Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp beritasumut.com
+ Gabung
Beritasumut.com-Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) mengadakan kegiatan Literasi Digital untuk mengedukasi dan mewujudkan masyarakat agar paham akan Literasi Digital yang diadakan di Kota Tebing Tinggi. Dengan adanya Literasi Digital ini diharapkan masyarakat lebih dalam menyikapi dan bijaksana dalam menggunakan digital platform.
Selain di Tebing Tinggi, gelaran ini juga adakan di 77 Kota/ Kabupaten area Sumatera II, mulai dari Aceh sampai Lampung dengan jumlah peserta sebanyak 600 orang di setiap kegiatan yang ditujukan kepada PNS, TNI/Polri, Orang Tua, Pelajar, Penggiat Usaha, Pendakwah dan sebagainya.
Baca Juga : Pemko Medan Apreasiasi Digital Entrepreneurship Academy
Ada 4 kerangka digital yang diberikan dalam kegiatan tersebut, antara lain Digital Skill, Digital Safety, Digital Ethic dan Digital Culture di mana masing-masing kerangka mempunyai beragam tema.
Keynote Speaker yang juga Wali Kota Tebing Tinggi Ir H Umar Zunaidi Hasibuan MM mengatakan, tujuan Literasi Digital adalah agar masyarakat cakap dalam menggunakan teknologi digital, bermanfaat dalam membangun daerah melalui digital platform.
Sementara itu, Dwi Wahyudi selaku Pengurus Wilayah RTIK Indonesia mengatakan, ada beberapa jenis bidang pekerjaan yang banyak dibutuhkan di era Digital. Di antaranya, Social Media Specialist, Content Writer, Video Creator, Design Graphis, Data Analysis dan Web Designer.
[br] Sedangkan untuk sumber penghasilan baru saat ini, dapat dilakukan dengan menjadi Blogger, Youtuber, Podcaster, Influencer, KOL dan Selegram."Untuk modal awal yang penting ada niat dan kemampuan, Smartphone, Laptop, Professional Camera serta pendukung lainnya," ungkap Dwi dalam siaran persnya, Kamis (17/06/2021).
Ade Tri Putra selaku Staff IT Bidang Pengendalian Pelaksanaan Penanaman Modal dan Sistem Informasi Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Kabupaten Deli Serdang menjelaskan, secara umum yang dimaksud dengan Literasi Digital adalah kemampuan menggunakan teknologi informasi dan komunikasi (TIK), untuk menemukan, mengevaluasi, memanfaatkan, membuat dan mengkomunikasikan konten/informasi, dengan kecakapan kognitif maupun teknikal.
Lebih lanjut dijelaskan Ade, Pemerintah juga telah mendukung UMKM dengan mempermudah perijinan berusaha, gerakan nasional bangga buatan Indonesia hingga tersedianya e Commerce dalam memasarkan produk.
Praktisi Pendidikan dan Relawan TIK, Muhamad Ridwan dalam kesempatan ini menjelaskan pentingnya peran orangtua dalam memberikan ajaran tentang keamanan internet untuk anak.
Baca Juga:
"Gadget mendekatkan yang jauh tapi menjauhkan yang dekat. Sebagai contoh tidak ada komunikasi saat makan malam bersama keluarga, karena masing masing sibuk dengan handphonenya.Data dari studi yang didanai UNICEF dan dilaksanakan oleh Kominfo, bahwa 98% anak dan remaja mengenal internet dan 79,5% di antaranya adalah pengguna internet," jelasnya.
[br] Oleh karena itu, Ridwan menjelaskan apa yang harus dilakukan para orang tua dalam menghadapi dunia digital seperti sekarang."Orang tua harus bekerjasama yang baik dalam mendidik anak.Jaga komunikasi dengan anak.Cari tahu, belajar dan belajar terus.Buat kesepakatan dengan anak terkait penggunaan perangkat dan media digital".
Pinjamkan gadget sesuai kebutuhan.Ajak untuk berinteraksi di dunia maya.Pilih aplikasi yang positif dan sesuai dengan usia anak.Berikan penjelasan secukupnya mengenai bahaya dan manfaat perangkat dan media yang digunakan.Selalu mendampingi anak.Dan, aktifkan parental control dan telusuri aktifitas anak di dunia maya," paparnya.
Dosen STAI Tebing Tinggi Deli Dr Muhammad Idris menambahkan, selama ini media informasi sebelum internet seperti eletronik, cetak, dan media luar ruang adalah sebagai pembuat/pemberi sementara masyarakat sebagai pengguna. Sedangkan pada jaman internet, setiap orang adalah pembuat, penyebar dan pengguna.
"Adanya keberlimpahan informasi, membuat kita harus berpikir kritis. Apakah informasi yang diterima dari internet itu selalu benar? Bagaimana menilai kualitas informasi yang diterima.Cara menilai kualitas informasi yang diterima adalah kontennya negatif atau positif, sumbernya apakah dari individu atau kelompok yang kredibel, dan cara penyampaiannya apakah provokatif atau informatif," pungkasnya.(BS02)
Baca Juga:
Tags
beritaTerkait
komentar