Kamis, 18 Juni 2026

Inilah Bahayanya Jika Anda Sering Membersihkan Telinga

Jumat, 09 Maret 2018 22:15 WIB
Inilah Bahayanya Jika Anda Sering Membersihkan Telinga
BERITASUMUT.COM/IST
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp beritasumut.com
+ Gabung
Beritasumut.com-Dokter Spesialis Telinga Hidung dan Tenggorokan (THT) dr Wijaya Juwarna SpTHT-KL menghimbau agar tidak selalu sering membersihkan telinga. Pasalnya, hal ini bisa berbahaya terhadap kesehatan telinga, yakni memicu gumpalan serumen (kotoran), apalagi sampai dilakukan dengan cara mengoreknya terlalu dalam.
 
"Kebiasaan membersihkan telinga terlalu sering cukuplah berisiko, karenanya haruslah dihindari. Sebaiknya, bersihkanlah telinga hanya sekali-sekali saja. Tidak perlu terlalu sering," ungkap dr Wijaya kepada wartawan Jumat, (09/03/2018).
 
Ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Cabang Medan ini mengungkapkan, sebenarnya telinga manusia mempunyai mekanisme sendiri untuk membersihkan dan juga mengeluarkan kotoran yang ada di dalamnya. Sehingga bila sering dikorek, serumen akan semakin masuk ke dalam dan menumpuk dalam liang telinga, kemudian menggumpal dan pada akhirnya akan mengeras.
 
"Tanpa dikorek-korek dan dibersihkan menggunakan alat pembersih telinga (cotton buds) juga kotoran telinga sebetulnya bisa keluar dengan sendirinya," jelasnya.
 
dr Wijaya menjelaskan, Serumen memiliki bentuk menyerupai cairan lilin yang cukup lengket serta berwarna kuning. Ini merupakan hasil terjadinya sekresi dari kelenjar yang bernama seruminosa yang ada di liang telinga.Serumen sangat bermanfaat untuk melapisi kulit dari liang telinga dan juga melindungi telinga dari kerusakan dan juga infeksi. 
 
Meski begitu, lanjut dr Wijaya, pada kondisi-kondisi tertentu, serumen bisa menggumpal dan mengeras seperti batu kemudian membentuk sumbatan serumen (serumen prop)."Kotoran telinga sebenarnya berfungsi sebagai pelindung terhadap ancaman masuknya binatang-binatang ke dalam telinga. Adapun kotoran ini rasanya cukup pahit dan juga lengket sehingga jika ada binatang misalnya seperti semut yang masuk, maka bisa mati keracunan ataupun lengket menempel di serumen dan tidak dapat masuk menuju ke dalam telinga," paparnya.
 
dr Wijaya menambahkan, jika kotoran telinga hampir tidak ada ataupun bersih sama sekali, maka binatang-binatang kecil akan mudah masuk serta merusak gendang telinga. Tentunya hal ini sangat fatal dan dapat menimbulkan ketulian."Jadi bagaimanapun juga, serumen atau kotoran telinga ini tetap dibutuhkan untuk melindungi telinga serta indera pendengaran kita," tutupnya.(BS09)

Tags
beritaTerkait
Kualitas Pendidikan di Sumatera Utara Masih Timpang, Akademisi Tawarkan Solusi Strategis
Sarana Air Bersih dan 1.577 Tabung Bright Gas Disalurkan ke Warga Terdampak Bencana di Pidie Jaya
Akses Jalan Terbatas, BPH Migas Jamin Pasokan BBM Jangkau Wilayah Terdampak Bencana Aceh
BPH Migas Dukung Optimalisasi Penyaluran BBM untuk Nelayan di Nias Utara
Guru Hebat, Indonesia Kuat! Peringatan HGN ke-80 di MAS Proyek Univa Medan Penuh Makna dan Kebersamaan
Bank Sumut Siap Fasilitasi Kredit Program Perumahan di Sumut, Targetkan Proses Hanya Tiga Hari
komentar
beritaTerbaru
hit tracker