Minggu, 26 April 2026

Dokter Akui Kain Kasa Tertinggal di Perut Bayi 1 Tahun

Rabu, 07 September 2016 22:30 WIB
Dokter Akui Kain Kasa Tertinggal di Perut Bayi 1 Tahun
BERITASUMUT.COM/ILUSTRASI
Operasi.
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp beritasumut.com
+ Gabung
Beritasumut.com-Dokter di Rumah Sakit (RS) Siloam yang bertanggungjawab melakukan operasi kepada Ferdinan, mengakui bahwasanya kain kasa memang berada di perut bayi berumur 1 tahun 7 bulan tersebut. Sehingga pada 26 Mei 2016 lalu dirinya pun harus melakukan operasi untuk mengangkat kain pembersih yang menempel diperut warga Perumahan Sidorukun Indah, Kelurahan Pulo Brayan Darat II, Medan Timur tersebut."Waktu kita operasi memang masih ada kain kasanya," kata dr Paulus Isnari SpB, Rabu (07/09/2016).
 
Keberadan kain kasa yang ditemukan dalam perut Ferdinan saat ini lanjut Paulus sudah diminta pihak kepolisian untuk dijadikan alat bukti. Bahkan Paulus mengaku juga sudah dijadikan saksi dalam kasus yang sudah dilaporkan keluarga korban ke Polda Sumut."Kain kasa sudah jadi barang bukti, disita polisi. Berita acara sudah ada di Rumah Sakit, waktu itu Juru Periksa (Juper)-nya J Siallagan. Kemarin saya dipanggil untuk jadi saksi pada Jumat dan Sabtu (2 dan 3 September)," jelasnya.
 
Lebih lanjut, Paulus menerangkan ketika melakukan operasi, ada ditemukan kerusakan pada usus Ferdinan akibat kain kasa yang menempel selama lima bulan itu."Kain kasa yang digunakan adalah kasa khusus, makanya bisa kelihatan saat di rontgen. Kain ini punya serabut dan biasa digunakan di RS modern, kalau kasa biasa tidak terlihat itu saat rontgen," katanya.
 
Seperti diketahui, Joe (27) ayah Ferdinan menceritakan anaknya merasakan sakit dan tak mau makan setelah dioperasi di Rumah Sakit (RS) Columbia Asia Medan. Ferdinan menjalani operasi di RS yang terletak di Jalan Listrik Medan ini pada 17 Desember 2015 lalu. Namun, kain kasa yang digunakan sebagai pembersih saat operasi malah tertinggal di dalam perut anaknya.
 
Joe didampingi LSM Lembaga Cegah Kejahatan Indonesia (LCKI) Sumatera Utara (Sumut) melaporkan kasus ini ke Polda Sumut.Pihaknya meminta agar RS Colombia bertanggung jawab atas kerugian yang dialami keluarga pasien, dan mengakui kesalahan mereka. “Kita berharap kasus yang seperti ini tidak terulang lagi. Kasihan, bukannya mendapatkan kesehatan justru jadi sakit,” ujar Anto P selaku Desk I Kriminal LCKI Sumut.
 
Sementara itu, pihak RS Columbia Asia ketika hal ini dikonfirmasikan masih enggan untuk memberikan komentarnya. Wanita berjilbab merah yang mengaku sebagai Humas RS ini menilai, kalau yang berwenang memberikan komentar sedang tidak masuk karena sakit.“Bukan tidak mau menjawab, tapi yang berkompeten sedang tidak masuk. Nanti, hari Kamis (08/09/2016) saja akan kita berikan keterangannya. Karena kita kan belum tahu betul bagaimana masalahnya,” katanya sembari menolak untuk memberitahukan namanya.(BS04)

Tags
beritaTerkait
Hasil Piala FA: Marselino Debut dalam Kekalahan Oxford atas Exeter
Dejan/Glo Menangkan Laga Pertama walau Sudah Tak Latihan Bersama
Kapolrestabes Medan Hadiri Pernikahan Ipda Calvin Ferdinando Samosir STrK
Kecam Pernyataan Veronica Koman di Medsos, Ferdinand Hutahaean Sebut Wanita Ini Pengkhianat NKRI
Musa Rajekshah Nilai Pemanfaatan Teknologi Dapat Efisiensi Anggaran
Kombes Pol Ferdinan Pasaribu Resmi Jabat Dirpamobvit Polda Sumut
komentar
beritaTerbaru
hit tracker