Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp beritasumut.com
+ Gabung
Medan, (beritasumut.com) – Perawat yang andal tentunya bukan hanya cekatan dalam memberikan asuhan keperawatan, pintar dalam menggunakan alat-alat medis tetapi juga harus memiliki etika dan empati dalam merawat pasien. Selain itu harus mampu memberikan keramahan kepada seluruh pasien maupun keluarganya sekaligus memberikan pelayanan secara professional.
Demikian disampaikan Walikota Medan Drs H Rahudman Harahap MM dalam acara jamuan makan malam dengan peserta 2013 Medan International Nursing Confrence di Garuda Plaza Hotel, Medan, Sumatera Utara, Senin (01/04/2013) malam. Untuk itu Walikota berharap agar konferensi ini mampu menghasilkan keputusan-keputusan guna meningkatkan skill dan SDM para perawat.
“Ada 3 hal yang mau saya sampaikan dalam konferensi keperawatan ini, pertama bagaimanan meningkatkan SDM para perawat. Kedua, meroformasi moral para perawat. Selama ini perawat kurang memberikan pelayanan yang baik kepada pasien maupun keluarganya. Sedangkan yang ketiga, bagaimana menyediakan sarana dan prasarana yang media bagi para perawat,” kata Walikota.
Di samping itu Walikota juga berharap agar konferensi keperawatan ini dapat menghasilkan keputusan yang strategis dalam rangka mengingkat derajat kesehatan masayarakat. Sebab, masalah kesehatan kini menjadi prioritas utama yang dilaksanakan Pemko Medan selain bidang pendidikan, ekonomi, maupun yang lainnya.
Untuk meningkatkan derajat kesehatan masyarakat, Walikota menjelaskan Pemko Medan melalui Dinas Kesehatan Kota Medan telah mengoperasikan sejumlah puskesmas selama 24 jam. Jadi kapan saja warga yang ingin membutuhkan perawatan kesehatan dapat dilayani dengan baik. Selain itu setiap puskesmas dilengkapi dengan 5 orang dokter. Dari 5 dokter, 3 merupakan dokter umum dan 2 lagi dokter gigi. Ditambah lagi dengan kehadiran dokter spesialis yang datang secara rutin.
“Hal ini saya lakukan agar seluruh masyarakat dapat merasakan pelayanan di bidang kesehatan dengan baik. Artinya, setiap warga yang datang berobat ke puskesmas harus dilayani dengan sebaik mungkin. Selain pelayanan, warga juga dapat merasakan pelayanan medis langsung dari dokter,” ungkapnya.
Terkait dengan pelayanan, Walikota menyatakan keinginannya untuk merlakukan reformasi moral, khususnya terhadap tenaga perawat di RSUP dr Pirngadi Medan. Dia ingin perawat yang bertugas di rumah sakit milik Pemko Medan itu sama seperti dengan perawat-perawat yan g bertugas di rumah sakit milik swasta seperti RS Colombia Medan. “Dengan perawatan seperti itulah, maka pasien maupun keluarganya akan merasa lebih nyaman,” paparnya.
Selanjutnya, Walikota yang hadir bersama Wakil Walikota Drs H Dzulmi Eldin MSi, Sekda Ir Syaiful Bahri Lubis MM, serta sejumlah pimpinan SKPD mengimbau agar Fakultas Keperawatan Universitas Sumatera Utara mampu menghasilkan lulusan perawat yang berkompeten serta dapat menjalin kerjasama dengan pihak-pihak rumah sakit serta asosiasi keperawatan guna lebih meningkatkan lagi kualitas para perawat khususnya di Kota Medan.
“Sebagai ujung tombak dalam memberikan pelayanan kesehatan, peranan perawat sangat strategis terutama dalam mendukung kesembuhan pasien. Untuk itu perawat ketika memberikan perawatan harus lebih ramah dan profesional sehingga masyarakat mau menggunakan pelayanan kesehatan yang diberikan. Dengan demikian mereka tidak terobsesi lagi berobat ke luar negeri,” ujarnya.
Sementara itu Dekan Fakultas Keperawatan USU dr Dedi Ardinata MKes dalam laporannya menjelaskan, 2013 Medan International Nursing Confrence ini diikuti lebih kurang 330 peserta yang berasal dari sejumlah kota di Indonesia. Tujuan konferensi ini dilaksanakan untuk meningkatkan komptensi tenaga perawat sehingga dapat meningkatkan mutu dan kualitasnya. Untuk itu mereka mendatang sejumlah keynote speaker yang berasal dari Amerika serikat, Thailand, Phbilipina dan Malaysia. (BS-024)
Tags
beritaTerkait
komentar