Kamis, 23 Juli 2026

HKTI: Banyak Potensi Pertanian di Madina Kurang Diberdayakan

Minggu, 09 Februari 2014 18:22 WIB
HKTI: Banyak Potensi Pertanian di Madina Kurang Diberdayakan
Google
Ilustrasi
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp beritasumut.com
+ Gabung
Panyabungan, (beritasumut.com) – Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) Kabupaten Mandailing Natal (Madina) menilai masih banyak potensi pertanian dan perkebunan di Madina yang luput dari perhatian dan pembinaan dari pemerintah. Padahal jika diberdayakan dengan baik diyakini bisa mencukupi kebutuhan bahkan bisa menjadi daerah penyumbang hasil pertanian bagi daerah lain.

Demikian disamopaikan Wakil Ketua HKTI Madina Hosrot Nasution di Panyabungan, Ahad (9/2/2014).

Menurut Hosrot yang familiar disebut Bang KK ini, potensi pertanian di Madina sangat luar biasa, mulai dari padi, holtikultura dan sayuran. Ini dikarenakan tanah yang subur dan iklim yang pas untuk bercocok tanam. Justru kondisi yang ada saat ini masih menyedihkan, sebab potensi itu kurang diperhatikan sehingga masyarakat Madina sering mengeluhkan hasil tani yang tidak sesuai dengan pengeluaran dan biaya produksi.

Selain potensi alam dan iklim yang mendukung usaha tani dan perkebunan, disampaikan Hosrot, potensi sumber daya manusia juga begitu luar biasa dan sudah terbukti memliki kreatifitas di bidang ilmu pertanian.

Ditambahkannya, Madina sangat kaya dengan potensi SDA dan SDM-nya. Tetapi yang sangat disayangkan potensi yang begitu banyak tidak diberdayakan dan diperhatikan dengan baik. Kemudian tenaga ahli belum maksimal mendapat dukungan dari pemerintah. Padahal ada beberapa orang tenaga ahli swasta yang sudah terbukti memiliki kemampuan dan skill dalam pengembangan produksi tani baik peningkatan hasil maupun cara mengawinkan tanaman yang hasilnya sungguh luar biasa.

“Inilah yang seharusnya dilirik Pemkab Madina untuk dikembangkan, pemerintah mestinya merangkul tenaga-tenaga ahli bidang pertanian untuk disinkronkan dengan program pemerintah demi meningkatkan produksi tani dan kebun di Madina,” ucap Bang KK.

Sebelumnya, salah seorang Pengurus Harian HKTI Madina, Andi, juga menyebutkan bahwa HKTI Madina memiliki banyak program yang akan diluncurkan pada tahun ini. Meski kepengurusan HKTI baru saja dilantik beberapa pekan lalu, namun HKTI sudah mulai menjalankan program dalam pembinaan usaha tani.

Misalnya pembibitan karet yang dikelola dan ditata oleh tenaga ahli dibidangnya dan nantinya akan didistribusikan kepada masyarakat, lalu HKTI juga sedang melaksanakan survei ke pedesaan yang selama ini dikenal dengan produksi taninya, seperti di Kecamatan Ulu Pungkut yang dikenal dengan sayur berupa kentang dan kol, di Desa Tanggabosi, Kecamatan Siabu yang dahulunya dikenal sebagai lumbung padi.

“Setelah kita survei baru dilakukan kajian dimana letak kelemahannya selama ini, sehingga menemukan jawaban apa penyebab usaha pertanian di Madina tidak mampu mensejahterakan masyarakat. Padahal analisis kami jika benar-benar diberdayakan sangat berpotensi untuk mengangkat roda ekonomi masyarakat di Madina. HKTI juga akan mengajak Pemkab Madina menelusuri itu,” ungkapnya. (BS-026)

Tags
beritaTerkait
Perempuan Tani HKTI Salurkan Ribuan Sembako ke Petani Terdampak Covid-19
Perempuan Tani HKTI Berbagi Ribuan Masker untuk Tenaga Medis DKI Jakarta
Perempuan Tani HKTI DKI Jakarta Berikan Bantuan untuk Korban Banjir
Panglima TNI : Pemuda Tani HKTI Asset Bangsa Bidang Pertanian
Saksi Pelapor Sakit Tak Bisa Bicara, Bupati Madina untuk Sementara Aman
 Empat Daerah di Sumut Belum Ambil Vaksin Meningitis untuk Calon Jamaah Haji
komentar
beritaTerbaru
hit tracker