Selasa, 02 Juni 2026

dr Reisa Motivasi Pasien Covid-19, Selalu Tanamkan Pikiran Positif Agar Cepat Sembuh

Sabtu, 03 Oktober 2020 23:00 WIB
dr Reisa Motivasi Pasien Covid-19, Selalu Tanamkan Pikiran Positif Agar Cepat Sembuh
BERITASUMUT.COM/ILUSTRASI
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp beritasumut.com
+ Gabung

Beritasumut.com-Para tenaga medis yang tengah berjuang memerangi pandemi Covid-19 di garis terdepan menitip pesan agar para penderita Covid-19 tetap semangat dan menanamkan pikiran positif selama menjalani perawatan. Hal itu disampaikan Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19, Dokter Reisa Broto Asmoro, dilansir dari Covid19.go.id, Sabtu (03/10/2020).

Dalam paparannya, dr Reisa mengajak masyarakat untuk mendengar langsung pengalaman dua tenaga medis dalam menangani pasien Covid-19. Salah satunya dr Debryna yang menjadi relawan tim dokter pertama di RS Darurat Covid-19 Wisma Atlit Kemayoran. Dia mengaku melihat secara langsung bahwa pasien dengan pikiran positif lebih cepat sembuh. "Imunitas yang baik itu akan tercipta dari suasana hati. Baru kali ini benar-benar melihat, kalau pasien yang pikirannya bisa positif, pasien yang bisa dibawa enjoy, itu beneran cepat banget sembuhnya. Bahkan gejalanya saja bisa hilang dengan cepat," ujar dr Debryna.

dr Debryna mengaku, jika dalam menjadi relawan Covid-19, mulanya Orangtua tidak setuju. Namun dia terus memberikan pemahaman bahwa yang dilakukannya untuk kemanusiaan dan memastikan keselamatan generasi penerus bangsa. Dia bahkan tak terlalu mengharapkan balasan, meskipun pemerintah telah memberikan instentif atau tunjangan bagi para relawan. "Basis kami kerelawanan, itu tujuan utama kami. Dengan adanya insentif dan lain-lain, itu plus dan terima kasih sekali," ujarnya.

Selain itu Debryna sempat merasa sedih ketika ada teman dekatnya terkena Covid-19. Padahal temannya itu menjaga pola hidup dan pola makan yang sehat. "Tapi namanya manusia, keluputan pasti ada, sehingga terinfeksi dan masuk ICU dan waktu itu keadaannya buruk," ujarnya.

Karenanya, dia berpesan pada masyarakat yang masih meragukan pandemi Covid-19, agar menerapkan protokol kesehatan yang ketat dalam kesehariannya. "Pesan kami pakai masker dan jaga jarak. Jadi nggak peduli kalian sangat percaya atau sangat tidak percaya, intinya kalian lakukan 2 hal itu saja," pesannya.

Pengalaman tak jauh berbeda dibagikan Kepala Perawat ICU RS dr Kanujoso Balikpapan Rustina Susanti. Dia harus mengenakan baju alat pelindung diri (APD) selama 8 jam sehari saat bertugas di Ruang ICU. Meski demikian saat bertugas, dia tak lupa mengingatkan agar pasiennya berpikiran positif dan banyak tertawa agar suasana hati menjadi bahagia.

Tetapi kepada keluarganya, dia harus memberikan pemahaman pada anak-anaknya tentang tanggung jawab mulia yang diembannya. "Mungkin ini imunisasi alami buat kita semua. Yang penting kita semua jaga diri, pakai masker, minum vitamin dan makan teratur, istirahat, semoga kita dijaga oleh Allah SWT," pesannya.

Sama dengan Debryna, Rustina juga bekerja secara ikhlas dan tidak mengharapkan imbalan. Namun ia mengaku mendapatkan insentif atau tunjangan dari pemerintah terhitung sejak Maret lalu. "Alhamdulillah menjadi imun, dan imun buat teman-teman penyemangat," katanya.

Perjuangannya memerangi Covid-19 tidaklah mudah, ada pukulan berat yang sempat dirasakannya. Seorang teman sejawat sesama tenaga medis harus meninggal di ruang ICU tempatnya bertugas, karena terpapar Covid-19. "Ini benar-benar kaya telibat drama, bikin lemas, di saat itu secara otomatis kami yang ada di ruang ICU lemas semuanya," kenang Rustina.

Dia pun berpesan agar masyarakat tetap waspada dan menerapkan protokol kesehatan dengan ketat. Terutama 3M, memakai masker, menjaga jarak, dan rajin mencuci tangan. "Takut boleh, tapi waspada wajib. Kalau takutnya berlebihan, imun kita jadi turun, akhirnya kita menurunkan daya tahan tubuh. Satu pesan saya, kalau ada yang masih tidak percaya, saya antar kita tur ke ruangan saya, saya perlihatkan orang yang sedang berjuang antara hidup dan mati," pesan Rustina.

Setelah mendengar pengalaman para tenaga medis itu, dr Reisa yang memandu perbincangan itu memberikan apresiasinya. Dia berharap dengan suka duka pengalaman para tenaga medis yang bertugas di lapangan, masyarakat yang pesimis akan sadar bahaya Covid-19. "Setelah kita menyimak perbincangan yang menyentuh hati tadi, kita harus menyadari bahwa garda terdepan untuk menghadapi Covid-19 justru adalah kita semua, masyarakat Indonesia yang benar-benar harus disiplin, melaksanakan 3M. Hanya dengan 3M kita mampu memutus mata rantai penyebaran," tutup dr Reisa. (BS09)

Tags
beritaTerkait
Kasus Covid-19 di Singapura Meningkat, Dua Kasus Aktif Dilaporkan di Sumut
Singapura-Malaysia Laporkan Peningkatan Covid-19, Dinkes Sumut Ajak Kembali Jaga Prokes
Pandemi Belum Dicabut, Masyarakat Sudah Acuh
Pemprov Sumut Raih Penghargaan Penanganan Covid-19 Terbaik Ke-2 Wilayah Sumatera
Presiden Jokowi Beri Penghargaan Atas Kontribusi Dalam Penanganan Pandemi COVID-19
Kepada Tim Juri PPKM Award, Edy Rahmayadi Paparkan Strategi Sukses Penanganan Covid-19 di Sumut
komentar
beritaTerbaru
hit tracker