Selasa, 28 April 2026

Dinkes Sumut Minta Semua Daerah Deteksi Dini Virus Zika

Kamis, 01 September 2016 23:47 WIB
Dinkes Sumut Minta Semua Daerah Deteksi Dini Virus Zika
BERITASUMUT.COM/ILUSTRASI
Virus Zika
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp beritasumut.com
+ Gabung
Beritasumut.com-Dinas Kesehatan (Dinkes) Sumatera Utara (Sumut), meminta seluruh Dinas Kesehatan di kabupaten/kota untuk melakukan deteksi dini terhadap masuknya virus zika di masing-masing daerahnya. Permintaan tersebut disampaikan oleh Plt Kepala Dinkes Sumut, Agustama, Kamis (01/09/2016).
 
"Kita hari ini mengirimkan surat edaran kewaspadaan terhadap virus zika ke Dinas Kesehatan kabupaten/kota," tegasnya yang mengaku juga sudah menyampaikannya dalam rapat bersama Dinas Kesehatan, Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP), RS Adam Malik, Pihak penerbangan dan Balai Teknik Kesehatan Lingkungan (BTKL).
 
Agustama mengatakan, deteksi dini itu dilakukan minimal selama 10 hari kepada penumpang yang datang dari Singapura. "Kalau terjadi demam agar segera dibawa ke rumah sakit untuk segera mengatasinya," imbuhnya.
 
Dikatakannya, surat edaran yang dikirimkan ke dinas kab/kota, menindakanjuti surat edaran dari Kementerian Kesehatan (Kemenkes) yang ditandatangani Dirjen Kemenkes, tentang peningkatan kewaspadaan dan kesiapsiagaan risiko penyebaran virus zika dari Singapura.
 
"Diharapkan, Dinas Kesehatan di daerah melakukan kewaspadaan dengan melakukan screening penemuan kasus dengan gejala klinis demam, nyeri sendi, mata merah, dan ruam," terangnya.
 
Gejala penyakit akibat virus zika lanjutnya, dapat menyerupai gejala penyakit dengue dan chikungunya, berlangsung beberapa hari hingga satu minggu. Meningkatkan deteksi dini penemuan kasus di layanan kesehatan terutama dalam mendiagnosis kasus DBD, karena penularannya sama melalui vekor nyamuk Aedes aegypti.
 
"Kita juga mengimbau untuk mengaktifkan pemberantasan sarang nyamuk dan meningkatkan pola hidup bersih dan sehat," tandasnya.
 
Sementara itu, Direktur RSUP H Adam Malik dr Bambang Prabowo MKes mengatakan, pihaknya tetap siap menangani pasien yang diduga terjangkit virus zika.
 
"Kalau ada pasien diduga terjangkit virus zika maka sample darahnya akan dikirim ke Balitbang Kemenkes untuk memastikan apakah benar virus zika atau bukan. Sementara hasilnya, bisa diketahui setelah dua kali duapuluh empat jam," katanya.
 
Sedangkan untuk pasiennya, Bambang mengatakan, dilakukan perawatan biasa, karena virus ini tidak berbeda jauh dengan chikungunya yang tidak mematikan. Namun, sambungnya lagi, yang harus dicermati adalah terjadinya demam zika di masyarakat.
 
"Iklim kita tropis. Membiarkan perkembangbiakan nyamuk berarti membiarkan penularan virus zika. Ini yang kita khawatirkan bisa menjadi endemis di masyarakat," tegasnya. (BS03)

Tags
beritaTerkait
Hadapi Wabah HMVP, RS Haji Siapkan 7 Tempat Tidur Kamar Isolasi
Dinkes Sumut: Hadapi Wabah HMPV dengan Tenang dan Tetap Waspada
Target Dinas Kesehatan, Sumut UHC 100% Paling Lama 2026
Cuaca Panas, Dinas Kesehatan Imbau Kurangi Aktivitas Luar Ruangan
Dinkes: Pertumbuhan RS Tingkatkan Kualitas Layanan
Dinas Kesehatan Sumut Bantu Balita Gizi Kurang di Medan Denai
komentar
beritaTerbaru
hit tracker