Rabu, 29 April 2026

Laga Kambing Dengan Geng Motor, Mahasiswa Darma Agung Tewas

Senin, 21 April 2014 15:12 WIB
Laga Kambing Dengan Geng Motor, Mahasiswa Darma Agung Tewas
Ilustrasi. (Google)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp beritasumut.com
+ Gabung
Medan, (beritasumut.com) – Niat Tuni Aro Halawa (22) warga asal Nias untuk mengahabiskan malam minggu bersama saudaranya Pasirudin (34) dan Yustinus Laia (25), berakhir maut.

Pasalnya, sepeda motor Supra X 125 BB 4564 WC yang ditunggangi  mahasiswa Universitas Darma Agung Medan yang indekos di Jalan  Belanga VII, Kecamatan Medan Petisah, Kota Medan, Sumatera Utara (Sumut) ini beradu kuat dengan sepeda motor Vega R yang ditunggangi dua anggota geng motor saat melintas di Jalan Gatot Subroto, Kecamatan Medan Baru, Kota Medan, Ahad (20/4/2014) dinihari sekitar pukul 03.00 WIB.

Akibat kejadian ini, Tuni yang merupakan mahasiswa semester IV Fisipol ini tewas saat dirujuk ke RS Advent dan Yustinus Laia masih dalam keadaan koma di rumah sakit yang sama. Sementara, Pasirudin tidak mengalami luka sedikit pun.

Informasi yang dihimpun menyebutkan, kejadian bermula saat ketiganya berada di indekos Tuni. Karena suntuk di kamar, Ahad (20/4/2014) sekitar pukul 02.30 WIB, Tuni mengajak Pasirudin dan Yustinus berkeliling di seputaran Jalan Gatot Subroto dengan maksud untuk menghabiskan malam mingguan sekaligus memperkenalkan Medan kepada saudaranya yang baru tiba.

Begitu sepakat, Tuni pun berperan sebagai joki, sementara Yustinus duduk di tengah dan Pasirudin paling belakang. Saat berkeliling, ketiga saudara tersebut sempat singgah makan di Jalan Gatot Subroto.

Usai makan, Tuni mengajak saudaranya untuk beranjak pulang. Saat di jalan pulang, Tuni yang masih berperan sebagai joki memacu sepeda motornya  dengan kecepatan tinggi.

Saat melewati jembatan di Jalan  Gatot Subroto, dengan tiba-tiba sepeda motor Vega R Hitam yang ditunggangi dua anggota geng motor  datang melawan arah dengan kecepatan tinggi. Lantaran sudah terlalu dekat, tabrakan pun tak terelakan lagi.

Akibatnya, semua pengendara pun terpental ke aspal, namun Tuni yang paling parah. Pasalnya Tuni terjatuh dengan posisi tercampak dan kepala langsung membentur aspal. Sementara dua anggota geng motor yang jatuh langsung bangkit dan kabur bersama sepeda motornya.

Sesaat setelah tabrakan, personel Satlantas Polresta Medan turun ke lokasi dan mengevakuasi ketiga korban ke RS Advent.

Saat diboyong ke rumah sakit, Tuni dalam kondisi kondisi kritis dan mengeluarkan banyak darah. Petugas rumah sakit yang melihat Tuni dalam kondisi kritis langsung bergerak cepat dengan memberi oksigen dan memompa jantung Tuni. Namun setelah dirawat sekitar 10 menit, Tuhan berkehendak lain. Nyawa anak ketiga dari 7 bersaudara ini tak terselamatkan.

Kanitlaka Satlantas Polresta Medan AKP Gandhi saat dikonfirmasi mengatakan pihaknya melakukan penyelidikan kasus ini. "Pelaku yang kabur akan kita selidiki terus guna menangkapnya. Saksi-saksi di lokasi akan segera kita panggil untuk dimintai keterangan," ujarnya. (BS-031)

Tags
beritaTerkait
Gagal Rampok Tas Perempuan, Andre Nyaris Tewas Dihakimi Massa
Pembobol Showroom Tewas Ditembak Polisi
Lakukan Perlawanan, Petugas Sat Reskrim Polresta Medan Tembak Pelaku Curat
Habis Minum Tuak Bersama, AN Tikam Teguh Hingga Tewas
Warga Temukan Mayat Terkapar di Jalan MT Haryono
Warga Temukan Mayat di Gorong-gorong Jalan Adam Malik
komentar
beritaTerbaru
hit tracker