Rabu, 29 April 2026

12 Pelajar Terjaring Razia Kasih Sayang di Madina

Selasa, 16 September 2014 17:18 WIB
12 Pelajar Terjaring Razia Kasih Sayang di Madina
Kadis Pendidikan Madina Drs Sahnan Pasaribu MM memberikan arahan kepada 12 siswa yang terjaring dalam Razia Kasih Sayang, Selasa (16/9/2014). (M Saima Putra)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp beritasumut.com
+ Gabung
Panyabungan, (beritasumut.com) – Dinas Pendidikan bersama Satpol PP Kabupaten Mandailing Natal (Madina) menggelar Razia Kasih Sayang terhadap pelajar yang bolos. Razia dilaksanakan di tempat-tempat mangkalnya pelajar yang bolos dari sekolah, Selasa (16/9/2014).

Sebanyak 12 siswa berhasil diamankan Satpol PP dan Dinas Pendidikan Madina yakni 4 siswa dari SMKN 1 Panyabungan, 3 siswa dari Sekolah MMI, 1 siswa SMK I Lembah Sorik Marapi,1 siswa SMAN 1 Panyabungan, 1 siswa SMKN 2 Panyabungan, 1 siswa SMK Willem Iskandar, serta 1 siswa dari SMAN Panyabungan.

Demikian disampaikan Kasatpol PP Madina Hendra P SSTP didampingi Kasi Undang-Undang Pangeran SH di ruang kerjanya usai melakukan Razia Kasih Sayang.

Dikatakan, Razia Kasih Sayang ini salah satu bentuk kepedulian terhadap siswa-siswi yang selalu bolos pada waktu jam pelajaran. Dalam melaksanakan razia, Satpol PP bekerjasama dengan Dinas Pendidikan Madina.

“Razia Kasih Sayang akan terus dilakukan agar siswa-siswi jera bolos dari sekolah. Karena banyak siswa berangkat dari rumah untuk ke sekolah namun kenyataanya hanya singgah di tempat manggkal para pelajar yang selalu bolos dan sebagian lagi mangkal di warung internet (Warnet ),” imbuhnya.

Sebelum diserahkan ke Dinas Pendidikan, Satpol PP Madina terlebih dahulu memberikan pelatihan dan bimbingan terhadap siswa yang terjaring.

Sementara itu Kadis Pendidikan Madina Drs Sahnan Pasaribu MM mengatakan Razia Kasih Sayang yang dilakukan Satpol PP dan Dinas Pendidikan bertujuan untuk menertibkan pelajar yang bolos dari sekolah. Mudah-mudahan upaya yang dilakukan ini berdampak positif terhadap pelajar itu sendiri.

Diminta pada orang tua siswa untuk lebih memperhatikan anaknya, dan kepala sekolah agar memperhatikan lingkungan sekolahnya karena dari berbagai temuan banyak dan peluang siswa-siswi untuk bolos dari sekolah dengan cara melompat pagar dan tembok. Sebagian pagar dan tembok sekolah sudah rusak, untuk itu peran kepala sekolah sangat diutamakan memperhatikan lingkungan sekolah yang rusak.

Kemudian setelah dilakukan pendataan dan pembinaan oleh Dinas Pendidikan, para siswa yang terjaring dalam akan dikembalikan ke kepala sekolah dan orang tua masing-masing untuk mendapatkan pembinaan lebih lanjut, ungkap Sahnan. (BS-026)

Tags
beritaTerkait
Pelajar Indonesia di Turki Berbagi Kebahagiaan Ramadan dengan Anak-Anak Palestina
Pelajar SMPN 1 Beringin Kirim Seribu Surat ke Menteri, Minta Iklan Rokok Dilarang
Jamu Makan Siang Pelajar dari Gwangju, Pj Sekda Kota Medan Harap Dapat Menikmati Kota Medan Bersama Keluarga Baru
Sebanyak 12 Pelajar dari Gwangju Akan Diajarkan Budaya dan Adat Istiadat Yang Ada di Kota Medan
PP PELTI Luncurkan Sekolah Tenis Pelajar Indonesia
Walikota Binjai Ajak Pelajar Komitmen Deklarasi Lawan Geng Motor
komentar
beritaTerbaru
hit tracker