Sabtu, 29 Agustus 2026

Pedagang Buku Bakal Jualan di Tenda

Minggu, 14 Juli 2013 21:03 WIB
Pedagang Buku Bakal Jualan di Tenda
Google
Ilustrasi
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp beritasumut.com
+ Gabung
Medan, (beritasumut.com) – Pedagang buku yang tergabung dalam Persatuan Pedagang Buku Lapangan Merdeka (P2BLM) mengaku sudah bosan dengan janji-janji manis Pemko Medan. Karena itu, mereka mengatakan akan tetap ngotot bertahan meski dilakukkan penggusuran paksa, sebelum janji-janji itu dipenuhi. 

Mereka mengaku akan berjualan di seputaran Lapangan Merdeka menggunakan tenda. "Kami bukan tidak mendukung pembangunan. Kami siap pindah, asalkan semua janji-janji itu dipenuhi. Kalau tidak dipenuhi, maka kami akan tetap bertahan. Kalaupun kios ini dibongkar, kami akan melawan dan tetap berjualan di penggir jalan menggunakan tenda-tenda," kata Sekretaris P2BLM Ida di Medan, Ahad (14/7/2013).

Sesuai dengan kesepakatan bersama di Pos Polisi Lapangan Merdeka, Pemko Medan berjanji akan menyempurnakan kios di Jalan Pegadaian, dengan memperbaiki sarana air bersih, sarana listrik. Musholla termasuk kamar mandi dan tempat wudhuk, sarana kamar mandi umu, rak buku, pintu dan grandel serta memplester dinding belakang kios. Perbaikan itu dilakukan dalam waktu 3 kali 24 jam.

"Surat perjanjian itu ada sama kami. Pemko Medan sudah berjanji untuk menyempurnakan fasilitas di kios Jalan Pegadaian itu, tapi nyatanya abang lihat sendiri. Tidak ada perbaikan yang mereka lakukan," katanya.

Begitu juga dengan legalitas, pedagang buku menunggu keterangan resmi dari PT Kereta Api Indonesia (KAI). Mereka ragu terhadap legalitas itu, sebab pedagang buku sudah mendegar kalau kebaradaan kios di Jalan Pegadaian itu hanya setahun, setelah itu akan digusur kembali. 

"PT KAI kan memiliki rencana untuk membuat rel tambahan, sudah pasti kios di Jalan Pegadaian itu akan kena, sehingga kami akan digusur kembali. Karena itu, kami menolak pindah sebelum ada keterangan kalau kios di Jalan Pegadaian itu akan tetap dipertahankan dalam puluhan tahun ke depan," jelasnya.

Lantas, apa yang bakal pedagang buku lakukan kalau digusur paksa? Ida mengatakan, tetap melawan. Kalaupun kios di Lapangan Merdeka dihancurkan, mereka akan tetap berjualan dengan menggunakan tenda-tenda. 

"Kami akan tetap berjualan disini, meski hanya menggunakan tenda-tenda. Kami juga akan melakukan gugatan hukum ke pengadilan, sebab keberadaan kami di Lapangan Merdeka ini memiliki kekuatan hukum," paparnya.

Asisten Ekonomi dan Pembangunan Pemko Medan Qamarul Fattah mengklaim Pemko Medan sudah memperbaiki kios di Jalan Pegadaian itu. Kalaupun ada pedagang tetap bertahan, maka pihaknya akan melakukan penggusuran paksa. 

"Apapun ceritanya, sisi timur Lapangan Merdeka itu harus menjadi lapangan parkir. Kalau ada pedagang yang tetap bertahan, terpaksa kita gusur paksa," sebutnya.

Kapan dilakukan penggusuran paksa? Qamarul belum bisa memastikan, tapiu menunggu surat dari PT KAI tersebut. Kalau surat dari PT KAI keluar, maka pihaknya akan segera mengirim surat ke pedagang buku untuk pindah. 

"Tuntutan mereka kan legalitas, saya nilai itu wajar. Kalau legalitas sudah keluar, maka semua pedagang buku harus pindah. Kalau ada yang tetap bertahan, kita terpaksa gusur paksa. Sekarang menunggu surat dari PT KAI itu saja," ungkapnya. (BS-024)

beritaTerkait
LPA Deli Serdang Jenguk Anak Korban Kekerasan asal Dairi di RSU Haji Medan
Merasa Kliennya Dikriminalisasi, Pengacara Lima Pengurus Kelenteng O Bin Ciong Angkat Bicara
Bangunan Mewah di Jalan Kemenangan dan Dahlia Kelurahan Sidorejo Hilir Diduga Berdiri Tidak Sesuai Izin Dalam PBG
Sidang Perdana Gugatan PT TSI Terhadap Bank Mandiri Digelar, Tergugat Tak Hadir di PN Medan
CitraLand Tunjukkan Kepedulian Pendidikan Anak Bangsa, Bupati Deliserdang Targetkan 2028 Tak Ada Lagi Sekolah Sore
SSB Tunas Muda U-9 Raih Juara III
komentar
beritaTerbaru
hit tracker