Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp beritasumut.com
+ Gabung
Beritasumut.com-Bupati Pakpak Bharat Dr Remigo Yolando Berutu MFin MBA menyambut para mahasiswa dari Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Sumatera Utara (FKM USU) di Bale Sada Arih, awal pekan kemarin. Para mahasiswa ini direncanakan akan melaksanakan PBL (Pengalaman Belajar Lapangan) selama 8 minggu di Kabupaten Pakpak Bharat.
Bupati didampingi oleh Sekda Sahat Banurea SSos MSi dan Ka Dinas Kesehatan dr Tomas mengapresiasi kehadiran para mahasiswa yang tidak hanya turun untuk mendarmabaktikan ilmunya, tetapi juga hadir sebagai yang memberi warna baru dan pencerahan bagi masyarakat.
“Bangunlah interaksi yang baik dengan masyarakat, apalagi di sini turut hadir para Camat dan Kepala Desa yang akan membantu kalian sekaligus jalan pembuka untuk lebih mengenal wilayah dan masyarakat yang ada di sini," ujar Bupati dilansir dari laman resmi pakpakbharatkab.go.id, Minggu (26/02/2017).
Menurut Bupati, bukan hal yang mudah untuk merubah perilaku walaupun itu sesuatu yang baik. “Pola partisipatif dan pendekatan kultural membantu membuka cakrawala berfikir dari ilmu-ilmu yang kalian dapat diperkuliahan untuk diaplikasikan nantinya di lapangan," terang Bupati.
Seiring visi dan misi Kabupaten ini yang peduli dengan para ibu dan generasi emasnya serta sejalan dengan disiplin ilmu para mahasiswa yang akan turun ke lapangan nantinya, Bupati berharap kehadiran mereka dapat memberi pendampingan kepada para ibu hamil, ibu menyusui, bayi dan balita yang ada di lingkungan sekitar tempat para mahasiswa tersebut bertempat tinggal nantinya.
“Saya titip tugas kepada kalian adik-adik mahasiswa untuk memberi masukan yang bermanfaat kepada para ibu hamil, ibu menyusui serta ibu yang memiliki bayi dan balita, terkait peningkatan gizi dan asupan bernutrisi, termasuk persoalan kesehatan seperti imunisasi, sanitasi dan sebagainya," pinta Bupati.
Dekan FKM USU, Prof Dr Dra Ida Yustina MSi menyambut baik apa yang diutarakan oleh Bupati Remigo. “Mahasiswa bukan hanya menuntut ilmu saja, tetapi juga harus dapat menjadi agent of change (agen perubahan) di tengah-tengah masyarakat. Berikanlah kontribusi dan memberi arti kepada masyarakat walaupun itu sedikit,” tutur Dra Ida.
Mahasiswa-mahasiswa tersebut selanjutnya dibagi ke dalam beberapa kelompok kecil dan disebar pada 12 Desa di empat kecamatan, yaitu Kecamatan Salak (Salak I, Salak II, Penanggalan Binanga Boang dan Boangmanalu), Kecamatan getteng-getteng Sengkut (Kecupak I, Aornakan I dan Aornakan II), Kecamatan Siempat Rube (Siempat Rube I, Siempat Rube II, Traju dan Mungkur), serta Kecamatan Sitellu Tali Urang Julu (Cikaok).(BS02)
Tags
beritaTerkait
komentar