Sabtu, 29 Agustus 2026

Menteri Pendidikan dan Gubsu Kunjungi Yayasan Perguruan Sultan Iskandar Muda

Sabtu, 07 Januari 2017 22:30 WIB
Menteri Pendidikan dan Gubsu Kunjungi Yayasan Perguruan Sultan Iskandar Muda
BERITASUMUT.COM/IST
Menteri Pendidikan, Gubsu, Sofyan Tan foto bersama Yayasan Perguruan Sultan Iskandar Muda.
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp beritasumut.com
+ Gabung
Beritasumut.com-Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Muhadjir Effendy didampingi Gubsu HT Erry Nuradi mengunjungi sekolah pembauran Yayasan Perguruan Sultan Iskandar Muda dalam rangka peresmian gedung sekolah dan Pura, Sabtu (7/1/2017).
 
Hadir juga di sekolah pembauran yang mengedepankan toleransi atau dikenal dengan sekolah multi etnis dan agama ini yakni Buya Syafii Maarif anggota DPR RI, pendiri Yayasan Perguruan Sultan Iskandar Muda Sofyan Tan, Sekretaris Jenderal Kemdikbud Didik Suhardi, Dirjen Dikdasmen Hamid Muhammad, Walikota Medan Dzulmi Eldin dan undangan.
 
Mendikbud Muhadjir Effendy menyebutkan, yayasan pendidikan penerima MAARIF Award 2014 ini mempunyai ciri khas menyemaikan nilai-nilai toleransi dan penghargaan terhadap n dengan berpijak pada pendidikan inklusif. "Keragaman latar belakang siswanya sangat kental, sekolah ini mencerminkan miniatur Indonesia," sebut Muhadjir.
 
Pihak sekolah memfasilitasi keragaman agama siswanya, bangunan ibadah masing-masing agama dibangun berdampingan di komplek sekolah. "Toleransi dan kerukunan merupakan dua hal tak terpisahkan dari budaya gotong royong," sambung Muhadjir.
 
Mendikbud mengapresiasi prakarsa Sofyan Tan, merintis dan membesarkan lembaga pendidikan itu tidak mudah, apalagi sekolah yang dibangunnya atas dasar budaya gotong-royong dan merangkul kemajemukan. "Membangun sekolah dari dana patungan. Ini luar biasa, sangat pantas mendapat penghargaan seperti MAARIF Award," terang mantan Rektor Universitas Muhammadiyah Malang ini.
 
Sementara itu, Buya Syafii didaulat untuk meresmikan Pura. Bangunan Pura yang baru dibuka itu diapit bangunan Vihara dan Masjid yang berdampingan dengan gereja."Sekolah yang toleran itu tunas peradaban. Toleransi inti keberadaban. Ini perlu ditegaskan di saat kita sekarang dirundung intoleransi dan kebencian, tidak hanya di Indonesia tapi juga fenomena global. Dunia pendidikan harus melek soal ancaman ini," kata Buya Syafii.
 
Gubsu HT Erry Nuradi menambahkan, keragaman etnis masyarakat Sumatera Utara merupakan anugerah yang memperkaya mozaik Indonesia. Setiap masalah yang bersinggungan dengan isu-isu SARA selalu direspon cepat pemerintah daerah dengan dukungan pemuka agama dan tokoh masyarakat. "Masyarakat hidup berdampingan tanpa mempersalahkan perbedaan," sebut Erry.(BS03)
 

Tags
beritaTerkait
Gubernur Sumut Akan Kuliahkan Kakak Beradik Yatim Piatu di Nias, Hingga Tamat
Hadiri Governansi Insight Forum OJK, Pj Gubernur Pamit ke Komunitas Jasa Keuangan dan Perbankan Sumut
 Pj Gubernur Sumut Hadiri Rapat Paripurna DPRD Penetapan Paslon Gubernur dan Wagub Terpilih Sumut Hasil Pilkada 2024
Ikuti Paripurna Pengumuman Penetapan Gubsu-Wagubsu Terpilih, Bobby Nasution: Insya Allah Amanah Ini Kami Jalankan Sebaik-baiknya
Gugatan Edy Rahmayadi soal Hasil Pilgub Sumut di MK Kandas
Anwar Usman Tak Ikut Putuskan Sengketa Pilgub Sumut Sebab Bobby Pihak Terkait
komentar
beritaTerbaru
hit tracker