KADIN Medan Apresiasi TNI AL Tangkap Begal di Belawan, Dinilai Tingkatkan Keamanan
KADIN Medan apresiasi TNI AL tangkap begal di Belawan. Langkah tegas dinilai tingkatkan keamanan dan kepercayaan dunia usaha.
Peristiwa
beritasumut.com - Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan menegaskan bahwasanya mekanisme rujukan terutama dari Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) ke Fasilitas Kesehatan Tingkat Lanjutan (FKTL) tidak bisa dilakukan secara sembarang.
Hal ini ditegaskan oleh Kepala Cabang BPJS Kesehatan Cabang Medan dr Yasmine Ramadhana Harahap kepada wartawan, kemarin.
Yasmine menjelaskan, mekanisme rujukan dalam sistem perobatan juga telah diatur oleh Peraturan Menteri Kesehatan (Permenkes). Hal ini, sebutnya agar menghindari rumah sakit (RS) menjadi Puskesmas raksasa.
"Jadi memang rujukan itu sudah diatur di Permenkes, harus berjenjang. Agar jangan sampai RS jadi Puskemas raksasa. Peserta JKN ini kan udh 90 persen dari jumlah penduduk, kalau mekanisme rujukan tidak diatur akan membludak (pasien di) RS," ungkapnya kepada wartawan.
Oleh karena itu, terang dia, mekanisme rujukan itu harus sesuai dengan indikasi medis. Di mana harus ada penyakit yang harus tuntas di FKTP atau memang harus mendapatkan rujukan ke rumah sakit.
"Ini juga sesuai dengan konsil kedokteran Indonesia bahwa ada 144 diagnosa yang harus tuntas di FKTP. Jadi memang penyelesaiannya itu harus di dokter umum harus tuntas di sana tidak bisa dirujuk," terangnya.
Tetapi, sambung dia, bila dokter di FKTP sudah menangani, namun membutuhkan penanganan lebih, baru pasien bisa dirujuk. Namun, Yasmine sekali lagi menegaskan, bahwa rujukan itu tidak bisa diminta.
"Kecuali emergency, itu boleh langsung dibawa ke rumah sakit," ujarnya.
[br] Yasmine menuturkan, dari 144 diagnosa itu, misalnya adalah demam tifoid, demam biasa, lambung, diare, termasuk hipertensi dan gula. Namun kalau hipertensi dan gula ini derajatnya, mana yang tetap di FKTP atau mana yang akan dirujuk.
Akan tetapi, kalau dia sudah pasien rutin yang diagnosanya sudah tegak, jika penyakitnya dianggap sudah terkendali maka dia juga akan dikembalikan dari rumah sakit ke puskesmas. Tapi obatnya, sambung Yasmine sama dengan yang diberikan rumah sakit.
"Nanti setiap bulan keempat dia akan kembali kontrol ke rumah sakit. Karena kan kasian kalau cuma ambil obat harus ke rumah sakit, apalagi jika jaraknya jauh," pungkasnya.(BS04)
KADIN Medan apresiasi TNI AL tangkap begal di Belawan. Langkah tegas dinilai tingkatkan keamanan dan kepercayaan dunia usaha.
Peristiwa
Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) mengingatkan peserta, operator perusahaan, dan mentor Program Magang Nasional (MagangHub Kemnaker)
Ekonomi
Menteri Ketenagakerjaan (Menaker), Yassierli menegaskan bahwa keselamatan pekerja tidak boleh dipertaruhkan.
Ekonomi
beritasumut.com Pertamina Patra Niaga kembali menorehkan prestasi membanggakan dengan meraih penghargaan dalam ajang Program Penilaian Peri
Politik & Pemerintahan
beritasumut.com PT Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut melalui Fuel Terminal (FT) Krueng Raya meresmikan Foodcourt UMKM Desa Meunasah M
Ekonomi
beritasumut.com PT Pertamina Patra Niaga melalui Fuel Terminal Medan mempertegas komitmennya dalam mendukung pembangunan keluarga dan kesej
Pendidikan
Implementasi Permendag 24/2025 tersendat, KADIN dorong sinkronisasi kebijakan dan skema impor plastik bekas terkendali.
Ekonomi
Kemnaker kembali membuka program Pembinaan dan Sertifikasi Ahli Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) Umum Batch 2 dengan kuota 2.100 pesert
Pendidikan
beritasumut.com Kualitas pendidikan di Provinsi Sumatera Utara masih menghadapi berbagai tantangan serius, terutama terkait kesenjangan an
Pendidikan
beritasumut.comKamar Dagang dan Industri (KADIN) Kota Medan memperingatkan potensi tekanan inflasi pangan akibat kelangkaan bahan baku plas
Ekonomi