Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp beritasumut.com
+ Gabung
Beritasumut.com-Gubernur Sumut Dr Ir H Tengku Erry Nuradi MSi tidak bisa menyembunyikan raut wajah kekecewaannya saat mengetahui Dinas Kesehatan Sumut tidak dapat memaksimalkan program kerjanya. Salah satunya terkait program pemberian bantuan asuransi kesehatan kepada masyarakat di Sumatera Utara.
Dihadapan Deputi Direksi BPJS Kesehatan Wilayah Sumatera Utara dan Aceh, dr Budi Mohammad Arief, Gubsu mengingatkan Kadis Kesehatan Sumut Agustama agar tidak hanya mengandalkan data dari Badan Pusat Statistik (BPS) tetapi juga turun ke lapangan menverifikasi data yang ada apakah sesuai dengan kondisi sebenarnya. Pasalanya menurut Erry, selain sering mendapat laporan dari masyarakat dirinya juga sering mendapati warga miskin yang tidak mendapat bantuan kesehatan maupun bantuan sosial lainnya seperti beras miskin. Disisi lain lanjutnya, ada masyarakat yang secara ekonomi lebih baik tetapi malah mendapat bantuan sosial.
“Terkadang kita sedih di lapangan kita temui banyak masyarakat yang tidak mampu, rumahnya saja sudah mau rubuh. Seperti di Percut sana. Saya tanya ibu sudah dapat kartu BPJS Kesehatan. Mereka jawab belum. Makanya kita ini perlu turun ke masyarakat. Cek, jangan hanya mengandalkan data yang ada dari BPS itu saja,” ujar Erry kepada Agustama di Gubernuran Jalan Sudirman No 41 Medan, Selasa (10/10/2017).
Meskipun tidak membeberkan jumlah bantuan asuransi kesehatan yang sudah terealisasi, namun Erry sempat mengatakan kalau Dinas Kesehatan segera merealisasikan anggaran yang ada.
“Anggarannya ada tapi kenapa kok belum nampak juga kerjanya. Ini sudah bulan 10. Dari Januari lalu sudah saya ingatkan. Saya tidak ingin ada warga Miskin yang tidak dapat asuransi kesehatan padahal anggarannya ada. Manfaatkan relawan-relawan untuk mencari keberadaan warga-warga miskin itu. Kasihan mereka,” ujar Erry lagi.
Terkait masih belum maksimalnya pemberian bantuan kesehatan kepada warga miskin di Sumut, Erry mengaku akan meluncurkan Kartu Sumut Sehat (KSS) dengan menggandeng BPJS Kesehatan dengan harapan penyerapan anggaran bantuan asuransi kesehatan bagi warga miskin bisa maksimal.
“Tadi kita sudah bicarakan dengan pihak BPJS Kesehatan agar KSS ini bisa segera terealisasi. Kita berharap langkah ini juga diikuti oleh Kabupaten Kota lainnya agar masyarakat miskin yang benar-benar membutuhkan jaminan kesehatan bisa tercover,” tegasnya.
Sementara itu Deputi Direksi BPJS Kesehatan Wilayah Sumatera Utara dan Aceh, dr Budi Mohammad Arief menyambut baik langkah yang diambil Gubernur Sumut untuk meluncurkan KSS. Arief pun mengaku pihaknya akan mendukung kebijakan Pemperintah Provinsi Sumut tersebut.
“Setelah ini kita akan teleconfrance dengan Pimpinan BPJS Kesehatan di kabupaten/kota untuk mendorong kegiatan ini. Termasuk juga memudahkan pengurusan BPJS Kesehatan terhadap masyarakat-masyarakat miskin,” ujarnya.
Seperti diketahui Pemerintah Provinsi Sumatera Utara (Pemprovsu) menyediakan dana Rp90 miliar di dalam APBD untuk asuransi kesehatan warga miskin, terutama untuk pengadaan kartu Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS). Dengan dana ini, diharapkan derajat kesehatan warga kurang mampu secara finansial, akan meningkat dibanding tahun sebelumnya.(BS03)
Tags
beritaTerkait
komentar