Selasa, 25 Agustus 2026

BPH Migas Dukung Optimalisasi Penyaluran BBM untuk Nelayan di Nias Utara

Jumat, 16 Januari 2026 15:35 WIB
BPH Migas Dukung Optimalisasi Penyaluran BBM untuk Nelayan di Nias Utara
BERITASUMUT.COM/IST
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp beritasumut.com
+ Gabung

Saat ini, jarak antar penyalur BBM dari kecamatan Sitolu Ori ke Kecamatan Lahewa Timur adalah 17 kilometer (KM). Sementara dari Lahewa Timur ke Lahewa jarak antar penyalur BBM adalah 19,2 KM. "Yang terjauh adalah jarak penyalur BBM dari kecamatan Lahewa ke Kecamatan Alasa, yaitu sejauh 52,5 KM," urai Wahyudi.

Baca Juga:

Terkait hal tersebut, Wahyudi mendorong pemerintah daerah dan dinas terkait untuk mempercepat proses perizinan dan administrasi agar penyalur BBM Satu Harga di wilayah Tertinggal, Terdepan, Terluar, atau Terpencil (3T) ini dapat segera beroperasi sebelum Desember 2026.

Wahyudi Anas juga mengingatkan pentingnya aspek legalitas untuk mendapatkan BBM subsidi dan kompensasi negara. Nelayan diimbau untuk mengurus Surat Rekomendasi dari Dinas Perikanan melalui aplikasi XStar BPH Migas.

Baca Juga:

"Dengan Surat Rekomendasi tersebut, nelayan akan mendapatkan prioritas dan jaminan harga sesuai harga yang ditetapkan oleh pemerintah. Kami minta Dinas Perikanan aktif memfasilitasi ini agar nelayan tidak lagi membeli dengan harga tinggi di pengecer," terangnya.

Dukungan juga disampaikan Anggota Komite BPH Migas Bambang Hermanto. Agar aktivitas dan perekonomian masyarakat di Nias Utara meningkat, perlu dibangun penyalur BBM Satu Harga.

"Kepulauan Nias merupakan salah satu daerah terdepan dan terluar Indonesia, di mana Program BBM Satu Harga harus menjadi perhatian khusus kita. Kalau dilihat dari posisi masing-masing SPBU, jaraknya cukup jauh. Ada yang jaraknya 19 Kilometer (KM) hingga lebih jauh dari itu. Jika lokasi BBM Satu Harga sudah memenuhi syarat, pembangunannya hendaknya dipercepat agar tidak ada lagi masyarakat yang mengeluhkan harga BBM di sini mahal," ungkap pria yang biasa dipanggil Baher ini.

Lokasi SPBU yang jauh, lanjut Baher, menjadikan masyarakat lebih memilih membeli BBM di luar SPBU. Alhasil harga yang harus dibayarkan menjadi lebih mahal. "Kalau membeli di luar SPBU, penjual BBM tersebut tidak mungkin tidak dapat untung, sehingga yang muncul narasinya adalah BBM di Pulau Nias harganya mahal. Oleh karena itu, mari kita kolaborasi dan memperkuat peran agar BBM subsidi pemanfaatannya tepat sasaran," ucapnya.

Tags
beritaTerkait
Semarakkan HUT ke-81 RI, MyPertamina Berbagi Hadiah Kemerdekaan di 24 SPBU
Pertamina Sumbagut Bersama BPH Migas Cek Penyaluran BBM Subsidi di Sumbar
Tidak Ada Perubahan Harga BBM di SPBU Pertamina pada 1 April 2026
Perwira Pertamina Sumbagut Jaga Layanan Energi, Operator SPBU Tetap Bertugas saat Hari Raya
Pertamina Patra Niaga Sumbagut Cek SPBU dan SPPBE, Pastikan Layanan Energi Sesuai Standar
Pertamina Sumbagut Pastikan Ketersediaan Pasokan Energi Selama Ramadan dan Menjelang Idulfitri
komentar
beritaTerbaru
hit tracker