Minggu, 01 November 2026

Soal Bahasa Indonesia UN SMP Rusak

Senin, 05 Mei 2014 11:21 WIB
Soal Bahasa Indonesia UN SMP Rusak
Wagub Sumut Erry Nuradi dan Anggota Komisi E DPRD Sumut Evi Diana Erry membagikan soal UN Bahasa Indonesia secara simbolis kepada siswa sebelum UN berlangsung di SMP Eria, Jalan Sisingamangaraja, Medan, Senin (5/5/2014). (Ist)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp beritasumut.com
+ Gabung
Medan, (beritasumut.com) – Wakil Gubernur Sumatera Utara (Wagub Sumut) Erry Nuradi memantau pelaksanaan Ujian Nasional (UN) SMP sederajat di Medan, Senin (5/5/2014). Dari hasil pantauan, pelaksanaan UN di Sumut secara umum berlangsung lancar dan tertib.
   
Turut dalam rombongan Anggota Komisi E DPRD Sumut Evi Diana, Sekretaris Dinas Pendidikan Sumut Hendri Siregar dan sejumlah pejabat instansi terkait.

Wagub pertama kali memantau UN di SMP Eria, Jalan Sisingamangaraja, Medan. Erry dan Evi secara simbolis membagikan soal UN kepada siswa. Pembagian ini dilakukan beberapa menit sebelum jam ujian berlangsung dengan harapan memberikan semangat kepada para siswa mengerjakan soal ujian. Usia pembagian lembar soal, Erry dan rombongan keluar ruang kelas. Pelaksanaan UN di SMP Eria berlangsung tepat pukul 08.00 WIB.

Usai meninjau pelaksanaan UN di SMP Eria, rombongan kemudian bergerak ke SMP Harapan, Jalan Imam Bonjol, Medan, SMP Methodist, Jalan Hang Tuah, Medan dan berakhir di SMP Negeri 7, Jalan Adam Malik, Medan.

Dari hasil pantauan, Erry dan rombongan menemukan sejumlah persoalan dalam pelaksanaan UN SMP sederajat pada hari pertama. Salah satunya adalah soal ujian nomor 45 mata pelajaran Bahasa Indonesia mengalami kerusakan akibat kesalahan dalam proses percetakan.

Guru pengawas di SMPN 7 Medan misalnya, sengaja menulis instruksi agar murid mengosongkan jawaban mata pelajaran Bahasa Indonesia khusus nomor 45. Kebijakan ini ditempuh agar konsentrasi siswa tidak terganggu menjawab soal lainnya.

“Agar siswa tidak dirugikan, pihak pengawas mengambil kebijakan untuk mengganti lembar pertanyaan dengan soal cadangan. Tetapi ada juga pengawas yang menginstruksikan kepada siswa agar mengosongkan jawaban soal nomor 45,” ujar Erry.

Erry menjelaskan, kerusakan soal nomor 45 di sejumlah lembar pertanyaan siswa diduga akibat kesalahan saat proses percetakan.

“Soal dicetak di Jakarta. Pihak sekolah di Sumut hanya mendistribusikan soal kepada siswa,” jelas Erry.

Meski ditemukan sejumlah soal yang tidak lengkap pada UN SMP sederajat, namun pelaksanaan UN di Sumut berjalan tertib dan lancar. Konsentrasi para siswa terlihat baik dan tidak terganggu.

“Tidak ada kendala berarti yang mengganggu pelaksanaan UN SMP di Sumut. Terkait ada soal yang tidak lengkap, semoga tidak merugikan siswa,” harap Erry.

Data Dinas Pendidikan Sumut mencatat, jumlah siswa SMP Negeri dan Swasta yang mengikuti UN di Sumut sebanyak 199.416 orang, SMP Terbuka 925, SMP Luar Biasa 172 orang, Madrasyah Tsanawiyah 52.602 orang dan Paket B 2.879. (BS-001)

Tags
beritaTerkait
Truk yang Melintasi Jembatan Besi Akan Ditertibkan
Tiga Rumah di Patumbak Rusak Diterjang Puting Beliung
Pemprov Sumut Alokasikan Rp 56,33 Miliar untuk Pemeliharaan Jalan di Langkat
Warga Padang Tualang Keluhkan Jalan Berlobang dan Berdebu
Pemprov Sumut Diminta Segera Identifikasi Jalur Rawan Longsor
Dinas Marga Diminta Perbaiki Jalan Marelan yang Berlubang dan Berlumpur
komentar
beritaTerbaru
hit tracker