Sabtu, 13 Juni 2026

Sekitar 12,9 Persen Kematian di Indonesia Disebabkan Penyakit Jantung

Jumat, 04 Agustus 2017 05:45 WIB
Sekitar 12,9 Persen Kematian di Indonesia Disebabkan Penyakit Jantung
BERITASUMUT.COM/ILUSTRASI
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp beritasumut.com
+ Gabung
Beritasumut.com-Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI telah menghimbau, agar seluruh komponen bangsa baik pemerintah, swasta dan masyarakat untuk berpartisipasi dan mendukung upaya pencegahan dan pengendalian faktor risiko penyakit jantung koroner. Sehingga angka kesakitan, kematian dan kecacatan karena penyakit ini  dapat diturunkan.
 
Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Tidak Menular, Kemenkes RI, dr Lily S Sulistyowati menyebutkan, berdasarkan data dari Survey Sample Registration System (SRS) tahun 2014 menunjukkan bahwa penyakit jantung kini menjadi penyebab kematian tertinggi. Bahkan, sekitar 12,9% kematian di Indonesia, diakibatkan oleh penyakit jantung dan pembuluh darah."Hal ini tentu berpotensi untuk terus meningkat setiap tahunnya," ungkap dr Lily kepada wartawan, Kamis (03/08/2017).
 
Penyebab utama meningkatnya penyakit jantung koroner, jelas dia, terutama adalah gaya hidup modern yang minim aktivitas dan gerakan fisik (sedentari). Masyarakat lebih banyak duduk sepanjang hari di balik meja kerja hingga memanfaatkan jasa asisten rumah tangga atau online untuk segala urusannya."Malas bergerak adalah kebiasaan yang perlu diubah. Karena dampak risiko dari gaya hidup, akan mulai terasa setelah bertahun-tahun," jelasnya.
 
Sementara itu, lanjut dia, menurut Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan, Kemenkes tahun 2013, sebanyak 42% atau hampir separuh proporsi penduduk yang masuk dalam kelompok usia di atas 10 tahun berperilaku sedentari atau, 1 dari 4 penduduk kita, menerapkan perilaku sedentari minimal 6 jam setiap harinya. Sedangkan data dari WHO menunjukkan gaya hidup sedentari adalah 1 dari 10 penyebab kematian terbanyak di dunia.
 
Dokter spesialis jantung dan pembuluh darah Dr Vito A Damay Sp JP MKes FIHA FICA mengatakan, gaya hidup yang aktif dan rutin berolahraga, serta menerapkan pola makan seimbang rendah lemak jenuh dan kolesterol merupakan hal yang efektif mencegah faktor risiko utama penyakit jantung. Selain itu, pengasuh redaksi medis klikdokter.com ini juga menyebutkan kolesterol dan penyakit kardiovaskuler juga terkait proses ateroklerosis, yaitu suatu kondisi yang terjadi ketika terbentuk plak pada dinding pembuluh darah arteri.
 
"Sehingga darah sulit untuk mengalir melalui arteri. Plak juga bisa pecah dan memicu terbentuknya bekuan darah dan gangguan aliran darah ini dapat menyebabkan terjadinya serangan jantung atau stroke,” jelasnya.
 
Diny Elvirani selaku Group Business Unit Special Needs and Healthy Lifestyle, Kalbe Nutritionals mengatakan Tahun 2017 ini, bersama dengan Kemenkes, Yayasan Jantung Indonesia dan KlikDokter.com kembali mengkampanyekan gerakan jantung sehat. Hal ini diadakan untuk meminimalisir penderita kolesterol dan jantung koroner yang ada di Indonesia.(BS07)
 

Tags
beritaTerkait
Kepala Dinas Kesehatan Tegaskan Komitmen Pelayanan Pasca-libur Lebaran
BPJS Kesehatan Pastikan Akses Layanan JKN Tetap Terbuka Selama Libur Lebaran
Sidak RSUD Djoelham, Wawako Binjai Pastikan Semua Pelayanan Setara
Wakil Walikota Medan Resmi Berkantor di Rumah Sakit Pirngadi
Walikota Medan Tekankan Pentingnya Pelayanan Kesehatan yang Humanis
Gubernur Sumut Gerak Cepat Beri Solusi Masalah Kesehatan di Nias Utara
komentar
beritaTerbaru
hit tracker