Kamis, 30 April 2026

PSGPA Unimed Beri Pembekalan Penelitian Gender Bagi Mahasiswa

Minggu, 26 Mei 2019 07:15 WIB
PSGPA Unimed Beri Pembekalan Penelitian Gender Bagi Mahasiswa
BERITASUMUT.COM/IST
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp beritasumut.com
+ Gabung
Beritasumut.com-PSGPA Unimed megadakan Pembekalan Dalam Rangka Validasi, FGD Dan Indepth Interview Pada Tim PSGPA dan Mahasiswa dengan menghadirkan pembicara Dr Esi Emilia Msi, Dr Kustoro Budiarta ME (Kepala LPPM Unimed), Ir Albaet Fikri MSM (Staf Ahli Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Republik Indonesia) di VIP Room Gedung Serbaguna Unimed, akhir pekan kemarin.
 
Kepala LPPM Dr Kustoro Budiarta dalam sambutannya mengatakan, pendidikan adalah segala usaha pemerintah untuk membuat masyarakat dapat mengembangkan potensi diri agar memiliki kekuatan spritual keagamaan, pengendalian diri, berkepribadian, memiliki kecerdasan, berakhlak mulia, serta memiliki keterampilan yang diperlukan sebagai anggota masyarakat dan warga negara. 
 
"Anak memiliki hak untuk belajar pada sekolah formal yang disediakan pemerintah. Untuk mendukung hal tersebut, pemerintah telah mengeluarkan berbagai undang-undang dan fasilitas agar anak Indonesia memiliki kesempatan untuk memperoleh pendidikan dasar," ujar Dr Kustoro dilansir dari laman unimed.ac.id, Minggu (26/05/2019).
 
Sementara itu, Dr Esi Emilia menjelaskan tujuan pendidikan nasional yang dirumuskan dalam UU Sisdiknas adalah untuk mengembangkan potensi anak didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kretatif, mandiri, dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab.
 
Sedangkan Ir Albaet Fikri menerangkan jika sekolah merupakan salah satu tempat untuk mewujudkan tujuan pendidikan nasional selain dirumah dan dilingkungan. Mahasiswa calon guru dapat menjadi agen perubahan paradigma tentang konsep gender dalam pembelajaran dan agen dalam melindungi siswa dari tindak kekerasan dan berbagai potensi msalah yang dihadapi siswa sekolah dan rumah. 
 
"Dengan demikian guru diharapkan dapat menciptakan kondisi belajar yang menghargai kesetaraan gender dengan mendukung murid laki-laki maupun perempuan untuk memiliki kesempatan yang sama," jelasnya.
 
Adapun tujuan kegiatan ini adalah mengetahui kasus-kasus dan potensi permasalahan anak disekolah serta penanganannya, mengumpulkan ide-ide atau sumbang saran dalam penanganan permasalahan anak dan bias gender yang terjadi disekolah serta merumuskan peran strategis mahsiswa sebagai agen perlindungan anak dan pengintegrasian gender dalam pembelajaran. (BS09)

Tags
beritaTerkait
Dari Budaya ke Kelas, Penguatan Pendidikan Anti Korupsi dalam Kurikulum Merdeka di Sumatera Utara
Dimanja AI, Daya Juang Belajar Siswa di Sumatera Utara Perlu Dibangkitkan
Polisi Bekuk Pelaku Tunggal Pembunuh Mahasiswa UMA di Patumbak Dijerat Pasal Berlapis dan Berat
Gubernur Sumut Luncurkan Mudik Gratis Lebaran Bagi Mahasiswa di Luar Sumatera
Ubah Lontar Jadi Pemanis Sehat: Ini Dia Inovasi Hebat Karya Mahasiswa UPER
ULBI Kembali Buka Program Ikatan Dinas PosIND Bagi 100 Mahasiswa
komentar
beritaTerbaru
hit tracker