Jumat, 24 April 2026

BPJS : Biaya Tambahan untuk Delapan Penyakit Masih Dalam Kajian

Minggu, 26 November 2017 20:42 WIB
BPJS : Biaya Tambahan untuk Delapan Penyakit Masih Dalam Kajian
beritasumut.com/ist
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp beritasumut.com
+ Gabung
Beritasumut.com-Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan dikabarkan bakal tidak akan menanggung lagi semua biaya perobatan dari delapan penyakit yang butuh perawatan medis lama dan berbiaya tinggi (katastropik). Kedelapan penyakit tersebut berupa, jantung, gagal ginjal, kanker, stroke, sirosis hepatitis, thalasemia, leukimia, dan hemofilia.
 
Kepala BPJS Kesehatan Cabang Medan Ari Dwi Aryani yang dikonfirmasi mengenai masalah ini dengan tegas membantah kabar tersebut. Dikatakannya, pernyataan Direktur Utama BPJS Kesehatan Fahmi Idris yang menyinggung soal pelibatan peserta dalam mendanai biaya perawatan (cost sharing) kedelapan penyakit katastropik itu hanya berupa gambaran dan referensi akademik untuk dapat diketahui.
 
Ari menjelaskan, pada saat itu BPJS Kesehatan diminta untuk memberikan paparan tentang bagaimana negara lain membiayai penyakit katastropik. Sebab, pada negara yang telah terlebih dahulu menjalankan program jaminan sosial, ada dikenakan iuran biaya untuk menanganinya.
 
Seperti halnya dengan Jepang, terang Ari. Disana untuk cakupan katastropik ditentukan berdasarkan usia dan pendapatan. Misalnya sebut dia, usia dibawah 70 tahun dengan pendapatan rata-rata, diberikan coinsurance 1%.
 
Sedangkan di Jerman, lanjut Ari ialah adanya iuran tambahan 1% dari income khusus untuk penyakit kronis (chronic Illness), dan Korea berupa copayment 5-10%. Begitupun di Prancis sambung dia, ada berupa cost sharing bagi chronic illness kecuali bagi perlindungan pendapatan rendah (low income protection), maupun Italia berupa copayment bagi chronic illness kecuali bagi low income protection pula.
 
"Jadi apakah akan diterapkan di indonesia?, hal itu sama sekali belum diputuskan," tegasnya, Minggu (26/11/2017).
 
Karenanya, ujar Ari, masyarakat jangan terlalu cepat panik dengan kabar jika BPJS Kesehatan bakal tidak akan lagi menanggung semua biaya perobatan dari delapan penyakit katastropik. Sebab hal itu menurutnya, hanya berupa kesalahan pengertian saja. "Jangan gaduh dulu. Berita itu bisa menimbulkan salah pengertian," pungkasnya.(BS07)

Tags
beritaTerkait
BPJS Kesehatan Pastikan Akses Layanan JKN Tetap Terbuka Selama Libur Lebaran
17 Juta Peserta Nunggak Iuran BPJS Kesehatan
Menkes Tegaskan Iuran BPJS Kesehatan Harus Naik, Ini Alasannya
Walikota Pematangsiantar Sambut Kunjungan Direktur Jaminan Pelayanan Kesehatan BPJS Kesehatan
 Pemko Gunungsitoli dan BPJS Kesehatan Tandatangani MoU
Permudah Layanan Kepesertaan, BPJS Kesehatan Kenalkan Layanan Keliling
komentar
beritaTerbaru
hit tracker