Selasa, 11 Agustus 2026

Kemenag Tarik Peredaran Buku Aqidah Akhlak Terbitan Gema Nusa

Selasa, 05 November 2019 23:15 WIB
Kemenag Tarik Peredaran Buku Aqidah Akhlak Terbitan Gema Nusa
BERITASUMUT.COM/IST
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp beritasumut.com
+ Gabung
Beritasumut.com-Buku Kerja Siswa (BKS) “An-Najah” untuk siswa kelas VII Madrasah Tsanawiyah, Mata Pelajaran Aqidah Akhlak, terbitan CV.Gema Nusa, Klaten, Jawa Tengah menimbulkan polemik. Pemicunya, terdapat salah satu pertanyaan latihan dalam buku itu yang dinilai mendiskreditkan amaliyah tahlil. 
 
Direktur Kurikulum, Sarana, Kelembagaan, dan Kesiswaan (KSKK) Madrasah Ditjen Pendidikan Islam Kemenag, A Umar mengaku sudah menugaskan timnya untuk mengklarifikasi persoalan tersebut. Hasilnya, pihak penerbit mengakui kesalahan tersebut dan akan segera menarik bukunya. “Saya apresiasi atas langkah cepat penerbit. Namun demikian, saya mengingatkan agar para penerbit buku pelajaran agama memahami serta patuh pada regulasi perbukuan, yaitu PP No. 75 Tahun 2019 maupun PMA No. 9 tahun 2018,” tegasnya dilansir dari Kemenag.go.id, Selasa (05/11/2019).
 
Menurut Umar, keberadaan regulasi perbukuan untuk melindungi para penerbit dari kemungkinan kesalahan yang berakibat fatal atas terbitan yang telah dilakukannya. Kementerian Agama juga telah menyiapkan unit kerja yang secara khusus bertugas meneliti, menilai, serta sekaligus mengesahkan buku yang akan terbit itu layak terbit dan sudah terhindar dari kesalahan. Unit tersebut adalah Pusat Penelitian dan Pengembangan Lektur dan Khasanah Keagamaan, Balitbang Diklat, Kemenag RI. 
 
“Jangankan penerbit swasta yang diselenggarakan masyarakat, kami sendiri Kementerian Agama RI, bila menyusun buku juga harus mendapat penelitian, penilaian, dan pengesahan dari unit Pusat Lektur,” tegasnya.
 
Dengan kesadaran semua pihak mengikuti prosedur regulasi buku pelajaran agama, Umar berharap kualitas pendidikan madrasah semakin bermutu dan berkontribusi dalam pembelajaran agama dan pembentukan karakter muslim rahmatan lil ‘alamin. “Kita perlu antarkan generasi Islam yang belajar di madrasah menjadi generasi pecinta negeri, pemberi contoh pengamal moderasi beragama dalam mendukung terwujudnya Indonesia unggul,” tutupnya. (BS09)

Tags
beritaTerkait
Walikota Medan Jadi Pembina Apel Hari Amal Bakti ke-78 Kemenag RI
Menag Buka Dialog Budaya Keagamaan, Gus Yaqut Sebut Perbedaan Bisa Dirajut dengan Tradisi Keagamaan dan Kearifan Lokal
Dirjen Bimbingan Masyarakat Hindu Kunjungi Sumut
FKUB Kota Pematangsiantar Silaturahmi dengan Kepala Kankemenag, Tingkatkan Sinergitas
Ini Cerita Calon Pengantin di Pulau Banyak Barat, KUA Belum Tersedia di Wilayah Terpencil Aceh Singkil
Menag Fachrul Razi Apresiasi Pemda Peduli Pendidikan Islam
komentar
beritaTerbaru
hit tracker