Rabu, 21 Oktober 2026

Puisi Rahudman Untuk Mahfud MD

Jumat, 19 April 2013 20:40 WIB
Puisi Rahudman Untuk Mahfud MD
Ist
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp beritasumut.com
+ Gabung
Medan, (beritasumut.com) – Semestinya Indonesia adalah kewibawaan bagi semua, adalah keadilan, adalah kehormatan, adalah kesejahteraan bagi semua, semestinya…..

Demikian sepenggal bait puisi yang dibacakan Walikota Medan Drs H Rahudman Harahap MM ketika menghadiri sekaligus membuka acara Dialog Menatap Indonesia Dalam Persepektif Budaya di Balai Rasa Sayang Hotel Polonia, Medan, Sumatera Utara, Rabu (17/04/2013) malam. Puisi berjudul “Kugantungkan Mimpiku Kepadamu” ini merupakan hasil ciptaan Walikota.

Di tengah kesibukannya mengurusi Kota Medan, Rahudman masih menyempatkan diri untuk membuat puisi. Yang menarik lagi, puisi ini sengaja dibuatnya khusus untuk dipersembahkan kepada mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Prof Dr Mahfud MD yang hadir dalam acara dialog tersebut. “Puisi ini memang sengaja saya buat untuk Bapak Mahfud,” kata Walikota.

Menurut Walikota, puisi ini sengaja dibuatnya sebagai bentuk ungkapan apresiasinya terhadap Mahfud  selaku tokoh nasional. Selain ahli hukum dan ketatanegaraan, Mahfud dinilainya merupakan tokoh yang telah berkiprah dan teruji peran serta kinerjanya. Dimana selama ini selalu memngedepankan pengabdian yang ikhlas dan tulus kepada negara.

Selanjutnya, Walikota membacakan puisi hasil ciptaannya itu dihadapan Mahfud MD, Anggota DPR RI Ramadhan Pohan, Wakil Ketua DPRD Sumut M Affan, Wakil Bupati Serdang Bedagai Soekirman, Ketua DPRD Medan H Amiruddin, Ketua MUI Kota Medan Prof Dr M Hatta serta seniman maupun budayawan yang mengahadiri acara tersebut.

Walaupun tidak sebagus seniman yang membacakan puisi, namun orang nomor satu di Pemko Medan itu begitu fasih membacakan bait demi bait dalam puisi tersebut. Ditambah lagi intonasi suara Walikota begitu pas, dia tahu dimana kalimat yang harus diberi penekanan dan dimana hanya dibaca dengan datar.

Jadi tak heran bisa seluruh pengunjung yang hadir  terkesima. Mereka tidak menyangka Walikota ternyata bisa membaca puisi. Apalagi puisi yang dibacanya itu merupakan hasil karyanya. Begitu selesai membacakan puisi,  suara tepuk tangan penonton membahana dalam ruangan. Bahkan ada yang berteriak agar Walikota membacakan puisi yang lain.

Ketika memberikan sambutan, Walikota mengungkapkan Kota Medan merupakan salah satu basis kebudayaan di Sumatera Utara. Banyak budayawan dari Kota Medan yang mampu membawa nama baik  Ibukota Provinsi Sumatera Utara di tingkat nasional seperti Marari Siregar, Burhan Piliang, Dahri Uhum Nasution dan lain sebagainya. “Ini membuktikan Kota Medan kaya akan pemikiran-pemikiran budaya,” ungkapnya.

Atas dasar itulah, Pemko Medan memberikan perhatian khusus terhadap perkembangan budaya di Medan. Sebab, budaya merupakan aset daerah sebagai pucuk-pucuk kebudayaan nasional. Langkah ini semakin dikuatkan dengan akan dibangunnya Taman Budaya Sumatera Utara (TBSU) menjadi Gedung Kesenian Kota Medan. “Kita harapkan Gedung Kesenian Medan yang akan dibangun nanti dapat melahirkan kembali budayawan, seniman dan sastrawan yang andal,” harapnya.

Itu sebabnya dengan kehadiran Mahfud MD, Walikota yakin akan menjadi tambahan semangat dan motivasi baru bagi semua dalam mewujudkan hal tersebut. Hal ini tentunya tidak terlepas dari  track recordnya selama ini. Mahfud dinilai sebagai tokoh nasional yang memiliki integritas, berani dan tegas  pada sejarah kepemimpinanya.

Sementara itu H Ahmad Sulben Siagian selaku Pemimpin Umum Harian Mandiri yang menggelar dialog menjelaskan, Mahfud MD sampai saat ini sebagai tokoh nasional terbersih selama jabatannya sebagai Ketua MK. “Karena itulah Bapak Mahfud senagaja kita undang untuk menghadiri acara dialog ini,” kata Sulben.

Menurut Sulben, dialog ini sengaja digelar dengan tema “Menatap Indonesia Dalam Persepktif Budaya” karena masyarakatnya saat ini kurang berbudaya. Untuk itulah melalui dialog ini, Sulben mengajak semua yang hadir untuk menjadikan kembali seluruh masyarakat Indonesia menjadi masyarakat yang berbudaya.

Sebelum dialog dimulai, Walikota memberikan pakaian adat Melayu kepada Mahfud sebagai bentuk apresiasi dan penghormatan. Kemudian ditambah lagi dengan penyerahan kain ulos. Setelah itu giliran Mahfud menyerahkan buku hasil karyanya berjudul “Terus Mengalir” kepada Walikota serta sejumlah undangan yang hadir.

Kemudian diteruskan dengan penampilan penyair sekaligus jurnalis Teja Purnama. Pria berambut gondrong ini membacakan puisi berjudul “Namaku Mardiko” ciptaan Choking Susilo Sakeh. Tidak ketinggalan Wakil Ketua DPRD Sumut M Affan membawakan pusi hasil karya WS Rendra. Acara pembukaan dimeriahkan lagi dengan musikalisasi puisi dan orasi budaya oleh Zaidan BS. Setelah itu Mahfud MD menjadi narasumber dalam dialog budaya dengan moderator A Hakim Siagian SH MHum. (BS-024)

Tags
beritaTerkait
Guru Madrasah Asal Sumut Raih Rekor MURI Penulisan Buku Antologi Puisi Etnik Nusantara
Gunakan Teknologi untuk Belajar Sastra, Guru SD Menulis Puisi dengan Media Augmented Reality
Pemko Medan Apresiasi Digelarnya Parade Puisi, Wadah Para Seniman untuk Berkarya
FBS Unimed dan Citra Srikandi Indonesia Kolaborasi Ciptakan Gagasan Melalui Puisi
Tingkatkan Geliat Kesenian, Disparbud Langkat Bersama Penggiat Seni Gelar Seni Puisi
Peringati Hari Pahlawan, RRI Gelar "Malam Apresiasi Puisi untuk Tanah Negeri Ini"
komentar
beritaTerbaru
hit tracker