Senin, 25 Mei 2026

Pulihkan Industri Perfilman, Pemerintah Dukung Kampanye Nonton di Bioskop dengan Aman

Senin, 22 Maret 2021 21:30 WIB
Pulihkan Industri Perfilman, Pemerintah Dukung Kampanye Nonton di Bioskop dengan Aman
BERITASUMUT.COM/IST
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp beritasumut.com
+ Gabung

Beritasumut.com - Upaya untuk memulihkan ekonomi nasional terus dilakukan Pemerintah. Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto mengatakan, saat ini Pemerintah memberikan perhatian kepada industri perfilman. Bahkan, menurutnya bioskop sudah dapat dibuka dengan tetap menerapkan protokol kesehatan, tetapi antusiasme masyarakat untuk kembali menonton di bioskop memang belum pulih seperti dulu.

“Pemerintah pasti mendukung penuh upaya kampanye nonton di bioskop yang aman, dengan tetap memperhatikan protokol kesehatan. Saya berharap bioskop-bioskop bisa lebih gencar lagi menggaungkan bahwa nonton di bioskop akan tetap aman dengan memperhatikan protokol kesehatan. Kalau stigma itu bisa sampai ke publik, mereka akan kembali berani nonton di bioskop. Penuhi persyaratan itu, nanti akan kita dorong,” ujar Menko Perekonomian Airlangga Hartarto, dilansir dari Kominfo.go.id, Senin (22/03/2021).

Baca Juga : Film “Kemarin”, Kisah Band Seventeen Bakal Tayang Eksklusif di Bioskop Online

Baca Juga:

“Bapak Presiden secara langsung telah memberi arahan kepada saya, khusus untuk industri perfilman, pekerja film dan pekerja budaya. Maka dari itu kehadiran ini sangat penting. Saya juga sudah menerima usulan-usulan yang telah disampaikan teman-teman kepada Bapak Presiden,” kata Menko Airlangga saat menerima audiensi pelaku industri kreatif khususnya perfilman di Loka Kretagama Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Jakarta, Jumat (19/03/2021).

[br] Menko Airlangga didampingi Menteri Perindustrian Agus Gumiwang, menerima masukan insan perfilman mengenai data 90% pemasukan industri perfilman berasal dari bioskop yang merupakan hilir dari industri ini. Mereka menerangkan bahwa pemutaran film melalui digital platform atau streaming belum bisa memenuhi kebutuhan produksi film.

Baca Juga:

Ramainya bioskop memiliki efek sampai ke pekerja film sehingga kampanye menonton film di bioskop perlu digaungkan. Selain itu, mereka pun menyampaikan usulan stimulus pengalokasian dana pemulihan ekonomi nasional demi mendukung industri perfilman Indonesia.

“Saya telah membaca usulan-usulan yang disampaikan terkait alokasi dana pemulihan ekonomi nasional untuk sektor perfilman. Dari audiensi ini saya berharap bisa mendapatkan data-data yang konkret dan akuntabel sehingga bisa mendukung Pemerintah dalam mengambil keputusan, khususnya kebijakan mendukung pemulihan di sektor perfilman,” tambah Menko Airlangga.

Baca Juga : Kolaborasi Sundance Institute, XRM Media dan IDN Media Gelar Festival Film Indie Asia di Indonesia

Perwakilan tersebut menyampaikan bahwa pada tahun 2016, terdapat 2.418 jumlah usaha yang bergerak di sub-sektor film, animasi dan video, dengan jumlah tenaga kerja pada tahun 2019 diproyeksikan lebih dari 50.000 orang.

[br] Dalam kesempatan kali ini perwakilan dari perfilman menyampaikan bahwa sejak industri film diangkat dari Daftar Negatif Investasi (DNI) di tahun 2016, industri film Indonesia mengalami peningkatan 20% dari segi investasi. Pada akhirnya industri film tanah air mampu tumbuh dan masuk dalam 10 industri film terbesar di dunia. Hal ini merupakan pencapaian tertinggi sepanjang sejarah industri perfilman Indonesia. Mereka mengharapkan pencapaian ini tidak hanya menjadi kenangan.

Menutup audiensi, para insan perfilman yang hadir sepakat untuk membuat lebih rinci lagi terkait ide-ide yang telah disampaikan. Rincian tersebut akan disusun oleh working group yang ada dan tentunya juga didukung oleh riset-riset sebagaimana yang diminta oleh Pemerintah.

Audiensi ini dihadiri Triawan Munaf, Mira Lesmana, Dian Sastro, Wicky Olindo, Joko Anwar, Dewinta Hutagaol, Sunil Samtani, Chand Parwez dan Angga Dwimas Sasongko. Juga beberapa asosiasi yang terkait dengan industri perfilman yang hadir secara daring (online). Mereka semua mewakili stakeholder dalam industri perfilman. (BS09)

Tags
beritaTerkait
Film Indonesia Menguat di Panggung Internasional Sepanjang 2025
Menko Perekonomian Sebut RI Sudah Kebal dengan Tarif Impor AS
Kembangkan Industri Film Melalui Workshop Standarisasi Usaha dan Sertifikasi Profesi di Bidang Film
Hasil Peninjauan Menko Perekonomian dan Menperin di Pusat Pasar, Harga Masih Stabil, Stok Bapok Aman
Berhasil Harumkan Indonesia, Airlangga Hartarto Kembali Pimpin Wushu Periode 2022-2026
Airlangga Hartarto Dukung Program Kemenpora Pesantrenpreneur 2021, Saatnya Pondok Pesantren Bersinergi dengan Pemerintah
komentar
beritaTerbaru
hit tracker