Sabtu, 29 Agustus 2026

Tangki Minyak Meledak, 1 Pekerja Tewas 1 Kritis

Rabu, 10 Juli 2013 02:03 WIB
Tangki Minyak Meledak, 1 Pekerja Tewas 1 Kritis
M Saima Putra
Salim saat mendapat perawatan di RSUD Panyabungan.
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp beritasumut.com
+ Gabung
Panyabungan, (beritasumut.com) – Tangki minyak perusahaan pengolahan aspal PT Sinar Batang Natal (SBN) di Jalan Lingkar Timur, Kelurahan Sipolupolu, Kecamatan Panyabungan, Kabupaten Mandailing Natal (Madina), meledak, Senin (8/7/2013)malam sekitar pukul 21.00 WIB. Akibatnya seorang pekerja, M Amin Lubis (30) tewas dan seorang lainnya, Salim (18) mengalami luka kritis. Kedua korban adalah warga Kelurahan Laru Lombang, Kecamatan Tambangan.

Pantauan beritasumut.com, Selasa (9/7/2013), pintu masuk ke perusahaan yang terletak di sebelah barat Jembatan Aek Pohon itu sudah ditutup dan ketika wartawan hendak masuk tidak diizinkan oleh beberapa orang yang menjaga pintu masuk. Di sekeliling perusahaan saat ini sudah dipasang police line.

Salah seorang warga setempat yang tidak mau menyebutkan namanya mengatakan, peristiwa itu terjadi sekira pukul 21.00 WIB. Menurut informasinya, penyebab kebakaran bermula dari kedua pekerja yang ingin memindahkan solar dari truk tangki ke tangki penyimpanan di camp perusahaan. Salah seorang korban menyalakan korek api sebagai penerang lalu disambar minyak solar kemudian terbakar dan meledak.

“Saya dengar, ketika itu Amin mau memindahkan minyak dari truk tangki ke tangki penyimpanan. Saat mengecek tangki dia menggunakan korek api, disitulah disambar solar. Saat itu juga pakaian Amin terbakar dan tangki meledak, sementara temannya yang satu lagi berhasil lolos karena melompat dari atas tangki namun dia tak luput dari kobaran api, sebagian badannya terbakar,” sebut pria bertubuh tinggi itu.

Kapolres Madina AKBP Mardiaz Kusin Dwihananto yang dikonfirmasi melalui Kasat Reskrim AKP Arfin Fachreza membenarkan terjadinya ledakan dan kebakaran di perusahaan pengolahan aspal PT SBN di Jalan Lingkar Timur, Panyabungan. Namun sejauh ini, Arfin belum bisa memastikan penyebab ledakan dan kebakaran hingga menewaskan satu orang dan satu orang lainnya mengalami luka bakar.

“Sampai saat ini kita masih sedang melakukan olah TKP, belum bisa dipastikan apa penyebabnya dan bagaimana kronologi kejadian,” kata Arfin.

Polres Madina sedang meminta bantuan Tim Laboratorium Forensik Polri di Medan untuk turun ke Madina melakukan olah TKP agar bisa dipastikan penyebab dan kronologi yang sesungguhnya. “Kita sudah minta bantuan tim forensik Polri untuk turun ke Madina melakukan olah TKP,” tambahnya.

Menurut informasi, korban yang tewas M amin Lubis sudah dimakamkan di TPU Kelurahan Laru Lombang pada Selasa dini hari sekira pukul 04.00 WIB, sedangkan korban luka bakar, Salim sedang menjalani perawatan di Ruang Utama RSU Panyabungan. Dari amatan, Salin mengalami luka bakar di bagian leher hingga wajah dan rambutnya dan tangan sebelah kanan namun dia sudah lepas dari masa kritis.

Ketika disambangi wartawan di ruang rawat inap, korban belum bisa memberikan keterangan karena masih trauma atas kejadian yang menimpa dirinya, sementara keluarga salim korban memilih diam dan tidak memberikan keterangan.

“Kami tak tahu soal kejadian, korbanpun dilarang dokter banyak bergerak dan berbicara karena masih mengalami sakit di leher,” ujar salah seorang keluarga korban. (BS-026)

Tags
beritaTerkait
komentar
beritaTerbaru
hit tracker