Jumat, 13 Februari 2026

Film Indonesia Menguat di Panggung Internasional Sepanjang 2025

Jumat, 13 Februari 2026 09:01 WIB
Film Indonesia Menguat di Panggung Internasional Sepanjang 2025
Foto: Cinema Poetica
Pemetaan film Indonesia di festival film internasional sepanjang 2025.
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp beritasumut.com
+ Gabung

beritasumut.com- Kehadiran film Indonesia di panggung internasional semakin menguat sepanjang 2025. Pengakuan global terhadap karya sineas Tanah Air terlihat dari meningkatnya partisipasi di berbagai festival dunia.

Riset Cinema Poetica mencatat, sepanjang 2025 terdapat 126 film Indonesia yang beredar di festival internasional, serta 9 proyek film mengikuti laboratorium dan forum pendanaan global. Angka ini meningkat dibandingkan 78 film pada 2024 dan 73 film pada 2023.

Sepanjang tahun tersebut, film Indonesia tampil di 91 festival yang tersebar di 36 negara di Asia, Australia, Eropa, hingga Amerika. Dari ajang-ajang itu, film Indonesia meraih total 48 penghargaan internasional untuk karya yang telah diproduksi, terdiri atas 23 penghargaan fiksi pendek, 18 fiksi panjang, 5 dokumenter pendek, dan 2 dokumenter panjang. Sementara proyek yang masih dalam tahap pengembangan turut menyumbang 4 penghargaan internasional.

Baca Juga:

Adrian Jonathan dari Cinema Poetica menilai capaian tersebut menunjukkan sinema Indonesia kian diperhitungkan di kancah global.

"Kami mengapresiasi komitmen berbagai pihak, termasuk pemerintah, untuk terus memperkuat ekosistem perfilman nasional melalui fasilitasi kehadiran sineas Indonesia di berbagai forum dan festival strategis serta perluasan jejaring internasional. Hal ini mendorong film Indonesia tidak hanya hadir di panggung dunia, tetapi juga mampu bersaing dan memperoleh apresiasi sebagai ekspresi kebudayaan bangsa," ujarnya.

Baca Juga:

Salah satu film yang menonjol sepanjang 2025 adalah Pangku (2025), debut penyutradaraan film panjang Reza Rahadian. Film ini meraih empat penghargaan di Busan International Film Festival (BIFF) 2025, termasuk FIPRESCI Award dan KB Vision Audience Award, serta memenangkan NETPAC Jury Prize di QCinema International Film Festival 2025 di Filipina.

Di dalam negeri, Pangku mencatat lebih dari 560 ribu penonton dan meraih Film Cerita Panjang Terbaik FFI 2025, menjadi contoh keberhasilan film festival yang juga diterima publik luas.

Film lain yang mencuri perhatian adalah Jumbo (2025). Karya ini tayang di bioskop Meksiko mulai Januari 2026 dan telah mengantongi hak edar di lebih dari 40 negara. Sementara Agak Laen: Menyala Pantiku! (2025) menembus pasar Malaysia hanya sepekan setelah rilis domestik. Di Indonesia, kedua film tersebut sama-sama meraih lebih dari 10 juta penonton dan menempati posisi puncak film terlaris Asia Tenggara.

Tak hanya film panjang komersial, film pendek dan dokumenter Indonesia juga menunjukkan kiprah kuat di jalur festival, termasuk ajang nonarusutama. Film pendek Little Rebels Cinema Club, Daly City, dan Sammi, Who Can Detach His Body Parts lolos seleksi serta meraih berbagai penghargaan internasional. Prestasi tersebut sekaligus memberi kualifikasi untuk pendaftaran Academy Awards 2026 melalui jalur festival masing-masing.

Tags
beritaTerkait
Film Invisible Hopes Angkat Sisi Kehidupan Perempuan Hamil dan Anak di Penjara
Pulihkan Industri Perfilman, Pemerintah Dukung Kampanye Nonton di Bioskop dengan Aman
Bioskop Bakal Dibuka Kembali, Pemko Medan Kaji Soal Izin dan Aturan Protokol Kesehatan
Sephia, Kolaborasi Gamaliel dan Jevin Julian untuk OST Film Generasi 90-an: Melankolia
Keindahan Pantai Pasir Putih di Tobasa Jadi Tempat Syuting Film Layar Lebar
KBRI Dar es Salaam Gelar Festival Film Indonesia di Tanzania
komentar
beritaTerbaru
hit tracker