dengan Yayasan Begawan Indonesia dimulai. Proses untuk membiakkan Jalak Bali ini bertujuan untuk meningkatkan tingkat kelahiran Jalak Bali di alam liar. Ketika sudah siap untuk dilepas, Jalak Bali ini akan dikembalikan ke habitat asalnya di Bali.

Singapore Zoo juga sangat bersemangat dalam menyambut kelahiran dua spesies yang sangat langka dari hewan yang mereka pelihara, yaitu monyet kecil rambut putih (cotton-top tamarin) dan kura-kura kecil Asia (southern river terrapin). Singapore Zoo juga menyaksikan kelahiran dari monyet bekantan yang sangat langka pada bulan Mei tahun ini dan Singapore Zoo berkomitmen untuk terus merawat dan menampung monyet bekantan di dunia yang hidup di luar Indonesia.

Kepala Petugas Lingkungan Hidup Wildlife Reserves Singapura Cheng Wen-Haur mengatakan, dunia kini sedang mengalami kehilangan satwa liar yang sangat besar sebagai akibat dari aktivitas manusia yang membahayakan hewan-hewan tersebut.

Setiap kelahiran hewan langka ini memberikan harapan baru bagi usaha kami untuk menyelamatkan keanekaragaman hayati di planet ini. Banyak dari mereka merupakan bagian dari program pengembangbiakan konservasi untuk menyelamatkan hewan ini dari kepunahan.

Setiap hewan langka yang masih tersisa merupakan perwakilan dari spesies mereka untuk menyadarkan manusia bahwa keberadaan mereka harus tetap dilindungi, pungkasnya. (BS-001)

Tags
beritaTerkait
komentar
beritaTerbaru
hit tracker