Selasa, 16 Juni 2026

Prajurit TNI Yonif 136/TS Jadi Guru di Negeri Lima, Maluku Tengah

Senin, 09 Desember 2019 22:15 WIB
Prajurit TNI Yonif 136/TS Jadi Guru di Negeri Lima, Maluku Tengah
BERITASUMUT.COM/IST
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp beritasumut.com
+ Gabung
Beritasumut.com-Dua Prajurit TNI Yonif Raider Khusus 136/Tuah Sakti (TS) yang tergabung dalam Satuan Tugas Operasi Pengamanan Daerah Rawan (Satgas Ops Pamrahwan) melaksanakan kegiatan di bidang pendidikan dalam rangka membantu program pemerintah untuk percepatan kemajuan pendidikan, khususnya di Negeri Lima, Kabupaten Maluku Tengah.
 
Kegiatan yang dilakukan dua Prajurit TNI Yonif Raider Khusus 136/TS dari Pos Negeri Lima SSK I Satgas Ops Pamrahwan Maluku adalah memperbantukan menjadi tenaga pengajar di SD Madrasah Ibtidaiyah Yasifa, Kecamatan Leihitu, Kabupaten Maluku Tengah. Menjadi tenaga pengajar seperti ini dilaksanakan sebagai bentuk kepedulian Satgas Yonif Raider Khusus 136/TS Kostrad yang sedang bertugas di daerah Negeri Lima. Kegiatan mengajar dimulai pada pukul 08.00 s/d pukul 12.00 WIT.
 
Praka Lesmana dan Pratu Iqbal yang merupakan personel dari Pos Negeri Lima SSK I Satgas Ops Pamrahwan Maluku Yonif Raider Khusus 136/TS, ikut mengabdikan menjadi guru pengajar sekaligus Wali Kelas 2 dan Kelas 5 di SD Madrasah Ibtidaiyah Yasifa, guna mengisi kekosongan tenaga pendidik yang tersedia.
 
Komandan Pos (Danpos) Negeri Lima, Lettu Inf M Yusuf mengatakan selain memberikan pelajaran membaca, menulis dan berhitung, kedua personel tersebut juga memberikan materi peraturan baris berbaris, materi wawasan kebangsaan, olah raga serta kedisiplinan lainnya kepada para murid. "Dipilihnya Praka Lesmana dan Pratu Iqbal adalah dikarenakan kedua personel tersebut memiliki kemampuan untuk mengajar, yang sebelumnya sudah dipersiapkan sejak masih berada di home base," ujarnya melalui siaran pers, Senin (09/12/2019).
 
Sementara itu, Kepala Sekolah SD Madrasah Ibtidaiyah Yasifa, Nursing Ningkeula SPd mengungkapkan bahwa saat ini di Madrasah Ibtidaiyah Yasifa hanya memiliki tujuh orang tenaga pendidik yang semuanya merupakan tenaga honorer. “Dari ke tujuh guru tersebut hanya tiga guru saja yang aktif untuk mengajar, sementara jumlah murid yang ada berjumlah 56 orang, sehingga hal tersebut yang membuat terkendalanya proses belajar mengajar di sekolah kami,” ungkapnya.
 
Pada kesempatan tersebut, Nursing Ningkeula menyampaikan ucapan terima kasih kepada personel Satgas Yonif Raider Khusus 136/TS Kostrad yang sudah bersedia dan mau menjadi pengajar dan wali kelas bagi para murid di sekolahnya. “Semoga personel Satgas selalu bersedia untuk mengajar hingga terpenuhinya jumlah tenaga pengajar guru di SD Madrasah Ibtidaiyah Yasifa,” harapnya. (Rel)

Tags
beritaTerkait
Panglima TNI Lakukan Tatap Muka Dengan Ratusan Prajurit di Batam
PBB Anugerahkan Medali Tertinggi kepada Dua Prajurit TNI
Aparat Terus Kejar Pelaku Penembakan 2 Anggota TNI di Maybrat Papua
KSTP Serang Pos Pamtas TNI di Papua, Satu Prajurit TNI Gugur
Empat Prajurit TNI Gugur Saat Kontak Tembak di Kabupaten Nduga Diberi Kenaikan Pangkat
Mahkamah Konstitusi Sidangkan Permohonan Usia Pensiun Prajurit TNI
komentar
beritaTerbaru
hit tracker