Jumat, 25 September 2026

Dinkes Sumut Wacanakan Perubahan Sistem Pemeriksaan Kesehatan

Senin, 14 November 2016 09:56 WIB
Dinkes Sumut Wacanakan Perubahan Sistem Pemeriksaan Kesehatan
beritasumut.com/ilustrasi
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp beritasumut.com
+ Gabung

Beritasumut.com-Plt Kepala Dinas Kesehatan Sumatera Utara (Sumut) Agustama menilai, minat masyarakat untuk melakukan pemeriksaaan kesehatan secara rutin, sejauh ini masih sangat rendah. Berdasarkan riset yang sudah dilakukan, kata dia, masyarakat di Sumut umumnya baru akan memeriksakan kesehatannya, apabila merasa sudah memiliki gejala penyakit.

Meski demikian, Agustama menjelaskan, rendahnya minat masyarakat memeriksakan kesehatannya secara rutin, yakni minimal 6 bulan sekali itu bukanlah semata-mata karena kesalahan masyarakat. Hal itu menurutnya lebih dikarenakan sistem yang sudah dibangun tidak berfungsi maksimal, kendati juga bukan semata-mata akibat kesalahan pada pelayanan kesehatan dasar.

“Setelah sakit sekali, baru ke puskesmas. Alhasil karena sudah tidak dapat ditangani di puskesmas, akhirnya harus dirujuk ke rumah sakit karena penyakitnya sudah komplikasi," ungkapnya, di Medan, Sabtu (12/11/2016).

Untuk itu, Agustama menyebutkan kalau pihaknya akan berupaya untuk mewacanakan perubahan
sistem. Perubahan sistem tersebut akan di implementasikan pada sistem pendekatan keluarga.

Dengan sistem itu, Agustama menerangkan, nantinya petugas kesehatan akan terjun kelapangan untuk melakukan pendataan dan memberikan pelayanan kesehatan pada keluarga. Dengan begitu, ia yakin, pemeriksaan kesehatan tidak lagi harus menunggu masyarakat yang datang.

“Namanya Ketuk Pintu Layani Dengan Hati (KPLDH). Program ini di Jakarta sudah di implementasikan. Dimana petugas kesehatan berpatroli, kalau ada ditemukan yang sakit akan diobati, dan kalau sakit parah langsung dirujuk ke Rumah Sakit," ujarnya.

Selain itu, Agustama juga menyampaikan dalam program itu, pihaknya juga bermaksud untuk melaksanakan program Keluarga Sehat Untuk Mewujudkan Indonesia Sehat. Ia menjabarkan ada 12 indikator keluarga sehat, pertama, adalah keluarga mengikuti program Keluarga Berencana (KB), kedua adalah ibu hamil memeriksakan kehamilansesuai standard, ketiga adalah balita mendapatkan imunisasi lengkap, keempat adalah pemberian ASI ekslusif bayi 0-6 bulan dan kelima pemantauan pertumbuhan bayi.

Selanjutnya, sambung Agustama adalah penderita TB Paru yang berobat sesuai standar, penderita hipertensi yang berobat teratur, tidak ada anggota keluarga yang merokok dan sekeluarga sudah menjadi anggota JKN. Begitu juga indikator keluarga sehat seperti mempunyai sarana air bersih, menggunakan jamban serta akses anggota keluarga dalam pelayanan kesehatan jiwa.

“Seperti pidato Menteri Kesehatan kemarin, 74 persen dana BPJS Kesehatan, disedot rumah sakit rujukan karena sudah tidak tertangani di puskesmas. Seharusnya, dana berobat yang begitu besar, bisa digunakan untuk pembangunan yang lain," tandasnya.(BS06)

Tags
beritaTerkait
Gandeng BNN, Kalapas Binjai Kanwil Kumham Sumut Theo Adrianus dan Seluruh Petugas Tes Urin Dadakan
Kecamatan Medan Selayang Langsung Adakan Tes Urine Kepada Seluruh Aparatur
 Polda Sumut Lakukan Tes Urine Bagi Supir Bus AKAP
 Terima Rekor MURI Tes Urin NAPZA Terbanyak, Edy Rahmayadi Apresiasi Pertamina Patra Niaga Sumbagut
Anggota Samapta Polrestabes Test Urine Dadakan, 35 Personel Negatif Narkoba
Apel Panggilan Luar Biasa, Polrestabes Medan Tes Urine Dadakan Kepada Anggota
komentar
beritaTerbaru
hit tracker