Sabtu, 18 April 2026

Kanker Serviks Mulai Menyasar Wanita Muda

Rabu, 07 Maret 2018 18:30 WIB
Kanker Serviks Mulai Menyasar Wanita Muda
BERITASUMUT.COM/ILUSTRASI
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp beritasumut.com
+ Gabung
Beritasumut.com-Dokter spesialis Obstetri dan Ginekologi (Obgyn) dr Khairani Sukatendel SpOG menyatakan, bahwasanya penyakit kanker serviks, saat ini sudah tidak lagi hanya menyerang pada wanita yang berusia lanjut saja. Melainkan, penyakit yang disebabkan oleh Human Papilloma Virus (HPV) tersebut trendnya kini juga telah menyerang wanita usia yang jauh lebih muda.
 
"Malah sudah ada kasusnya yang menyerang usia 20an. Tahun lalu di RS Adam Malik ada dua wanita muda menderita kanker serviks, padahal masih berumur 21 tahun," ungkapnya kepada wartawan, Rabu (07/03/2018).
 
Bahkan, tutur Khairani, penyakit kanker serviks yang diderita kedua wanita muda tersebut pada saat berobat sudah menginjak stadium 2. Hal ini, ujarnya, tentu sudah terlambat untuk ditangani. "Kalau sudah stadium 2 sudah tidak bisa diobati lagi. Penanganan yang bisa dilakukan hanya dilakukan kemoterapi," jelasnya.
 
Karenanya, lanjut Khairani, sudah saatnya kampanye deteksi dini kanker serviks tidak lagi dilakukan dengan memandang usia. Deteksi dini menurutnya sudah harus dilakukan, baik kepada wanita yang sudah menikah, maupun yang belum menikah (gadis). "Harusnya deteksi dini itu, tidak lagi memandang usia. Yang penting bila dia sudah melakukan aktivitas seksual wajib deteksi dini," terangnya.
 
Diserangnya wanita muda oleh kanker serviks, sebut Khairani, trendnya telah berlangsung dalam kurun waktu 5 tahun belakangan. Hal ini disebabkan, oleh faktor resikonya berupa aktivitas seksual yang dilakukan pada usia dini dengan mitra seksual yang banyak, dan juga kebiasaan merokok. "Tapi penyebab utamanya kanker serviks ini adalah penularan virus HPV," ujarnya.
 
Hal ini, sambung Khairani, merupakan fenomena prilaku dari para remaja yang sudah kebablasan dalam menjalani gaya hidup tanpa mengindahkan norma-norma maupun agama. Ditambah lagi dengan tidak mendidiknya tayangan sinetron, serta dekatnya akses pornografi melalui internet, membuat remaja rentan melakukan gaya hidup seks bebas.
 
"Jadi perilaku itu kini sulit terhindarkan, dan bentengnya harus dilakukan dari rumah bukan hanya berharap dari dunia pendidikan serta pemerintah saja. Karena dampaknya akan jauh ke depan. Sebab bukan hanya soal kehamilan yang tak diinginkan saja, tapi juga kesehatan reproduksinya ke depan. Kan sayang 10 ke depan fungsi reproduksi generasi muda harus berakhir dengan kanker," pungkasnya. (BS09)

Tags
beritaTerkait
Kepala Dinas Kesehatan Tegaskan Komitmen Pelayanan Pasca-libur Lebaran
BPJS Kesehatan Pastikan Akses Layanan JKN Tetap Terbuka Selama Libur Lebaran
Sidak RSUD Djoelham, Wawako Binjai Pastikan Semua Pelayanan Setara
Wakil Walikota Medan Resmi Berkantor di Rumah Sakit Pirngadi
Walikota Medan Tekankan Pentingnya Pelayanan Kesehatan yang Humanis
Gubernur Sumut Gerak Cepat Beri Solusi Masalah Kesehatan di Nias Utara
komentar
beritaTerbaru
hit tracker