Sabtu, 18 April 2026

Belum Ada Jerat Hukum, Ngelem Masih Bebas di Indonesia

Senin, 10 Oktober 2016 18:31 WIB
Belum Ada Jerat Hukum, Ngelem Masih Bebas di Indonesia
BERITASUMUT.COM/IST
Anak Jalanan, Ngelem
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp beritasumut.com
+ Gabung
Beritasumut.com-Penyalahgunaan lem yang biasa disebut 'Ngelem' ini cukup banyak terlihat di sejumlah kawasan kota, terutama di persimpangan lampu merah. Para pemakainya umum berasal dari kalangan anak di bawah umur, terutama anak jalanan. Ketua Jaringan Kesehatan Masyarakat (JKM) Sumatera Utara (Sumut) dr Delyuzar mengungkapkan, bahwasanya efek halusinasi yang diciptakan oleh lem serupa dengan narkoba. Selain penyalah gunaannya juga dapat berdampak buruk bagi kesehatan tubuh.
 
"Dengan menghirup lem, juga merusak saraf ke otak. Selain penggunaannya yang berbarengan dengan plastik juga bisa merusak saluran nafas," jelasnya. Hal yang lebih buruk, sambung Delyuzar, apabila pemakaiannya justru berlangsung dalam waktu yang lama. Sejumlah organ tubuh sebut dia, juga dapat mengalami kerusakan.
 
"Jadi penyalahgunaan lem itu hampir sama (serupa) dengan narkoba. Lem yang dihirup lewat hidung, menyebabkan pemakainya mengalami halusinasi," ungkapnya kepada wartawan, Senin (10/10/2016) di Medan. Delyuzar juga menjelaskan, di dalam lem itu terdapat zat kimia yang disebut benzen. Zat kimia tersebutlah, kata Delyuzar yang menciptakan efek halusinasi seperti narkoba.
 
"Jadi efeknya bisa menyebabkan kerusakan ginjal dan hati. Hal ini apabila dipakai terus menerus dalam waktu yang lama," terangnya. Meskipun begitu, Delyuzar mengatakan, persoalan penyalahgunaan lem ini sulit untuk diatasi. Sebab secara hukum, penggunanya tidak bisa dijerat dengan hukum pidana.
 
Hal yang bisa dilakukan sejauh ini kata dia adalah adanya peran dari orang berpengaruh dalam komunitas pemakainya untuk melarang penyalah gunaan lem itu. Karena baik polisi ataupun warga umum tidak bisa melarang mereka.
 
"Masalahnya disitu. Memang penyalahgunaan lem ini persoalannya tidak terkait dengan aspek hukum," tandasnya.
 
Sementara itu, D salah seorang anak jalanan yang ditemui di jembatan penyebrangan Mesjid Raya, Medan tidak mau berkomentar banyak terkait kegemarannya menghirup lem. Namun menurut dia, dengan menghirup lem dia bisa berhalusinasi menjadi sosok yang diinginkannya.
 
"Iseng-iseng aja bang. Ini juga karena ikut-ikutan kawan-kawan," jawabnya singkat. (BS03)

Tags
beritaTerkait
Polsek Medan Timur Selamatkan Anak Terlantar
Jambore Anak Inklusi 2018: Jangan Ada Lagi Anak Jalanan di Medan
Timnas Sepakbola Anak Jalanan Ikut Piala Dunia di Moscow
Tekan Tingkat Kemiskinan, LPM Unimed Bekali Ekonomi Produktif Anak Jalanan
Pria Ini Ditangkap Karena Paksa Perempuan 93 Tahun Mengemis
Petugas Satpol PP Jaring Pengemis Gadungan
komentar
beritaTerbaru
hit tracker