Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp beritasumut.com
+ Gabung
Beritasumut.com-Direktorat Jenderal (Ditjen) Bimas Katolik memfokuskan sasaran strategis pelaksanaan program di tahun 2016 salah satunya terhadap fungsi kualitas pendidikan agama dan keagamaan dan menyelesaikan sisa hutang pembayaran Tunjangan Profesi Guru dan Tunjangan Fungsional Guru (TPG/TFG) di lingkungan Ditjen Bimas Katolik.
“Anggaran yang tersedia, salah satunya akan diprioritaskan membayar hutang atau terhutang tunjangan guru yang masih tersisa dengan mengalokasikan sebesar Rp504 Miliar melalui program anggaran Penyelenggaanaan Administrasi Perkantoran Pendidikan Bimas Katolik,” terang Dirjen Bimas Katolik Eusabius Binsai saat konferensi pers di Kantor Kementerian Agama Jalan MH Thamrin No 6 Jakarta, Selasa (28/06/2016) kemarin.
Dikatakan Eusabius, Ditjen Bimas Katolik memliki pagu anggaran sebesar 824 Miliar dan terbagi dalam 4 capaian indikator kinerja program, yang salah satunya memprioritaskan penyelesaian sisa hutang atau terhutang pada tunjangan profesi guru dan tunjangan fungsional guru dilakukan dengan melakukan revisi anggaran program kegiatan lainnya yang telah disisir dan dianggap dapat ditunda atau dialihkan pada alokasi anggaran tahun 2017 selanjutnya.
Baca Juga:
Harapanya, ujar Dirjen, permasalahan hutang atau terhutang dapat diselesaikan pada pagu anggaran sebesar Rp824 Miliar, karena sampai per 27 Juni 2016 baru terealisasi sebesar Rp252 Miliar atau 31,21%.“Kita selalu berupaya melaksanakan kegiatan sesuai fungsi dan program prioritas Ditjen Bimas Katolik, salah satunya menyelesaikan hutang tunjangan guru,” ungkap Eusabius yang didampingi Direktur Urusan Agama Katolik Sihar Petrus Simbolon.
Sesuai yang tertuang dalam KMA no 39 Tahun 2015, Menteri Agama RI Lukman Hakim Saifuddin telah menetapkan Rencana Strategis Kementerian Agama Tahun 2015-2019, oleh karenanya, terang Dirjen, Ditjen Bimas Katolik mendukung pencapaian visi tersebut untuk mengelola Program Bimbingan Masyarakat Katolik terhadap fungsi kualitas pendidikan agama dan keagamaan. Salah satunya meningkatkan kualitas pendidikan agama dan keagamaan Katolik sesuai kebijakan di bidang urusan agama dan pendidikan agama dan keagamaan Katolik terang Eusabius.
Baca Juga:
Di samping itu, kepada pers, Eusabius menjelaskan, pagu indikatif untuk tahun 2017 yang sebesar Rp848 Miliar atau 55,58% mengalami penurunan sebesar 1,09% di bandingkan tahun 2016, namun hal tersebut tidak menyurutkan kinerja Ditjen Bimas Katolik dalam pengalokasian anggaran untuk memenuhi sasaran strategis tercapainya tenaga pendidikan dan kependidikan agama katolik yang berkualitas, peserta didik dan mahasiswa yang berkualitas serta lembaga pendidikan keagamaan katolik yang berkualitas yang memenuhi standar nasional.
“Dengan total pagu 824 Miliar tersebut, terjadi keseimbangan dalam melaksanakan fungsi pendidikan yang sebagai besar dialokasikan membayar tunjangan profesi dan fungsioanl guru dengan pengalokasikanya tersebar merata di 350 Satker Anggaran yang terdiri dari 1 Satker Pusat, 34 Satker Provinsi dan 315 Satker Kabupaten/Kota,” ujar Dirjen dilansir dari laman resmi kemenag.go.id. (BS02)
Tags
beritaTerkait
komentar