Selasa, 27 Oktober 2026

Aza El Munadiyan Sebut Nasib Anak-Anak Indonesia Miris, Minat Membaca Rendah dan Akses Buku Minim

Minggu, 03 Mei 2020 06:05 WIB
Aza El Munadiyan Sebut Nasib Anak-Anak Indonesia Miris, Minat Membaca Rendah dan Akses Buku Minim
BERITASUMUT.COM/IST
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp beritasumut.com
+ Gabung

Beritasumut.com-Nasib anak-anak indonesia dalam hal literasi memprihatinkan, akibat minim akses terhadap buku bacaan, berefek pada minat baca yang rendah. Hal ini diungkap pengamat pendidikan dari Dompet Dhuafa, Aza El Munadiyan, melalui siaran persnya, Minggu (03/05/2020).

"Ada korelasi yang kuat antara akses terhadap buku yang rendah dan budaya membaca di Indonesia. Indeks Alibaca nasional masuk dalam kategori aktivitas literasi rendah, yaitu berada di angka 37,32. Nilai tersebut tersusun atas, dimensi kecakapan sebesar 75,92; dimensi akses sebesar 23,09; dimensi alternatif 40,49; dan dimensi budaya sebesar 28,50. Akses dan budaya menyumbang peranan terkecil sehingga mengakibatkan Indonesia masuk dalam aktivitas literasi rendah,” jelasnya.

Indeks Alibaca ini, sebutnya, bisa diambil dua hal penting. Pertama, dimensi kecakapan secara nasional tinggi yang terkorelasi dengan angka pemberantasan buta aksara dan rata-rata lama sekolah sudah baik. "Artinya anak-anak Indonesia sebenarnya bisa membaca, hanya saja mereka tidak memiliki sesuatu untuk dibaca akibat akses yang kurang terhadap buku dan bahan bacaan. Tidak ada bahan bacaan menyebabkan rendahnya budaya membaca sehingga budaya berbicara tinggi di Indonesia,” papar Aza lebih lanjut.

Baca Juga:

Namun, alumni Universitas Gadjah Mada ini menilai ada ironi yang terjadi antara akses buku dan akses internet. Akses buku yang biasanya diperoleh siswa di sekolah menjadi rendah akibat jumlah ketersediaan dan kualitas buku bacaan di perpustakaan sekolah. Data jumlah sekolah dasar di Indonesia mencapai 148.673 dimana 98.332 memiliki perpustakaan sekolah, sedangkan 34 % atau 50.341 sekolah yang tidak memiliki perpustakaan.

Sedangkan berdasarkan laporan terbaru We Are Social, pada tahun 2020 disebutkan bahwa ada 175,4 juta pengguna internet di Indonesia. Dibandingkan tahun sebelumnya, ada kenaikan 17% atau 25 juta pengguna internet di negeri ini. Artinya dari 272,1 juta jiwa penduduk Indonesia 64% telah merasakan akses ke dunia maya.

Baca Juga:

“Penduduk Idonesia itu gila internet jika dibandingkan dengan negara-negara maju. Dalam sehari penduduk Indonesia menghabiskan waktu hampir 8 jam perhari tepatnya 07.59 untuk mengakses internet. Jauh meninggalkan negara-negara maju seperti Jepang, Jerman, Belanda, Prancis, Australia bahkan Amerika dan China sebagai pusat teknologi informasi dunia," sambungnya.

Maka dari itu, lanjut Aza, Dompet Dhuafa Pendidikan memberikan rekomendasi terkait dengan upaya peningkatan akses dan minat baca anak-anak Indonesia memanfaatkan teknologi informasi. "Pemerintah harus melakukan revolusi kegiatan pembelajaran sehingga kualitas literasi anak-anak Indonesia bisa meningkat,” tegas Aza.

Berikut ini, Aza memaparkan 3 (tiga) rekomendasi Dompet Dhuafa Pendidikan terkait dengan upaya peningkatan akses dan minat baca anak-anak Indonesia memanfaatkan teknologi informasi. "Pertama, mendorong pemerintah untuk menghadirkan pojok baca di sekolah dengan mengoptimalkan dana BOS dan menghadirkan pojok baca di desa-desa dengan mengoptimalkan dana desa. Kedua, mendorong pemerintah dan pegiat pendidikan untuk menghasilkan bahan bacaan berkualitas yang bisa di akses secara online maupun offline. Ketiga, memanfaatkan internet untuk melakukan penetrasi peningkatan akses dan budaya baca rakyat Indonesia," pungkasnya. (Rel)

Tags
beritaTerkait
Prodi Manajemen Pendidikan UMSU Gelar Diklat Menyusun Karya Tulis Praktik Baik Metode STAR
CitraLand Tunjukkan Kepedulian Pendidikan Anak Bangsa, Bupati Deliserdang Targetkan 2028 Tak Ada Lagi Sekolah Sore
Kualitas Pendidikan di Sumatera Utara Masih Timpang, Akademisi Tawarkan Solusi Strategis
Guru Hebat, Indonesia Kuat! Peringatan HGN ke-80 di MAS Proyek Univa Medan Penuh Makna dan Kebersamaan
Dari Pesisir Sunyi ke Panggung Negeri: Kisah Patimah MPd Bawa Wanita Pantai Labu Berdaya
Kapolres Pematangsiantar Kunjungi Yayasan Rumah Ramah Anak Berkebutuhan Khusus
komentar
beritaTerbaru
hit tracker