Selasa, 02 Juni 2026

Menkes Luncurkan Peta Jalan Penanggulangan Gangguan Pengelihatan

Sabtu, 14 Oktober 2017 17:15 WIB
Menkes Luncurkan Peta Jalan Penanggulangan Gangguan Pengelihatan
BERITASUMUT.COM/IST
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp beritasumut.com
+ Gabung
Beritasumut.com-Hasil Survei Kebutaan Rapid Assessment of Avoidable Blindness atau RAAB tahun 2014 2016 di 15 provinsi menunjukkan penyebab utama gangguan penglihatan dan kebutaan adalah kelainan refraksi 10-15% dan katarak 70-80%. Data ini mendasari fokus program penanggulangan gangguan penglihatan dan kebutaan di Indonesia, pada penanggulangan katarak dan kelainan refraksi.
 
Untuk mengatasi permasalahan tersebut, pada peringatan Hari Penglihatan Sedunia tahun 2017, Menteri Kesehatan Prof Dr dr Nila F Moeloek meluncurkan Peta Jalan atau road map Penanggulangan Gangguan Penglihatan 2017-2030. Hal ini bertujuan meningkatkan penanggulangan kebutaan dan penglihatan dengan melaksanakan kegiatan yang mengacu pada suatu peta jalan atau road map.
 
"Peta jalan ini dibuat untuk menggambarkan apa yang harus dilakukan untuk mencapai tujuan dalam penanggulangan gangguan penglihatan guna mewujudkan masyarakat Indonesia memiliki penglihatan yang optimal melalui program mata sehat 2030," ujar Menkes dilansir dari laman resmi depkes.go.id, Sabtu (14/10/2017).
 
Gangguan pengelihatan seperti katarak merupakan penyebab kebutaan tertinggi di Indonesia, maka peta jalan yang akan diluncurkan juga memuat strategi percepatan penanggulangan katarak antara lain meningkatkan jumlah skrining dan operasi katarak secara optimal, mendorong setiap daerah untuk melaksanakan penanggulangan katarak dengan mempertimbangkan aspek demografi dan prevalensi kebutaan, dan memperkuat sistem rujukan mulai dari masyarakat, fasilitas kesehatan primer, fasilitas kesehatan sekunder sampai dengan fasilitas pelayanan kesehatan tersier.
 
Untuk penanggulangan gangguan penglihatan lainnya diperlukan beberapa langkah strategis antara lain menjamin anak sekolah dengan gangguan penglihatan dapat terkoreksi, mengembangkan pola pelayanan kesehatan komprehensif penderita retinopati diabetikum, glaukoma dan low vision, dan mengembangkan konsep rehabilitasi penglihatan yang komprehensif dan inklusif.
 
"Dalam meningkatkan akses masyarakat pada pelayanan kesehatan mata yang komprehensif dan bermutu, kami mempersiapkan sarana dan prasarana pelayanan kesehatan baik Puskesmas maupun Rumah Sakit yang diperkuat dengan pelaksanaan Jaminan Kesehatan Nasional untuk operasi katarak," papar Nila.
 
Hari Penglihatan Sedunia tahun 2017 mengambil tema-nasional Mata Sehat, Investasi Bangsa. Tema ini relevan dengan upaya Pemerintah mencegah dan mengendalikan kebutaan di Indonesia dengan melibatkan seluruh jajaran lintas sektor, organisasi profesi, kalangan swasta, dunia usaha serta seluruh lapisan masyarakat. Sebab, gangguan penglihatan dan kebutaan masih merupakan masalah kesehatan masyarakat di Indonesia.(BS02)

Tags
beritaTerkait
Menaker: Nyawa Pekerja Tak Boleh Jadi Taruhan, Balai K3 Harus Cegah Kecelakaan Kerja
Siap-siap! Kemnaker Buka Lagi Pembinaan K3 Gratis untuk 2.100 Peserta
Pelepasan GoMudik, Menko AHY Ingatkan Pemudik Utamakan Keselamatan
Dari Pesisir Sunyi ke Panggung Negeri: Kisah Patimah MPd Bawa Wanita Pantai Labu Berdaya
Kapolres Pematangsiantar Kunjungi Yayasan Rumah Ramah Anak Berkebutuhan Khusus
Reses DPR ke Polres Pematangsiantar, Hinca Pesankan ini ke AKBP Sah Udur
komentar
beritaTerbaru
hit tracker