Sabtu, 09 Mei 2026

Usai UN, Pelajar SMPN 16 Medan Sumbangkan Baju Seragam

Kamis, 25 April 2013 23:22 WIB
Usai UN, Pelajar SMPN 16 Medan Sumbangkan Baju Seragam
Ist
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp beritasumut.com
+ Gabung
Medan, (beritasumut.com) – Pelaksanaan Ujian Nasional (UN) Tingkat SMA dan SMP Tahun 2013 telah usai. Banyak hal yang patut disikapi dan dikoreksi demi peningkatan mutu pendidikan. Seperti keterlambatan pendistribusian dan dugaan kebocoran soal sampai tuntutan UN ditiadakan diharapkan menjadi bahan motivasi dan evaluasi semua pihak ke depan.
 
Penilaian ini disampaikan Anggota Komisi B DPRD Medan Ir Yahya Payungan Lubis di Medan, Kamis (25/04/2013) menyikapi pelaksanaan UN yang banyak sorotan saat ini. Yahya berpendapat bagi siapa yang mengkritik diharapkan dapat memberikan solusi demi kemajuan pendidikan.
 
Kendati banyak tudingan miring dan sorotan terhadap pelaksanaan UN, namun menurut Yahya, di balik semua itu ada hal yang patut dicontoh khususnya dengan aksi sosial yang dilakukan para siswa yakni mengumpulkan baju seragam sekolah untuk disumbangkan.
 
Dikatakan Yahya, perilaku sebagian para siswa yang bersedia mengumpulkan baju seragam untuk disumbangkan patut dicontoh dan diapresiasi. Kerana dapat merubah dan menyadarkan bagi siswa yang telah membudaya dengan aksi coret baju usai berakhir UN. “Perilaku itu harus diteladani dan ditindaklanjuti pihak guru dan pejabat Dinas Pendidikan, karena sangat bermanfaat bagi yang kurang mampu,” terang Yahya.
 
Seperti pantauan wartawan di SMP Negeri 16 Medan, Kamis (25/04/2013), usai berakhirnya UN, sebanyak 262 siswa di sekolah tersebut seluruhnya mengumpulkan baju seragam sekolah yang dikoordinir Kepala SMPN 16 Irnawati MM. Jumlah baju yang dikumpul tergantung kerelaan siswa yang akan disumbangkan kepada adik kelas bahkan bagi siswa dari sekolah lain bagi yang membutuhkan.
 
Dikatakan Irnawati, aksi kumpul baju seragam di SMPN 16 dilakukan untuk menanamkan rasa empati terhadap siswa kepada sesama temannya yang kurang mampu. Selain itu, juga dianggap dapat menghindari aksi coret coret baju usai UN. Bahkan pada hari terakhir UN, pihak sekolah sudah menyiasati seminimal mungkin aksi coret. Pihak sekolah menganjurkan pelajar pakai baju seragam batik, karena jika terjadi pun aksi coret tidak begitu kelihatan.
 
Ditambahkan Irnawati, selain menyarankan pakai baju batik, pihaknya juga punya tips tersendiri yakni selesai UN, murid tidak diperbolehkan langsung pulang. Melainkan, diberikan bimbingan dan arahan di halaman sekolah oleh kepala sekolah selanjutnya disuruh masuk kelas masing-masing dengan alasan menunggu pengumuman dari wali kelas terkait hasil lulusan.

“Tentu dengan cara ini sudah menyita waktu murid agar betah di sekolah dan mengurangi rasa euforia,” ujar Irnawati. (BS-001)

Tags
beritaTerkait
TPS dan PKL Penyebab Kota Medan Gagal Meraih Adipura
Diteror Bunuh OTK, Rajudin Minta Kecurangan Dunia Pendidikan di Medan Direspon Semua Pihak
Poldasu Belum Terima Laporan Terkait Teror Kepada Anggota DPRD Medan
Gagal Rampok Tas Perempuan, Andre Nyaris Tewas Dihakimi Massa
Konflik di Hermes, Pemko Medan Perlu diajak Bicara
PMI Sumut Miliki Markas Komprehensif dan UTD Modern
komentar
beritaTerbaru
hit tracker