Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp beritasumut.com
+ Gabung
Beritasumut.com-Jurusan Pendidikan Seni Rupa Fakultas Bahasa dan Seni (FBS) Universitas Negeri Medan (Unimed) menggelar Workshop Sosialisasi Karya Gorga dan Tenun Ulos yang dilaksanakan di Ruang Galeri Seni Rupa Unimed.
Acara yang dibuka Dekan FBS Dr Abdurahman Adisaputera MHum dihadiri Kepala Jurusan Seni Rupa Drs Mesra MSn, Sekretaris Jurusan Drs Gamal Karton MSi, Ratri Kartika Sari selaku ARS Managemen Mitra Pelaksana UNESCO Jakarta, Zumri Sulthony SSos MSi Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Prov. Sumatra Utara serta puluhan Mahasiswa jurusan Seni Rupa.
Baca Juga : Belum Terima Bagi Hasil Nyata, Pemprov Sumut Terus Perjuangkan DBH Hasil Perkebunan Hingga 60%
Kegiatan ini menghadirkan narasumber yang sudah berkecimpung lama di bidang Gorga dan Tenun Ulos yakni Manto Manurung (Penggorga Kab. Toba), Jesrai Tambun (Penggorga Kab. Toba), Sartika Sihombing (Penenun Ulos Kab. Tapanuli Utara), Manjunjung Hutabarat (Textile Designer dan Pemerhati Ulos Tapanuli Utara)
Dalam kesempatan itu, Dr Abdurahman Adisaputera menyampaikan terimakasih atas penyenggaraan workshop sosialisasi karya gorga dan tenun ulos.
Baca Juga:
"Kami sangat mengapresiasi khususnya kepada Bu Ratri Kartika Sari ARS Managemen Mitra Pelaksana UNESCO Jakarta dan Dinas pariwisata selaku penyelenggara kegiatan ini. Tentunya penghargaan bagi kami atas kepercayaan untuk menyelenggarakan workshop Sosialisasi karya gorga dan tenun Sumatera Utara yang tentu nya sebagai akademisi untuk melestarikan budaya tradisi yang ada di Sumatera Utara khususnya budaya tenun maupun gorga," ungkapnya dilansir dari laman unimed, Sabtu (11/12/2021).
[br] "Kegiatan ini tentu merupakan suatu baru bagi FBS dan cukup membanggakan ini yang kami hargai suatu bentuk kerjasama yang bisa meningkatkan aktifas akademik di lingkungan FBS maupun menumbuhkan iklim sinergi yang terbangun antara UNESCO dan Dinas Pariwisata Sumatera Utara. mudah-mudahan kegiatan ini mendapat berkah dan manfaat bagi civitas Unimed dan warga masyarakat khususnya menenun Ulos dan Gorga semoga budaya Sumatera Utara menjadi kebanggaan," sambung Dr Abdurahman.
ARS Managemen Mitra Pelaksana UNESCO Jakarta Ratri Kartika Sari mengatakan berbagai aktivitas program KMK telah dilakukan, seperti pembuatanan aplikasi branding usaha, pelatihan marketing digital, dan juga pentingnya legalitas usaha, serta banyak lagi yang lain.
"Aktivitas kita saat ini adalah salah satu aktivitas penutup program KMK di akhir tahun ini untuk wilayah Toba. Kita menghadirkan teman-teman wirausaha KMK ini kepada publik yang lebih luas agar nantinya dapat tercipta kolaborasi ataupun jejaring relasi dengan berbagai pihak dalam sinergi yang positif. Dalam kesempatan ini, kami menghadirkan para wirausaha muda yang bergerak di seni ukir Gorga dan tenun Ulos, usaha yang mendasarkan pada warisan seni budaya lokal agar budaya ini tetap terjaga dan selalu terevitalisasi sesuai dengan perkembangan jaman," jelasnya.
Tentang program Kita Muda Kreatif (KMK) UNESCO Jakarta dan Citi Indonesia, lanjutnya, di bawah dukungan Citi Foundation telah dimulai sejak 2017 dan di tahun ini telah mencapai fase IV dan akan berlanjut kembali di tahun depan. Program Kita Muda Kreatif ini telah melakukan pendampingan bagi wirausaha muda kreatif agar dapat menangkap dan mengembangkan usahanya. Pendampingan ini dilakukan di 6 wilayah di Indonesia, yaitu DI Yogyakarta, Magelang-Jawa Tengah, Bali, Lombok -NTB, Kotatua Jakarta, dan Kawasan Toba-Sumatra Utara.
"Saat ini UNESCO Jakarta telah mendampingi 25 wirausaha muda dari sektor usaha Gorga dan Ulos di bawah program KMK dan sekitar 150 pegiat warisan budaya tak benda di bawah Program Dukungan Masyarakat Pegiat Warisan Budaya Tak Benda di Sumatera Utara (TACW-ICH)," pungkas Ratri Kartika Sari.(BS09)
Baca Juga:
Tags
beritaTerkait
komentar