Minggu, 19 April 2026

Pandemi Covid-19 Pengaruhi Kejiwaan, Kasus Positif Masih Bertambah

Rabu, 14 Juli 2021 13:00 WIB
Pandemi Covid-19 Pengaruhi Kejiwaan, Kasus Positif Masih Bertambah
beritasumut.com/ist
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp beritasumut.com
+ Gabung

beritasumut.com - Pandemi Covid-19 yang telah berlangsung selama hampir dua tahun telah memberikan banyak dampak yang besar bagi masyarakat. Bahkan di bidang kesehatan sendiri, selain berpengaruh kepada kondisi fisik seseorang, pandemi Covid-19 juga sedikit banyak telah berpengaruh kepada aspek psikologis.

Dokter spesialis kejiwaan FK USU, Dr drElmeidaEffendy MKed KJ SpKJ (K) menyatakan, meski peningkatan gangguan kejiwaan belum dapat dipastikan akibat pandemi, namun gejala atau simtomatik psikologis yang dikeluhkan oleh kebanyakan orang memang bertambah.

"Hal itu seperti kecemasan, depresi, rasa panik, rasa tidak nyaman, tidak ingin melakukan apapun, apatis hingga kecenderungan melukai diri," ungkapnya, Selasa (13/07/2021).

Elmeida memperkirakan, peningkatan simtomatik psikologis ini bahkan mencapai sekitar 10-30 persen. Biasanya, ujar dia, karena orang mulai merasa bosan dan uring-uringan dengan kecemasan yang terus bertambah di saat pandemi ini.

Amatan di masyarakat, rasa bosan, cemas dan apatis ini memang sangat begitu nyata terlihat. Misalkan saja, ada sekelompok orang yang begitu paranoidnya dengan Covid-19, sehingga sangat betul-betul menjaga kontak dengan orang lain dan selalu melakukan disinfkesi diri setelah terlibat kontak dengan lawan bicara. Namun ada juga yang sama sekali tidak lagi perduli dengan pandemi Covid-19 yang sedang terjadi. Malah untuk menggunakan masker saja, sekelompok orang ini juga enggan melakukannya.

Selain itu, ada juga sekelompok orang yang hanya menjalankan protokol kesehatan dengan seadanya saja. Misalkan dia rutin menggunakan masker dan melaksanakan protokol kesehatan, tetapi saat berkumpul bersama teman atau kerabat, masker itu malah dibuka.

Menurut Elmeida, untuk menghindari terjadinya simtomatik psikologis saat pandemi Covid-19 yang berkepanjangan ini, dapat dimulai dengan rasa syukur masih diberikan nikmat kesehatan. Kemudian berupaya meningkatkan kegiatan dan hubungan keluarga dalam rumah, hingga membuat aktivitas menarik yang bisa dilakukan di dalam rumah.

"Selain itu manfaatkan juga teknologi untuk berkomunikasi agar kecemasan, depresi, rasa panik, rasa tidak nyaman, tidak ingin melakukan apapun, apatis hingga kecenderungan melukai diri ini dapat dihindari," pungkasnya.

[br] Sementara itu, berdasarkan laporan media harian tanggal 13 Juli 2021 milik Kemenkes RI yang disampaikan oleh BNPB, diketahui terjadi penambahan yang sangat signifikan atas kasus baru Covid-19 di Provinsi Sumut. Di mana dalam satu hari terjadi lonjakan hingga sebanyak 811 kasus positif baru.

Atas penambahan ini, maka total kasus konfirmasi di Sumut pun meningkat dari 38.946 menjadi 39.757 orang. Sumut menjadi Provinsi terbanyak kesembilan yang melaporkan penambahan kasus baru Covid-19 di tanah air.

Selanjutnya, untuk angka kesembuhan, Sumut memperoleh penambahan 203 orang dari 34.238 orang menjadi 34.441 orang. Sedangkan untuk kasus baru kematian, Sumut memperoleh penambahan sebanyak 10 orang, dari 1.247 kasus menjadi 1.257 kasus.

Oleh karena itu, dari data tersebut maka saat ini kasus aktif Covid-19 di Provinsi Sumut mengalami peningkatan tajam menjadi 4.059 orang. Plt Kepala Dinas Kesehatan Sumut dr Aris Yudhariansyah yang dikonfirmasi terkait ini tidak memberikan jawaban.(BS04)

Tags
beritaTerkait
Pandemi Belum Dicabut, Masyarakat Sudah Acuh
Presiden Jokowi Beri Penghargaan Atas Kontribusi Dalam Penanganan Pandemi COVID-19
 Dinas Kesehatan Klaim Covid-19 Varian Kraken Belum Masuk Sumut
Presiden Apresiasi Budaya Gotong Royong Masyarakat Indonesia Hadapi Pandemi
Masuki Masa Transisi Pandemi, Presiden: Harus Tetap Waspada
Omicron Subvarian XBB Terdeteksi di Indonesia, Kemenkes Minta Masyarakat Waspada
komentar
beritaTerbaru
hit tracker