KPPU Kanwil I Terima 21 Laporan Sepanjang 2026, Persekongkolan Tender Mendominasi
beritasumut.com Dugaan persekongkolan tender menjadi laporan yang paling banyak diterima Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) Kantor Wil
Ekonomi
Beritasumut.com-Internet telah mengubah seluruh lapisan masyarakat di seluruh dunia, mulai dari mengubah kebiasaan mereka dalam memposting kegiatan liburan hingga cara membeli properti. Di industri real estate, internet memang telah memberi banyak perubahan.
Kini semakin banyak orang di negara berkembang meninggalkan cara tradisional dalam membeli rumah dan lebih mengandalkan pencarian daring. Tren ini semakin hits seiring dengan penetrasi internet di negara berkembang, khususnya Asia dan Amerika Latin.
Level Penetrasi Internet Terus Naik
Di Bangladesh, 30% masyarakat kini telah menggunakan internet. Jumlah ini meningkat sekitar 12% sejak Januari 2014. 70% dari jumlah kunjungan web di Bangladesh didapat dari akses internet melalui telepon genggam dan 29% didapat dari akses melalui komputer atau laptop (We Are Social Singapore, 2015).
Di Pakistan, komputer ternyata lebih populer dibanding dengan di Bangladesh, hal tersebut terlihat dari jumlah pengunjung lamudi yang 68%-nya diakses melalui komputer.
Sedangkan di Sri Lanka, penetrasi internet bisa dikatakan masih cukup rendah (sekitar 20 and 25%). Namun, angka ini ternyata menunjukkan pertambahan yang cepat tentang penetrasi internet di Sri Lanka. Menariknya, sebagian besar pencarian properti di Sri Lanka melalui lamudi.lk dilakukan oleh orang yang berada di luar negeri; dan yang paling banyak adalah dari investor internasional yang berniat menambah investasi propertinya di sini.
Online dan Transparan
Dewasa ini, masyarakat kian mencari cara yang lebih nyaman untuk mencari properti. Para pemburu hunian di era digital sekarang ini mendambakan kemudahan akses; mereka ingin membeli dan menjual properti dengan mudah dimana saja, kapan saja.
Orang-orang kian meninggalkan cara mencari, menjual, membeli properti lewat iklan di koran atau selebaran. Inilah mengapa aplikasi dan website pencarian properti menjadi lebih populer dibanding sebelumnya. Keamanan daring semakin kuat dan orang kian tertarik untuk mengunjungi portal properti online. Melihat hal tersebut, Lamudihttp://lamudi.co.id menjembatani masyarakat di beberapa negara berkembang agar lebih mudah dalam menemukan properti mereka secara online.
“Kita dapat lihat, sekarang orang membuka aplikasi Lamudi ketika dalam perjalanan menuju kantor, pada saat makan siang atau kapanpun mereka memiliki waktu luang,” ujar Mart Polman, pendiri Lamudi Indonesia—platform properti online, Kamis (04/08/2016).
“Sebelumnya, mencari properti dijual atau disewakan sangatlah sulit, namun kini itu bukan masalah besar lagi karena orang bisa mencari properti yang diidamkan kapan saja mereka mau,” tambahnya.
Para pencari rumah di negara berkembang sangat menyukai mencari properti melalui cara online karena data dan informasi yang tersedia sangat transparan. Platform Lamudi dikenal sebagai web yang aman, membantu masyarakat untuk mencari dan membeli properti dengan cara yang transparan.
Pilihan Perangkat yang Banyak
Untuk mengakses portal properti online, kini Anda tidak perlu lagi susah-susah harus duduk di depan komputer dan log in. Perkembangan ponsel pintar di negara berkembang membuat pencari rumah yang mengakses aplikasi Lamudi lewat HP meningkat drastis. Data dari Bangladesh menunjukkan bahwa 70% traffic web dihasilkan dari telepon genggam dan 29% dari komputer atau laptop. Akan tetapi, secara umum, jumlah pencari properti melalui komputer masih lebih banyak daripada yang menggunakan HP.
Di Pakistan, hanya 7% dari pengguna Lamudi yang mengakses web dari tablet. Bukanlah hal yang mengagetkan jika di tahun-tahun mendatang jumlah ini akan terus bertambah, karena tablet kini harganya makin murah dan mudah digunakan.
Demografi dan Tren Masa Depan
Umumnya, anak muda kini lebih sering menggunakan cara online untuk mencari rumah. Di Meksiko, masyarakat yang berusia antara 25 - 34 tahun lebih senang mencari properti melalui Lamudi. Sebuah survei terbaru menunjukkan 60,1% dari pencari properti di Meksiko adalah wanita.
Teknologi terbaru dalam pencarian properti secara online yang mungkin akan booming di masa mendatang adalah virtual reality (VR). Kini, mulai banyak orang yang membeli perlengkapan VR seperti headset dan lain-lain. Hal itu membuat kita tidak sabar untuk segera melihat apa dampak VR pada bidang real estate di masa mendatang.(BS06)
beritasumut.com Dugaan persekongkolan tender menjadi laporan yang paling banyak diterima Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) Kantor Wil
Ekonomi
beritasumut.com Dua pemuda tersungkur bersimbah darah setelah bagian kaki kanannya ditembus timah panas personel Unit Reserse Kriminal (Res
Peristiwa
beritasumut.com Tiga pemuda di Medan Marelan, Kota Medan, Sumatera Utara, diamankan polisi karena diduga hendak mencuri kabel bawah tanah,
Peristiwa
beritasumut.comSatuan Reserse (Satres) Narkoba Polrestabes Medan meringkus seorang pengedar narkotika jenis sabu di Jalan Sakti Lubis, Keca
Peristiwa
beritasumut.com Untuk dapat menikmati narkoba, seorang pria nekat membobol sebuah rumah di Jalan Selamat, Gang Sadar, No.17 B, Kelurahan Bi
Peristiwa
beritasumut.com Empat bandar narkoba di Binjai, Provinsi Sumatera Utara, dijebloskan ke penjara setelah ditangkap personel Satuan Reserse (
Peristiwa
beritasumut.com PSMS Medan berhasil membawa pulang kemenangan penting dari markas Adhyaksa FC Bekasi pada pekan ketiga Pegadaian Championsh
Olahraga
beritasumut.com Sekolah Sepak Bola (SSB) Tunas Muda usia 9 tahun (U9) dan usia 11 tahun (U11) meraih juara III bersama pada Piala Ngadima
Olahraga
beritasumut.com Personel Satuan Reserse (Satres) Narkoba Polresta Deli Serdang menangkap dua pengedar sabu di Desa Sei Tuan, Kecamatan Pant
Peristiwa
beritasumut.com Lagi istirahat di depan rumah tibatiba dipukul adik iparnya, membuat Erwin (41), warga Jalan Irian, Gang Pekong, Lingkunga
Peristiwa