Rabu, 01 Juli 2026

Pemerintah Alokasikan Anggaran Rp83,59 Miliar untuk Pengadaan Bahan Pangan Tambahan Tenaga Kesehatan dan Non-Tenaga Kesehatan Bukan ASN di 34 Provinsi

Rabu, 12 Agustus 2020 22:00 WIB
Pemerintah Alokasikan Anggaran Rp83,59 Miliar untuk Pengadaan Bahan Pangan Tambahan Tenaga Kesehatan dan Non-Tenaga Kesehatan Bukan ASN di 34 Provinsi
BERITASUMUT.COM/IST
Ilustrasi Garda Terdepan Covid-19
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp beritasumut.com
+ Gabung

Beritasumut.com-Pemerintah memberikan bantuan berupa bahan pangan tambahan untuk meningkatkan daya tahan tubuh para tenaga kesehatan dan non-tenaga kesehatan yang bukan ASN di 34 provinsi. Bantuan ini disediakan Kementerian Kesehatan (Kemenkes) melalui dukungan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).

"Pemerintah melalui BNPB mengalokasikan anggaran Rp83,59 miliar untuk pengadaan bahan pangan tambahan para tenaga Kesehatan dan non-tenaga kesehatan tersebut. Hal tersebut sebagai bentuk kepedulian dan perhatian pemerintah kepada para tenaga kesehatan dan non-tenaga kesehatan. Kami berharap bantuan untuk peningkatan asupan gizi mereka dapat memberikan dukungan imunitas sehingga mereka merasa aman dan sehat dalam penanganan Covid," ujar Kepala BNPB Doni Monardo, dilansir dari Covid19.go.id, Rabu (12/08/2020).

Doni Monardo yang juga sebagai Ketua Satuan Tugas (Satgas) Penanganan COVID-19 ini mengatakan, bahan pangan tambahan yang dibagikan kepada 684.900 orang ini untuk memenuhi kebutuhan tambahan gizi kurang lebih selama satu bulan. "Bantuan bahan pangan tambahan yang diberikan berupa tepung terigu, kacang tanah, kacang hijau, minyak goreng, corned beef dan sarden. Jenis bantuan bahan pangan yang dapat diolah tersebut diharapkan menambah gizi para tenaga kesehatan dan non-tenaga kesehatan sebagai penerima bantuan. Bahan pangan tambahan ini dapat memenuhi 30% (690 kalori) dari rata-rata Angka Kecukupan Gizi (AKG) yang dianjurkan untuk orang dewasa baik laki-laki maupun perempuan," jelasnya.

Melalui bantuan yang disediakan oleh Kemenkes, sebutnya, mereka diharapkan dapat meningkatkan daya tahan tubuh di saat menghadapi pasien atau lingkungan kerja pada fasilitas Kesehatan. Mereka membutuhkan imunitas untuk melawan COVID-19.

Sementara itu, para tenaga kesehatan merupakan sosok yang bekerja di garda terdepan untuk merawat pasien yang terpapar virus SARS-CoV-2. Hingga kini sebanyak 22 tenaga kesehatan telah gugur saat menjalankan tugas penanganan virus Korona. Sebagai bentuk penghormatan kepada mereka yang gugur, Presiden Joko Widodo akan memberikan tanda jasa khusus atas pengabdian dalam penanganan COVID-19. (BS09)

Tags
beritaTerkait
RS Adam Malik Raih 4 Penghargaan dari Kemenkes RI untuk Kinerja 2024
Kunjungan Bupati Nias Utara ke Kemenkes RI
Perlu Waspada, Sumut Merupakan Provinsi Kelima Terbanyak Bencana
Tenaga Kesehatan TNI Kembali Diberangkatkan Untuk Misi Kemanusiaan di Gaza
Perawat RS Adam Malik Dipercaya Sebagai TKHK dalam Ibadah Haji 2024
Kasus Covid-19 di Singapura Meningkat, Dua Kasus Aktif Dilaporkan di Sumut
komentar
beritaTerbaru
hit tracker